Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Perangi Stunting melalui Program Genting

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Ruadianto
    20 Desember 2024 pukul 16:53 WITA
    124

    Pemberian Bantuan nutrisi dalam acara program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting). (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting), di Gedung Balai Mufakat, Jumat, (20/12/2024). 

    Acara program Genting dibuka oleh Bupati Berau diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah.

    Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang memiliki anak stunting melalui pendampingan yang dilakukan pemerintah.

    Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan kegiatan pada hari ini adalah dalam rangka BKKBN Provinsi Kaltim memberikan sosialisasi terkait dengan Genting. Sebelumnya, program ini dikenal dengan BAAS yakni "Bapak atau Bunda Anak Asuh Stunting". Kini, nama tersebut telah berubah menjadi "Genting", yang mencerminkan pendekatan baru dalam penanganan stunting.

    "Nah jadi sekarang kita undang dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan penurunan angka stunting," ujar Rabiatul Islamiah. 

    Dalam kegiatan ini di undang Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Dinas Pendidikan, Kader Posyandu,Tim Penggerak PKK, serta hadir anak-anak yang sehat dan orang tua mereka, yang diberi edukasi tentang pentingnya nutrisi.

    Selain itu, ia menyampaikan bahwa Angka Stunting 2022 menunjukan 21,6 persen dan 2023 meningkat menjadi 23 persen. Dirinya berharap dengan kolaborasi bersama OPD terkait serta perusahaan-perusahaan dan terutama Posyandu dapat menekan angka stunting dengan cara meningkatkan kunjungan ke Posyandu.

    "Kita harapkan kalau 2024 itu targetnya 14 persen paling tidak kita dibawah dari 23 persen lah, 19 atau 17 persen, kita berharap artinya angka stunting di Berau tidak ada," tuturnya.

    Dirinya sangat menyayangi angka stunting di Berau yang tinggi, pasalnya sumber daya alam yang di berau sangat luar biasa, namun dirinya mengakui bahwa kurangnya edukasi kepada orang tua terkait pemberian makan anak dari kehamilan calon pengantin hingga 1000 hari kelahiran.

    "Nah ini juga targetnya terkait dengan Genting ini dari kementerian baru, itu 1000 hari kelahiran, jadi selama 2 tahun itu kita berikan pendampingan untuk anak-anak itu betul-betul sehat," pungkasnya.

    Rabiatul berharap dengan sinergi antara OPD, perusahaan, dan masyarakat, upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Berau diharapkan dapat tercapai, sehingga setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Perangi Stunting melalui Program Genting

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Ruadianto
    20 Desember 2024 pukul 16:53 WITA
    124

    Pemberian Bantuan nutrisi dalam acara program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting). (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting), di Gedung Balai Mufakat, Jumat, (20/12/2024). 

    Acara program Genting dibuka oleh Bupati Berau diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah.

    Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang memiliki anak stunting melalui pendampingan yang dilakukan pemerintah.

    Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan kegiatan pada hari ini adalah dalam rangka BKKBN Provinsi Kaltim memberikan sosialisasi terkait dengan Genting. Sebelumnya, program ini dikenal dengan BAAS yakni "Bapak atau Bunda Anak Asuh Stunting". Kini, nama tersebut telah berubah menjadi "Genting", yang mencerminkan pendekatan baru dalam penanganan stunting.

    "Nah jadi sekarang kita undang dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan penurunan angka stunting," ujar Rabiatul Islamiah. 

    Dalam kegiatan ini di undang Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Dinas Pendidikan, Kader Posyandu,Tim Penggerak PKK, serta hadir anak-anak yang sehat dan orang tua mereka, yang diberi edukasi tentang pentingnya nutrisi.

    Selain itu, ia menyampaikan bahwa Angka Stunting 2022 menunjukan 21,6 persen dan 2023 meningkat menjadi 23 persen. Dirinya berharap dengan kolaborasi bersama OPD terkait serta perusahaan-perusahaan dan terutama Posyandu dapat menekan angka stunting dengan cara meningkatkan kunjungan ke Posyandu.

    "Kita harapkan kalau 2024 itu targetnya 14 persen paling tidak kita dibawah dari 23 persen lah, 19 atau 17 persen, kita berharap artinya angka stunting di Berau tidak ada," tuturnya.

    Dirinya sangat menyayangi angka stunting di Berau yang tinggi, pasalnya sumber daya alam yang di berau sangat luar biasa, namun dirinya mengakui bahwa kurangnya edukasi kepada orang tua terkait pemberian makan anak dari kehamilan calon pengantin hingga 1000 hari kelahiran.

    "Nah ini juga targetnya terkait dengan Genting ini dari kementerian baru, itu 1000 hari kelahiran, jadi selama 2 tahun itu kita berikan pendampingan untuk anak-anak itu betul-betul sehat," pungkasnya.

    Rabiatul berharap dengan sinergi antara OPD, perusahaan, dan masyarakat, upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Berau diharapkan dapat tercapai, sehingga setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

    (Sf/Rs)