Seputar Kaltim

    Pemkab Kukar Siapkan Strategi Tekan Angka Inflasi Menjelang Nataru 2025

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    17 Desember 2024 pukul 14:46 WITA

    Bahan pokok di pasar Mangkurawang, Kelurahan Mangkurawang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok (Bapok) menjelang Natal 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru).

    Salah satunya menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menekan angka inflasi. Sebab, angka permintaan barang cukup tinggi yang berpotensi memicu kelangkaan stok dan meningkatnya harga barang. 

    Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi untuk menjaga stabilitas harga, serta pasokan pangan agar ketersediaan pangan mencukupi, distribusi berjalan lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Ia menyebut peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi krusial dalam memantau kebutuhan pangan disetiap wilayah. Gerakan Pangan Murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar untuk menjaga keseimbangan harga di tengah meningkatnya kebutuhan bapok menjelang nataru.

    Edi juga menekankan komitmen Kukar untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Dukungan terhadap sektor pertanian juga terus dilakukan melalui program seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kecamatan Tenggarong Seberang dan kegiatan karya bakti Polres Kukar berbasis pertanian.

    Langkah ini juga mendukung pertumbuhan UMKM di sektor pangan. "Kita berharap upaya bersama ini tidak hanya menekan inflasi tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah,” harapnya.

    Adapun harga bahan pokok di Kabupaten Kukar, Bawang merah Rp38 ribu per Kilogram (Kg), Bawang putih Rp36 ribu per Kg, Cabai rawit Rp36 ribu per Kg, Cabai merah Rp31 ribu per Kg, 
    Beras medium Rp13 ribu per Kg, Minyak goreng Rp17 ribu per lite dan Telur ayam Rp30 ribu per Kg.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kukar Siapkan Strategi Tekan Angka Inflasi Menjelang Nataru 2025

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    17 Desember 2024 pukul 14:46 WITA

    Bahan pokok di pasar Mangkurawang, Kelurahan Mangkurawang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok (Bapok) menjelang Natal 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru).

    Salah satunya menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menekan angka inflasi. Sebab, angka permintaan barang cukup tinggi yang berpotensi memicu kelangkaan stok dan meningkatnya harga barang. 

    Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi untuk menjaga stabilitas harga, serta pasokan pangan agar ketersediaan pangan mencukupi, distribusi berjalan lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Ia menyebut peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi krusial dalam memantau kebutuhan pangan disetiap wilayah. Gerakan Pangan Murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar untuk menjaga keseimbangan harga di tengah meningkatnya kebutuhan bapok menjelang nataru.

    Edi juga menekankan komitmen Kukar untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Dukungan terhadap sektor pertanian juga terus dilakukan melalui program seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kecamatan Tenggarong Seberang dan kegiatan karya bakti Polres Kukar berbasis pertanian.

    Langkah ini juga mendukung pertumbuhan UMKM di sektor pangan. "Kita berharap upaya bersama ini tidak hanya menekan inflasi tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah,” harapnya.

    Adapun harga bahan pokok di Kabupaten Kukar, Bawang merah Rp38 ribu per Kilogram (Kg), Bawang putih Rp36 ribu per Kg, Cabai rawit Rp36 ribu per Kg, Cabai merah Rp31 ribu per Kg, 
    Beras medium Rp13 ribu per Kg, Minyak goreng Rp17 ribu per lite dan Telur ayam Rp30 ribu per Kg.

    (Sf/By)