Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan manusia melalui integrasi data kependudukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor, menyampaikan indikator pembangunan manusia atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah menjadi bagian penting dalam RPJMD. Oleh karena itu, pembangunan kependudukan harus sejalan dengan arah pembangunan manusia, yang mencakup tiga pilar utama yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
"Di dalam RPJMD, kita sudah menentukan indikator IPM. Bagaimana kita membangun kependudukan, itu sejalan dengan pembangunan manusia," ujar Noviari.
Noviari menekankan bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) sebagai instansi inti dalam penyusunan PJPK, perlu memiliki acuan yang sinkron dengan RPJMD untuk lima tahun ke depan. Tujuannya, agar arah kebijakan dan program kerja perangkat daerah selaras dalam mencapai target IPM Kutim.
"DP2KB harus punya pegangan untuk lima tahun ke depan dalam pembangunan kependudukan. Ini harus terintegrasi dengan RPJMD, di mana ada IPM. Bagaimana kita dapat mencapai target itu?" tegasnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Ia menambahkan PJPK merupakan instrumen penting yang mengintegrasikan 30 indikator pembangunan kependudukan yang kelompokan menjadi lima pilar utama yaitu Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, pembangunan Keluarga, dan Penataan Mobilitas Penduduk.
"Saat ini, Kutim telah mencapai 20 indikator. Kita harap ini bisa terus ditingkatkan melalui kontribusi semua pihak," Pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan manusia melalui integrasi data kependudukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor, menyampaikan indikator pembangunan manusia atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah menjadi bagian penting dalam RPJMD. Oleh karena itu, pembangunan kependudukan harus sejalan dengan arah pembangunan manusia, yang mencakup tiga pilar utama yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
"Di dalam RPJMD, kita sudah menentukan indikator IPM. Bagaimana kita membangun kependudukan, itu sejalan dengan pembangunan manusia," ujar Noviari.
Noviari menekankan bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) sebagai instansi inti dalam penyusunan PJPK, perlu memiliki acuan yang sinkron dengan RPJMD untuk lima tahun ke depan. Tujuannya, agar arah kebijakan dan program kerja perangkat daerah selaras dalam mencapai target IPM Kutim.
"DP2KB harus punya pegangan untuk lima tahun ke depan dalam pembangunan kependudukan. Ini harus terintegrasi dengan RPJMD, di mana ada IPM. Bagaimana kita dapat mencapai target itu?" tegasnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Ia menambahkan PJPK merupakan instrumen penting yang mengintegrasikan 30 indikator pembangunan kependudukan yang kelompokan menjadi lima pilar utama yaitu Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, pembangunan Keluarga, dan Penataan Mobilitas Penduduk.
"Saat ini, Kutim telah mencapai 20 indikator. Kita harap ini bisa terus ditingkatkan melalui kontribusi semua pihak," Pungkasnya.
(Sf/Rs)