Cari disini...
Seputar Kaltim
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menurunkan angka kemiskinan di setiap tahunnya.
"Untuk menangani kemiskinan, kami telah melakukan berbagai upaya. Ini menjadi perhatian bersama dan fokus kita," kata Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Sy. Vanesa Vilna, Kamis (4/1/2024).
Ia mengatakan pada 2021, angka kemiskinan sekitar 7,99 persen dan di 2022 turun 0,3 persen menjadi 7,96 persen.
Sedangkan pada 2023, angka kemiskinan sekitar 7,61 persen.
Sementara target RKPD di 2023 dalam penanganan kemiskinan, yakni 7,64 persen. "Artinya target itu telah dicapai di 2023," ucapnya.
Strategi yang dilakukan pemerintah, kata dia, adalah dengan memberikan berbagai bantuan mulai dari atap lantai dinding (aladin), memberikan fasilitas pendidikan kejar paket dan lainnya.
"Bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang masuk ke dalam aplikasi Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK)," ungkapnya.
Dalam penanganan kemiskinan, pemkab juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar dan kini sudah banyak perusahaan yang terlibat dalam aplikasi RBPK tersebut.
"Strategi yang akan kita lakukan di 2024 masih sama dengan sebelumnya, tapi kita terus berupaya maksimal dalam penanganan kemiskinan," jelasnya. Ia menyebutkan di 2024 ini, pemerintah mentargetkan angka kemiskinan di Kukar menjadi 7,5 persen.
Untuk mencapai target tersebut pastinya perlu sinergi antar stakeholder, baik itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun perusahaan.
Dirinya berharap, angka kemiskinan pada 2024 ini bisa melebihi target. Dengan nilai persentase tersebut menunjukan kemiskinan di Kukar alami penurunan.
"Kami yakin persentase kemiskinan tahun ini melebihi target, kita terus bekerja maksimal untuk memberikan kelayakan kepada masyarakat," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menurunkan angka kemiskinan di setiap tahunnya.
"Untuk menangani kemiskinan, kami telah melakukan berbagai upaya. Ini menjadi perhatian bersama dan fokus kita," kata Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Sy. Vanesa Vilna, Kamis (4/1/2024).
Ia mengatakan pada 2021, angka kemiskinan sekitar 7,99 persen dan di 2022 turun 0,3 persen menjadi 7,96 persen.
Sedangkan pada 2023, angka kemiskinan sekitar 7,61 persen.
Sementara target RKPD di 2023 dalam penanganan kemiskinan, yakni 7,64 persen. "Artinya target itu telah dicapai di 2023," ucapnya.
Strategi yang dilakukan pemerintah, kata dia, adalah dengan memberikan berbagai bantuan mulai dari atap lantai dinding (aladin), memberikan fasilitas pendidikan kejar paket dan lainnya.
"Bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang masuk ke dalam aplikasi Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK)," ungkapnya.
Dalam penanganan kemiskinan, pemkab juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar dan kini sudah banyak perusahaan yang terlibat dalam aplikasi RBPK tersebut.
"Strategi yang akan kita lakukan di 2024 masih sama dengan sebelumnya, tapi kita terus berupaya maksimal dalam penanganan kemiskinan," jelasnya. Ia menyebutkan di 2024 ini, pemerintah mentargetkan angka kemiskinan di Kukar menjadi 7,5 persen.
Untuk mencapai target tersebut pastinya perlu sinergi antar stakeholder, baik itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun perusahaan.
Dirinya berharap, angka kemiskinan pada 2024 ini bisa melebihi target. Dengan nilai persentase tersebut menunjukan kemiskinan di Kukar alami penurunan.
"Kami yakin persentase kemiskinan tahun ini melebihi target, kita terus bekerja maksimal untuk memberikan kelayakan kepada masyarakat," pungkasnya.
(Sf/By)