Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi makan gizi geratis. (freepik)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari program nasional. Program ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berharap program ini dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Kutim.
“Insyaallah, nanti kita akan mendapatkan hasilnya. Generasi emas 2045 harus kita persiapkan dari sekarang,” ujar Ardiansyah.
Program MBG merupakan program nasional yang didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kutai Timur sendiri memperoleh alokasi dua dapur sebagai bagian dari program tersebut. Namun, secara keseluruhan, Kutim memiliki 57 titik dapur yang belum seluruhnya terintegrasi dalam program MBG dari pemerintah pusat.
“Saya belum memperoleh informasi lengkap mengenai titik-titik dapur lainnya karena memang ini murni kegiatan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.
Selain program MBG, Ardiansyah juga menggagas program minum susu gratis untuk ibu hamil dan anak-anak sekolah. Program ini dibiayai dari anggaran daerah dan sudah terhubung dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan.
“Kalau program MBG dari pusat, maka program minum susu ini murni dari kita. Ini sudah saya hubungkan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Kalau memang ada yang bisa terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis ini, silakan dikoordinasikan, ya. Tapi dengan anggaran yang berbeda.”Tambahnya.
Dengan hadirnya berbagai program pemenuhan gizi dari pemerintah pusat maupun daerah, diharapkan generasi muda Kutai Timur tumbuh sehat dan siap bersaing pada masa mendatang.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi makan gizi geratis. (freepik)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari program nasional. Program ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berharap program ini dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Kutim.
“Insyaallah, nanti kita akan mendapatkan hasilnya. Generasi emas 2045 harus kita persiapkan dari sekarang,” ujar Ardiansyah.
Program MBG merupakan program nasional yang didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kutai Timur sendiri memperoleh alokasi dua dapur sebagai bagian dari program tersebut. Namun, secara keseluruhan, Kutim memiliki 57 titik dapur yang belum seluruhnya terintegrasi dalam program MBG dari pemerintah pusat.
“Saya belum memperoleh informasi lengkap mengenai titik-titik dapur lainnya karena memang ini murni kegiatan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.
Selain program MBG, Ardiansyah juga menggagas program minum susu gratis untuk ibu hamil dan anak-anak sekolah. Program ini dibiayai dari anggaran daerah dan sudah terhubung dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan.
“Kalau program MBG dari pusat, maka program minum susu ini murni dari kita. Ini sudah saya hubungkan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Kalau memang ada yang bisa terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis ini, silakan dikoordinasikan, ya. Tapi dengan anggaran yang berbeda.”Tambahnya.
Dengan hadirnya berbagai program pemenuhan gizi dari pemerintah pusat maupun daerah, diharapkan generasi muda Kutai Timur tumbuh sehat dan siap bersaing pada masa mendatang.
(Sf/Rs)