Pemkab Berau Gelontorkan Rp4,2 Miliar untuk Bangun SPAM di Kampung Siduung Indah

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    16 Oktober 2025 11:56 WIB

    Pembangunan SPAM di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 miliar dari APBD tahun 2025 untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah.

    Langkah ini pun menjadi bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam memperluas akses air bersih hingga ke wilayah pedalaman. Proyek SPAM tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar ratusan kepala keluarga (KK) di Siduung Indah yang selama ini masih mengandalkan sumber air tradisional.

    Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, menjelaskan, pembangunan SPAM akan difokuskan pada jaringan distribusi utama serta fasilitas penunjang lainnya agar layanan air bersih dapat dinikmati secara berkelanjutan.

    "Selama ini masyarakat masih bergantung pada sumber air alami yang tidak selalu memenuhi standar kesehatan. Melalui pembangunan SPAM ini, kami ingin memastikan warga di wilayah pedalaman juga mendapat hak yang sama atas layanan dasar," ungkap Decty.

    Ia pun mengatakan bahwa setelah menyelesaikan proses lelang, maka pekerjaan fisik segera dimulai. DPUPR pun menargetkan untuk pekerjaan proyek tersebut diperkirakan rampung hingga akhir 2025, sehingga layanan air bersih dapat segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun berikutnya. 

    Tahapan pekerjaan pun meliputi pembangunan instalasi, jaringan pipa, serta fasilitas penunjang lainnya. 

    "Seluruh proses akan dilakukan sesuai standar teknis agar pelayanan bisa berkelanjutan," ujarnya.

    Dirinya pun mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan menyediakan air bersih, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

    "Akses air yang layak akan membantu mencegah penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, dan mendukung program nasional penurunan angka stunting," terangnya.

    Ia menyampaikan, pembangunan SPAM Siduung Indah juga menjadi bagian dari agenda besar pemerataan infrastruktur di Kabupaten Berau. Dimana pemerintah ingin mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedalaman melalui penyediaan fasilitas dasar yang merata.

    "Prinsip kami jelas, tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam hal akses layanan dasar. Semua berhak mendapat fasilitas yang layak. karena itu, setiap tahun kami upayakan ada titik-titik Baru pembangunan jaringan air minum," tuturnya.

    Terakhir, Decty menyampaikan bahwa keberhasilan program ini juga bergantung pada dukungan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. 

    "Pemerintah membangun, masyarakat yang menikmati. Karena itu, mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkab Berau Gelontorkan Rp4,2 Miliar untuk Bangun SPAM di Kampung Siduung Indah

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    16 Oktober 2025 11:56 WIB

    Pembangunan SPAM di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 miliar dari APBD tahun 2025 untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah.

    Langkah ini pun menjadi bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam memperluas akses air bersih hingga ke wilayah pedalaman. Proyek SPAM tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar ratusan kepala keluarga (KK) di Siduung Indah yang selama ini masih mengandalkan sumber air tradisional.

    Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, menjelaskan, pembangunan SPAM akan difokuskan pada jaringan distribusi utama serta fasilitas penunjang lainnya agar layanan air bersih dapat dinikmati secara berkelanjutan.

    "Selama ini masyarakat masih bergantung pada sumber air alami yang tidak selalu memenuhi standar kesehatan. Melalui pembangunan SPAM ini, kami ingin memastikan warga di wilayah pedalaman juga mendapat hak yang sama atas layanan dasar," ungkap Decty.

    Ia pun mengatakan bahwa setelah menyelesaikan proses lelang, maka pekerjaan fisik segera dimulai. DPUPR pun menargetkan untuk pekerjaan proyek tersebut diperkirakan rampung hingga akhir 2025, sehingga layanan air bersih dapat segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun berikutnya. 

    Tahapan pekerjaan pun meliputi pembangunan instalasi, jaringan pipa, serta fasilitas penunjang lainnya. 

    "Seluruh proses akan dilakukan sesuai standar teknis agar pelayanan bisa berkelanjutan," ujarnya.

    Dirinya pun mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan menyediakan air bersih, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

    "Akses air yang layak akan membantu mencegah penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, dan mendukung program nasional penurunan angka stunting," terangnya.

    Ia menyampaikan, pembangunan SPAM Siduung Indah juga menjadi bagian dari agenda besar pemerataan infrastruktur di Kabupaten Berau. Dimana pemerintah ingin mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedalaman melalui penyediaan fasilitas dasar yang merata.

    "Prinsip kami jelas, tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam hal akses layanan dasar. Semua berhak mendapat fasilitas yang layak. karena itu, setiap tahun kami upayakan ada titik-titik Baru pembangunan jaringan air minum," tuturnya.

    Terakhir, Decty menyampaikan bahwa keberhasilan program ini juga bergantung pada dukungan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. 

    "Pemerintah membangun, masyarakat yang menikmati. Karena itu, mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang," tandasnya.

    (Sf/Rs)