Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Sediakan 5 Hektare Lahan untuk Bangun Sekolah Rakyat yang Didanai Kemensos

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2025 pukul 19:05 WITA
    114

    Asisten I Setkab Berau, M. Hendratno. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberi dukungan penuh terhadap program nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yakni Program Sekolah Rakyat.

    Asisten I Setkab Berau, M. Hendratno mengatakan bahwa Pemkab Berau telah menyiapkan lima hektare lahan yang berlokasi di Kecamatan Gunung Tabur, dengan sistem pinjam pakai kepada Kementerian Sosial dan saat ini pihaknya sudah melengkapi berkas-berkas persyaratan untuk program sekolah rakyat seperti video, keterangan status tanah dan setelah itu baru tahap verifikasi.

    "Kita tunggu tim dari nasional untuk memverifikasi. Setelah mereka verifikasi, nanti ada sebagian dilaksanakan tahun ajaran 2025-2026 di 200 atau 300 titik sekolah. Nah untuk Berau ini masuk yang keberapa kita belum tahu," ujar Hendratno, Rabu (30/4/2025).

    Ia pun menyebut, untuk bangunan sekolah nanti bisa saja menggunakan bangunan yang sudah eks. Namun dirinya berfikir lebih bagus menyiapkan bangunan baru agar lebih tertata dan representatif.

    "Sekolah tersebut di peruntukan dari tingkat SD, SMP, SMA. Bangunan akan jadi satu tempat terpadu dan itu mungkin mengarah kepada boarding school, ada asrama, saya pikir cukup bagus. Jadi bisa ada pilihan," tuturnya.

    Selain itu, ia menyebut untuk anggaran bangunan sekolah rakyat tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, terkait jumlah anggaran tidak membatasi.

    "Nanti dia melihat dulu, seperti apa kepentingan kita, jadi mungkin dia akan menyesuaikan keperluan kita. Karna kita ini kan menyesuaikan, bayangkan saja itu satu unit SD, satu SMP, satu SMA kali tiga bangunan ya lumayan itu," ujarnya.

    Program sekolah rakyat ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu seperti dari desil l dan desil ll. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam memperjuangkan dunia pendidikan di masyarakat agar lebih maju dan sejahtera.

    "Kita melihat, misalnya ada kesulitan orang tua yang jarak sekolahnya jauh, kemudian orang tuanya sibuk bekerja dan anaknya kurang maksimal diurus. Jadi yang masuk kesana di peruntukan untuk warga kurang mampu," katanya.

    Hendratno pun berharap fasilitas pendukung pun dapat dilengkapi dan memadai seperti asrama murid maupun guru. Dirinya mengatakan untuk tenaga pendidik nanti akan direkrut oleh kementerian pendidikan.

    "Bisa dari guru PNS, bisa dari PPPK atau bisa dari guru yang paruh waktu itu atau guru yang sudah pernah PPG. Alhamdulillah bagus programnya salah satu kewajiban negara," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Sediakan 5 Hektare Lahan untuk Bangun Sekolah Rakyat yang Didanai Kemensos

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2025 pukul 19:05 WITA
    114

    Asisten I Setkab Berau, M. Hendratno. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberi dukungan penuh terhadap program nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yakni Program Sekolah Rakyat.

    Asisten I Setkab Berau, M. Hendratno mengatakan bahwa Pemkab Berau telah menyiapkan lima hektare lahan yang berlokasi di Kecamatan Gunung Tabur, dengan sistem pinjam pakai kepada Kementerian Sosial dan saat ini pihaknya sudah melengkapi berkas-berkas persyaratan untuk program sekolah rakyat seperti video, keterangan status tanah dan setelah itu baru tahap verifikasi.

    "Kita tunggu tim dari nasional untuk memverifikasi. Setelah mereka verifikasi, nanti ada sebagian dilaksanakan tahun ajaran 2025-2026 di 200 atau 300 titik sekolah. Nah untuk Berau ini masuk yang keberapa kita belum tahu," ujar Hendratno, Rabu (30/4/2025).

    Ia pun menyebut, untuk bangunan sekolah nanti bisa saja menggunakan bangunan yang sudah eks. Namun dirinya berfikir lebih bagus menyiapkan bangunan baru agar lebih tertata dan representatif.

    "Sekolah tersebut di peruntukan dari tingkat SD, SMP, SMA. Bangunan akan jadi satu tempat terpadu dan itu mungkin mengarah kepada boarding school, ada asrama, saya pikir cukup bagus. Jadi bisa ada pilihan," tuturnya.

    Selain itu, ia menyebut untuk anggaran bangunan sekolah rakyat tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, terkait jumlah anggaran tidak membatasi.

    "Nanti dia melihat dulu, seperti apa kepentingan kita, jadi mungkin dia akan menyesuaikan keperluan kita. Karna kita ini kan menyesuaikan, bayangkan saja itu satu unit SD, satu SMP, satu SMA kali tiga bangunan ya lumayan itu," ujarnya.

    Program sekolah rakyat ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu seperti dari desil l dan desil ll. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam memperjuangkan dunia pendidikan di masyarakat agar lebih maju dan sejahtera.

    "Kita melihat, misalnya ada kesulitan orang tua yang jarak sekolahnya jauh, kemudian orang tuanya sibuk bekerja dan anaknya kurang maksimal diurus. Jadi yang masuk kesana di peruntukan untuk warga kurang mampu," katanya.

    Hendratno pun berharap fasilitas pendukung pun dapat dilengkapi dan memadai seperti asrama murid maupun guru. Dirinya mengatakan untuk tenaga pendidik nanti akan direkrut oleh kementerian pendidikan.

    "Bisa dari guru PNS, bisa dari PPPK atau bisa dari guru yang paruh waktu itu atau guru yang sudah pernah PPG. Alhamdulillah bagus programnya salah satu kewajiban negara," tandasnya.

    (Sf/Rs)