Cari disini...
Seputar Kaltim
Peluncuran program dalling dan batik untuk Derawan, Maratua dan budaya di siarkan melalui YouTube Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat branding daerah melalui peluncuran program Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua dan Budaya.
Peluncuran program ini dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, branding Berau dibangun melalui perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, Derawan dan Maratua memang menjadi ikon wisata Berau, namun keduanya tidak bisa dipisahkan dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat.
"Mengenal Maratua dan Derawan tentu sangat bagus, namun kurang lengkap rasanya jika tidak mengenal Berau secara keseluruhan. Karena itu, kami melibatkan para penari untuk menampilkan tarian khas suku-suku asli Berau, yaitu Suku Bajau dengan pakaian birunya, Suku Banua berbusana kuning, serta Suku Dayak," ujar Sri Juniarsih.
Ia menjelaskan, promosi budaya tersebut menjadi pelengkap potensi wisata bahari yang telah dikenal luas. Pulau Derawan yang berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan fenomena Tornado Barracuda di Pulau Maratua merupakan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama Kabupaten Berau.
"Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi wisata, kebudayaan, serta produk ekonomi kreatif Berau kepada masyarakat nasional hingga pasar internasional," katanya.
Selain itu, Pemkab Berau juga memperkenalkan perkembangan batik khas daerah yang kini tampil lebih modern. Beragam motif seperti Batik Ulin, Batik Sodiq, Batik Putri Maluang, hingga Batik Dumaring.
"Batik-batik itu terus kita kembangkan agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal," tambahnya.
Ia pun mengatakan upaya itu diperkuat melalui kolaborasi dengan desainer kimono asal Tokyo, Nakano Sensei. Motif Batik Maratua dan Derawan akan dituangkan ke dalam busana kimono yang rencananya dikenakan oleh Putra-Putri Batik Nusantara 2026 pada malam grand final.
"Alhamdulillah, batik-batik yang kita miliki saat ini kian berkembang pesat. Lewat penyegaran desain dan kolaborasi bersama, kami optimistis Batik Berau tidak hanya dicintai warga lokal, tetapi benar-benar mampu go international," tegasnya.
Sri Juniarsih berharap berharap program Dalling dan Batik menjadi langkah nyata dalam memperkuat citra Berau sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya dan produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat dunia.
"Melalui promosi yang terintegrasi antara wisata, budaya dan batik, kami ingin semakin banyak masyarakat dunia mengenal Berau, datang berkunjung, sekaligus mencintai produk-produk unggulan yang kami miliki," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peluncuran program dalling dan batik untuk Derawan, Maratua dan budaya di siarkan melalui YouTube Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat branding daerah melalui peluncuran program Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua dan Budaya.
Peluncuran program ini dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, branding Berau dibangun melalui perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, Derawan dan Maratua memang menjadi ikon wisata Berau, namun keduanya tidak bisa dipisahkan dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat.
"Mengenal Maratua dan Derawan tentu sangat bagus, namun kurang lengkap rasanya jika tidak mengenal Berau secara keseluruhan. Karena itu, kami melibatkan para penari untuk menampilkan tarian khas suku-suku asli Berau, yaitu Suku Bajau dengan pakaian birunya, Suku Banua berbusana kuning, serta Suku Dayak," ujar Sri Juniarsih.
Ia menjelaskan, promosi budaya tersebut menjadi pelengkap potensi wisata bahari yang telah dikenal luas. Pulau Derawan yang berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan fenomena Tornado Barracuda di Pulau Maratua merupakan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama Kabupaten Berau.
"Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi wisata, kebudayaan, serta produk ekonomi kreatif Berau kepada masyarakat nasional hingga pasar internasional," katanya.
Selain itu, Pemkab Berau juga memperkenalkan perkembangan batik khas daerah yang kini tampil lebih modern. Beragam motif seperti Batik Ulin, Batik Sodiq, Batik Putri Maluang, hingga Batik Dumaring.
"Batik-batik itu terus kita kembangkan agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal," tambahnya.
Ia pun mengatakan upaya itu diperkuat melalui kolaborasi dengan desainer kimono asal Tokyo, Nakano Sensei. Motif Batik Maratua dan Derawan akan dituangkan ke dalam busana kimono yang rencananya dikenakan oleh Putra-Putri Batik Nusantara 2026 pada malam grand final.
"Alhamdulillah, batik-batik yang kita miliki saat ini kian berkembang pesat. Lewat penyegaran desain dan kolaborasi bersama, kami optimistis Batik Berau tidak hanya dicintai warga lokal, tetapi benar-benar mampu go international," tegasnya.
Sri Juniarsih berharap berharap program Dalling dan Batik menjadi langkah nyata dalam memperkuat citra Berau sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya dan produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat dunia.
"Melalui promosi yang terintegrasi antara wisata, budaya dan batik, kami ingin semakin banyak masyarakat dunia mengenal Berau, datang berkunjung, sekaligus mencintai produk-produk unggulan yang kami miliki," pungkasnya.
(Sf/Lo)