Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim dan ITS Rancang Strategi Pengembangan Ekonomi Maloy-Kaliorang

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Rapat Forum Discussion Penyusunan Dokumen Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi. Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, dan Studi Kelayakan Sarana-Prasarana Produksi di Kawasan Maloy Kaliorang. Kutai Timur. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Kawasan transmigrasi Maloy-Kaliorang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, saat membuka Forum Penyusunan Rencana Teknis & Studi Kelayakan, Rabu (15/10/2025), di GSG Bukit Pelangi, Sangatta.

    Menurut Mahyunadi, saat ini Direktorat Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi tengah menyusun dua dokumen strategis, yaitu rencana teknis pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi serta menyusun studi kelayakan sarana produksi di kawasan transmigrasi khususnya Maloy dan kaliorang.

    Kedua dokumen itu diharapkan menjadi landasan arah pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih terarah dan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Kawasan transmigrasi Maloy Kaliorang sangat strategis karena dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), yang mendapat perlakuan khusus dari pemerintah pusat,” ujar Mahyunadi.

    Ia mencontohkan salah satu insentif yang diberikan pemerintah di KEK MBTK adalah tax holiday, yaitu fasilitas pembebasan pajak yang nilainya sangat signifikan bagi investor.

    "Nilainya lumayan fantastik. Tapi tentu harus diiringi dengan pengetahuan yang cukup serta kajian potensi sumber daya alam dan kemampuan wilayah sekitar,” tambahnya.

    Mahyunadi juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) transmigran agar mampu mengelola potensi lokal secara maksimal. Dengan begitu, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis produk unggulan lokal.

    “Kita sangat berharap kehadiran tim dari ITS dan Kementerian Transmigrasi bisa memberi wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat kita di kawasan transmigrasi,” ucapnya.

    Ia berharap, dari forum ini akan lahir peta jalan pengembangan kawasan transmigrasi yang terukur dan terintegrasi. Hal ini mencakup penguatan SDM, pembentukan komunitas unggulan, serta penyediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai.

    Lebih jauh, Mahyunadi menyebut forum ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama antara Pemkab Kutim dan ITS.

    “Kerja sama ini bukan sekadar transfer ilmu, tapi bagian dari knowledge partnership untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim, Roma Malau mengatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana membentuk masyarakat Kutim berkualitas, memiliki daya saing, serta berkompetensi.

    “Ini yang harus kita hadapi bersama. Masyarakat harus dibina agar punya kapasitas untuk mengelola lahan dan potensi yang ada,” kata Roma Malau.

    Roma juga menyebutkan adanya program beasiswa dari Kementerian Transmigrasi yang ditujukan bagi anak-anak di kawasan transmigrasi, termasuk Maloy, Kaliorang, Kaubun, Sandaran, dan Sangkulirang.

    "Beasiswa ini dikhususkan untuk putra-putri yang tinggal di kawasan transmigrasi dan orang tuanya juga tinggal di kawasan itu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim dan ITS Rancang Strategi Pengembangan Ekonomi Maloy-Kaliorang

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Rapat Forum Discussion Penyusunan Dokumen Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi. Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, dan Studi Kelayakan Sarana-Prasarana Produksi di Kawasan Maloy Kaliorang. Kutai Timur. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Kawasan transmigrasi Maloy-Kaliorang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, saat membuka Forum Penyusunan Rencana Teknis & Studi Kelayakan, Rabu (15/10/2025), di GSG Bukit Pelangi, Sangatta.

    Menurut Mahyunadi, saat ini Direktorat Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi tengah menyusun dua dokumen strategis, yaitu rencana teknis pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi serta menyusun studi kelayakan sarana produksi di kawasan transmigrasi khususnya Maloy dan kaliorang.

    Kedua dokumen itu diharapkan menjadi landasan arah pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih terarah dan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Kawasan transmigrasi Maloy Kaliorang sangat strategis karena dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), yang mendapat perlakuan khusus dari pemerintah pusat,” ujar Mahyunadi.

    Ia mencontohkan salah satu insentif yang diberikan pemerintah di KEK MBTK adalah tax holiday, yaitu fasilitas pembebasan pajak yang nilainya sangat signifikan bagi investor.

    "Nilainya lumayan fantastik. Tapi tentu harus diiringi dengan pengetahuan yang cukup serta kajian potensi sumber daya alam dan kemampuan wilayah sekitar,” tambahnya.

    Mahyunadi juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) transmigran agar mampu mengelola potensi lokal secara maksimal. Dengan begitu, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis produk unggulan lokal.

    “Kita sangat berharap kehadiran tim dari ITS dan Kementerian Transmigrasi bisa memberi wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat kita di kawasan transmigrasi,” ucapnya.

    Ia berharap, dari forum ini akan lahir peta jalan pengembangan kawasan transmigrasi yang terukur dan terintegrasi. Hal ini mencakup penguatan SDM, pembentukan komunitas unggulan, serta penyediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai.

    Lebih jauh, Mahyunadi menyebut forum ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama antara Pemkab Kutim dan ITS.

    “Kerja sama ini bukan sekadar transfer ilmu, tapi bagian dari knowledge partnership untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim, Roma Malau mengatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana membentuk masyarakat Kutim berkualitas, memiliki daya saing, serta berkompetensi.

    “Ini yang harus kita hadapi bersama. Masyarakat harus dibina agar punya kapasitas untuk mengelola lahan dan potensi yang ada,” kata Roma Malau.

    Roma juga menyebutkan adanya program beasiswa dari Kementerian Transmigrasi yang ditujukan bagi anak-anak di kawasan transmigrasi, termasuk Maloy, Kaliorang, Kaubun, Sandaran, dan Sangkulirang.

    "Beasiswa ini dikhususkan untuk putra-putri yang tinggal di kawasan transmigrasi dan orang tuanya juga tinggal di kawasan itu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)