Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mewujudkan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Kutim.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan Meski masih ada sejumlah desa yang belum teraliri listrik, Pemkab optimis langkah bertahap yang dilakukan bersama PLN akan membuahkan hasil.
"Insyaallah tanggal 8 nanti saya akan meresmikan listrik di salah satu desa di Kecamatan Sandaran. Satu per satu sudah mulai terealisasi secara bertahap," ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, PLN sudah memberikan kontribusi dalam pembangunan akses listrik di Kutim. Tahun ini, berdasarkan catatan yang diterimanya, ada sekitar 9 hingga 15 desa yang siap untuk dialiri listrik.
“Tahun ini saya dapat catatan, kalau tidak salah ada 9 atau 15 desa yang sudah siap dilistriki oleh PLN. Soal target 100 persen, saya tentu ingin semuanya. Tapi ini kewenangan PLN sebagai perusahaan negara. Namun, mereka paham betul bahwa Kutim ini begitu luas dan mereka siap memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya percepatan pengaliran listrik di wilayah terpencil dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta, seperti PT Bumi Mas Agro (BMA) di Kecamatan Sandaran.
“Di Sandaran, salah satunya kita gunakan akses power dari PT BMA yang memiliki kelebihan daya. Energinya diserahkan ke PLN untuk dioperasikan dan disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan bahwa Pemkab Kutim juga siap mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT), termasuk dari limbah sawit. Ia menilai, potensi pemanfaatan energi dari biodiesel sawit sangat besar dan bisa menjadi solusi bagi daerah-daerah yang belum terjangkau PLN.
“Kita juga siap dengan menggunakan biodiesel dari sawit. Insyaallah, yang akan kami resmikan di Sandaran,” tambahnya.
Menurut Ardiansyah, sebagian besar inisiatif ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, yang langsung memberikan akses energi ke masyarakat tanpa harus melalui pemerintah pusat.
"Banyak perusahaan kita yang siap memberikan aksesnya kepada masyarakat. Enggak perlu sampai ke pusat," pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara PLN, swasta, dan Pemkab Kutim dapat terus berlanjut demi mewujudkan pemerataan energi listrik di seluruh pelosok Kutim.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mewujudkan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Kutim.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan Meski masih ada sejumlah desa yang belum teraliri listrik, Pemkab optimis langkah bertahap yang dilakukan bersama PLN akan membuahkan hasil.
"Insyaallah tanggal 8 nanti saya akan meresmikan listrik di salah satu desa di Kecamatan Sandaran. Satu per satu sudah mulai terealisasi secara bertahap," ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, PLN sudah memberikan kontribusi dalam pembangunan akses listrik di Kutim. Tahun ini, berdasarkan catatan yang diterimanya, ada sekitar 9 hingga 15 desa yang siap untuk dialiri listrik.
“Tahun ini saya dapat catatan, kalau tidak salah ada 9 atau 15 desa yang sudah siap dilistriki oleh PLN. Soal target 100 persen, saya tentu ingin semuanya. Tapi ini kewenangan PLN sebagai perusahaan negara. Namun, mereka paham betul bahwa Kutim ini begitu luas dan mereka siap memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya percepatan pengaliran listrik di wilayah terpencil dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta, seperti PT Bumi Mas Agro (BMA) di Kecamatan Sandaran.
“Di Sandaran, salah satunya kita gunakan akses power dari PT BMA yang memiliki kelebihan daya. Energinya diserahkan ke PLN untuk dioperasikan dan disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan bahwa Pemkab Kutim juga siap mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT), termasuk dari limbah sawit. Ia menilai, potensi pemanfaatan energi dari biodiesel sawit sangat besar dan bisa menjadi solusi bagi daerah-daerah yang belum terjangkau PLN.
“Kita juga siap dengan menggunakan biodiesel dari sawit. Insyaallah, yang akan kami resmikan di Sandaran,” tambahnya.
Menurut Ardiansyah, sebagian besar inisiatif ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, yang langsung memberikan akses energi ke masyarakat tanpa harus melalui pemerintah pusat.
"Banyak perusahaan kita yang siap memberikan aksesnya kepada masyarakat. Enggak perlu sampai ke pusat," pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara PLN, swasta, dan Pemkab Kutim dapat terus berlanjut demi mewujudkan pemerataan energi listrik di seluruh pelosok Kutim.
(Sf/Rs)