Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat meluncurkan program “Cap Jempol Stop Stunting” di Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meluncurkan program “Cap Jempol (Cara Pelayanan Jemput Bola) Stop Stunting”, strategi baru yang langsung mendatangi keluarga berisiko stunting untuk mempercepat penanganan. Peluncuran program ini digelar di Gedung Serbaguna (GSG), Bukit Pelangi Sangatta, Rabu (28/10/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan kerja sama antar-pihak, termasuk OPD, organisasi mitra, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi layanan jemput bola dan pendidikan non-formal untuk mencegah stunting.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan program ini menjadi langkah penting untuk membangun kolaborasi dan sinergi antara semua pihak yang terlibat. Program ini juga mendukung 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim periode 2025-2030.
“Salah satu program unggulan adalah Rp250 juta per RT, yang bisa digunakan untuk kegiatan yang langsung berhubungan dengan stunting, kemiskinan, peningkatan keterampilan masyarakat, dan pembangunan kecil di lingkungan RT,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, program ini menerapkan sistem jemput bola yang langsung menyasar masyarakat. Dengan pendekatan ini, setiap kegiatan diharapkan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
"Kita berharap program ini menjadi unggulan yang langsung beririsan dengan warga-warga yang ada di RT masing-masing," tambahnya.
Program Cap Jempol diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dalam 3-5 tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga berisiko stunting di Kutim.
Peluncuran Cap Jempol Stop Stunting menjadi momentum penting bagi Kutim untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra, dan warga.
“Saya harapkan program ini bisa memberikan nilai terbaik bagi masyarakat Kutim,” tutupnya.
(Sf/RS)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat meluncurkan program “Cap Jempol Stop Stunting” di Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meluncurkan program “Cap Jempol (Cara Pelayanan Jemput Bola) Stop Stunting”, strategi baru yang langsung mendatangi keluarga berisiko stunting untuk mempercepat penanganan. Peluncuran program ini digelar di Gedung Serbaguna (GSG), Bukit Pelangi Sangatta, Rabu (28/10/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan kerja sama antar-pihak, termasuk OPD, organisasi mitra, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi layanan jemput bola dan pendidikan non-formal untuk mencegah stunting.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan program ini menjadi langkah penting untuk membangun kolaborasi dan sinergi antara semua pihak yang terlibat. Program ini juga mendukung 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim periode 2025-2030.
“Salah satu program unggulan adalah Rp250 juta per RT, yang bisa digunakan untuk kegiatan yang langsung berhubungan dengan stunting, kemiskinan, peningkatan keterampilan masyarakat, dan pembangunan kecil di lingkungan RT,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, program ini menerapkan sistem jemput bola yang langsung menyasar masyarakat. Dengan pendekatan ini, setiap kegiatan diharapkan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
"Kita berharap program ini menjadi unggulan yang langsung beririsan dengan warga-warga yang ada di RT masing-masing," tambahnya.
Program Cap Jempol diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dalam 3-5 tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga berisiko stunting di Kutim.
Peluncuran Cap Jempol Stop Stunting menjadi momentum penting bagi Kutim untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra, dan warga.
“Saya harapkan program ini bisa memberikan nilai terbaik bagi masyarakat Kutim,” tutupnya.
(Sf/RS)