Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Bersinergi dengan Perusahaan Hadirkan Solusi Sampah Berkelanjutan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen mengatasi masalah sampah. Tidak hanya membuang sampah, Pemkab Kutim juga mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang punya nilai ekonomi sebagai solusi jangka panjang.

    Untuk mewujudkannya, Pemkab Kutim bekerja sama dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT Guataka dan PT Mutigo. Kerja sama ini diharapkan bisa membantu mengurangi jumlah sampah dan pencemaran lingkungan.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus mencakup tiga hal penting: pengumpulan, pengolahan, dan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    “Ini yang sekarang dalam pola pikir saya, bagaimana satu tahun ini sudah ada petanya. Sepertinya dalam program unggulan itu sudah masuk,”ujar Ardiansyah.

    Ia juga menjelaskan bahwa masalah sampah kini menjadi isu nasional, bukan hanya di Kutim. Maka dari itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi salah satu prioritas Pemkab.

    Sementara itu, Direktur PT Guataka, Tjokro Husni, menyatakan siap membantu Pemkab Kutim membangun sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

    “Ini sangat mendukung program Bapak Bupati. Kami akan mengakses data lapangan, dan bila sudah terkumpul, kami akan segera kembali untuk tindak lanjut,” ungkap Tjokro.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pengolahan sampah dapat dilihat di pabrik yang berlokasi di Pulau Jawa, dan dapat dijadikan contoh. Di fasilitas pabrik tersebut, sekitar 10 ton sampah per hari diolah menjadi berbagai produk turunan.

    “Sampah organik diproses menjadi kompos, pakan maggot, dan pelet plastik. Sementara plastik kami olah menjadi produk akhir seperti paving block,” jelasnya.

    Teknologi yang digunakan juga ramah lingkungan karena memakai sistem yang mudah terurai secara alami.

    "Jadi semua sampah itu harus kita olah, kita degradasi menjadi produk yang friendly dengan bumi" tutupnya 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Bersinergi dengan Perusahaan Hadirkan Solusi Sampah Berkelanjutan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen mengatasi masalah sampah. Tidak hanya membuang sampah, Pemkab Kutim juga mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang punya nilai ekonomi sebagai solusi jangka panjang.

    Untuk mewujudkannya, Pemkab Kutim bekerja sama dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT Guataka dan PT Mutigo. Kerja sama ini diharapkan bisa membantu mengurangi jumlah sampah dan pencemaran lingkungan.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus mencakup tiga hal penting: pengumpulan, pengolahan, dan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    “Ini yang sekarang dalam pola pikir saya, bagaimana satu tahun ini sudah ada petanya. Sepertinya dalam program unggulan itu sudah masuk,”ujar Ardiansyah.

    Ia juga menjelaskan bahwa masalah sampah kini menjadi isu nasional, bukan hanya di Kutim. Maka dari itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi salah satu prioritas Pemkab.

    Sementara itu, Direktur PT Guataka, Tjokro Husni, menyatakan siap membantu Pemkab Kutim membangun sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

    “Ini sangat mendukung program Bapak Bupati. Kami akan mengakses data lapangan, dan bila sudah terkumpul, kami akan segera kembali untuk tindak lanjut,” ungkap Tjokro.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pengolahan sampah dapat dilihat di pabrik yang berlokasi di Pulau Jawa, dan dapat dijadikan contoh. Di fasilitas pabrik tersebut, sekitar 10 ton sampah per hari diolah menjadi berbagai produk turunan.

    “Sampah organik diproses menjadi kompos, pakan maggot, dan pelet plastik. Sementara plastik kami olah menjadi produk akhir seperti paving block,” jelasnya.

    Teknologi yang digunakan juga ramah lingkungan karena memakai sistem yang mudah terurai secara alami.

    "Jadi semua sampah itu harus kita olah, kita degradasi menjadi produk yang friendly dengan bumi" tutupnya 

    (Sf/Rs)