Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras dan 5 Ribu Liter Minyak Disalurkan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Warga antusias membeli paket sembako bersubsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Kutim di Folder Sangatta.(Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Polder Ilham Maulana Sangatta, Kamis (16/10/2025), untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Bulog.

    Dalam kegiatan tersebut, disediakan stok bahan pokok berupa 4 ton beras, 500 kilogram gula, dan 5.000 liter minyak goreng. 

    Paket sembako yang dijual dengan harga Rp103.000 berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter, dengan subsidi harga dari Bulog sehingga lebih terjangkau masyarakat.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan GPM ini sangat membantu masyarakat terutama di tengah tekanan ekonomi saat ini.

    “Saya sampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag yang telah menyediakan sembako murah bagi masyarakat. Kalau bisa nilainya lebih besar lagi, misalnya nilai barang Rp500.000 tapi dibayar Rp200.000, tentu akan lebih membantu,” ujar Mahyunadi.

    Ia juga menegaskan bahwa subsidi dari pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab sosial, yang berasal dari uang rakyat dan harus dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Kalau dari rakyat kembali ke rakyat, itu baik. Yang penting bisa dipertanggungjawabkan secara fisik dan administrasi,” tegasnya.

    Selain itu, Mahyunadi berharap kegiatan GPM dapat menjangkau masyarakat yang sulit hadir atau berada di daerah terpencil.

    “Saya berharap program ini tidak hanya menunggu masyarakat datang, tapi juga mendatangi mereka yang kesulitan hadir. Karena masih banyak warga kita yang benar-benar membutuhkan tapi tidak bisa datang ke lokasi,” katanya.

    Salah satu warga Sangatta, Nursaedah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan GPM.

    “Harganya sangat terjangkau. Di pasar, beras 5 kilo saja sudah Rp88 ribu, belum gula dan minyak. Program seperti ini sangat membantu, terutama saya yang hidup sendiri di kebun,” ungkap Nursaedah.

    Ia berharap program serupa dapat rutin diadakan agar semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu.

    “Kalau bisa sering-sering diadakan karena masih banyak warga lain yang membutuhkan tapi belum terdata,"  pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras dan 5 Ribu Liter Minyak Disalurkan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Warga antusias membeli paket sembako bersubsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Kutim di Folder Sangatta.(Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Polder Ilham Maulana Sangatta, Kamis (16/10/2025), untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Bulog.

    Dalam kegiatan tersebut, disediakan stok bahan pokok berupa 4 ton beras, 500 kilogram gula, dan 5.000 liter minyak goreng. 

    Paket sembako yang dijual dengan harga Rp103.000 berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter, dengan subsidi harga dari Bulog sehingga lebih terjangkau masyarakat.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan GPM ini sangat membantu masyarakat terutama di tengah tekanan ekonomi saat ini.

    “Saya sampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag yang telah menyediakan sembako murah bagi masyarakat. Kalau bisa nilainya lebih besar lagi, misalnya nilai barang Rp500.000 tapi dibayar Rp200.000, tentu akan lebih membantu,” ujar Mahyunadi.

    Ia juga menegaskan bahwa subsidi dari pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab sosial, yang berasal dari uang rakyat dan harus dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Kalau dari rakyat kembali ke rakyat, itu baik. Yang penting bisa dipertanggungjawabkan secara fisik dan administrasi,” tegasnya.

    Selain itu, Mahyunadi berharap kegiatan GPM dapat menjangkau masyarakat yang sulit hadir atau berada di daerah terpencil.

    “Saya berharap program ini tidak hanya menunggu masyarakat datang, tapi juga mendatangi mereka yang kesulitan hadir. Karena masih banyak warga kita yang benar-benar membutuhkan tapi tidak bisa datang ke lokasi,” katanya.

    Salah satu warga Sangatta, Nursaedah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan GPM.

    “Harganya sangat terjangkau. Di pasar, beras 5 kilo saja sudah Rp88 ribu, belum gula dan minyak. Program seperti ini sangat membantu, terutama saya yang hidup sendiri di kebun,” ungkap Nursaedah.

    Ia berharap program serupa dapat rutin diadakan agar semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu.

    “Kalau bisa sering-sering diadakan karena masih banyak warga lain yang membutuhkan tapi belum terdata,"  pungkasnya.

    (Sf/Rs)