Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Gelontorkan Rp 2,6 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan Merancang Ulu–Pulau Besing

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 September 2025 pukul 20:05 WITA

    Jembatan Merancang Ulu-Pulau Besing. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan penghubung antara Kampung Merancang Ulu menuju Kampung Pulau Besing.

    Proyek tersebut pun menjawab keluhan masyarakat yang selama ini harus beraktivitas dengan kondisi infrastruktur yang rusak dan membahayakan. Diketahui juga jalan penghubung tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan akses transportasi yang layak dan aman bagi masyarakat.

    "Perbaikan ini sangat penting, karena jalur tersebut menjadi akses utama aktivitas warga, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun sosial," ungkap Fendra.

    Ia pun mengatakan, struktur jalan dan jembatan sebelumnya telah mengalami kerusakan dan sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Sehingga, ia pun menilai perlu dilakukan penguatan menyeluruh, terutama pada jembatan, guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

    "Kami ingin setelah pekerjaan selesai, masyarakat langsung merasakan manfaatnya, mobilitas lebih lancar, perjalanan lebih aman, dan tentu saja mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," tambahnya.

    Menurutnya, dengan adanya akses yang lebih baik maka akan menjadi energi baru bagi masyarakat di dua kampung tersebut. Terlebih ketika akses antarkampung dapat lebih lancar dan aman pasti akan menunjang aktivitas warga sekitar.

    "Dampaknya bisa sangat luas, termasuk peningkatan ekonomi keluarga," tuturnya.

    Fendra pun menegaskan dalam pengerjaan proyek, DPUPR menekankan pentingnya kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. Sehingga, dirinya pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

    "Kami ingin hasilnya benar-benar bermanfaat jangka panjang. Karena itu, pengawasan dari masyarakat sangat penting agar pembangunan ini berjalan maksimal," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Berau Gelontorkan Rp 2,6 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan Merancang Ulu–Pulau Besing

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 September 2025 pukul 20:05 WITA

    Jembatan Merancang Ulu-Pulau Besing. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan penghubung antara Kampung Merancang Ulu menuju Kampung Pulau Besing.

    Proyek tersebut pun menjawab keluhan masyarakat yang selama ini harus beraktivitas dengan kondisi infrastruktur yang rusak dan membahayakan. Diketahui juga jalan penghubung tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan akses transportasi yang layak dan aman bagi masyarakat.

    "Perbaikan ini sangat penting, karena jalur tersebut menjadi akses utama aktivitas warga, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun sosial," ungkap Fendra.

    Ia pun mengatakan, struktur jalan dan jembatan sebelumnya telah mengalami kerusakan dan sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Sehingga, ia pun menilai perlu dilakukan penguatan menyeluruh, terutama pada jembatan, guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

    "Kami ingin setelah pekerjaan selesai, masyarakat langsung merasakan manfaatnya, mobilitas lebih lancar, perjalanan lebih aman, dan tentu saja mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," tambahnya.

    Menurutnya, dengan adanya akses yang lebih baik maka akan menjadi energi baru bagi masyarakat di dua kampung tersebut. Terlebih ketika akses antarkampung dapat lebih lancar dan aman pasti akan menunjang aktivitas warga sekitar.

    "Dampaknya bisa sangat luas, termasuk peningkatan ekonomi keluarga," tuturnya.

    Fendra pun menegaskan dalam pengerjaan proyek, DPUPR menekankan pentingnya kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. Sehingga, dirinya pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

    "Kami ingin hasilnya benar-benar bermanfaat jangka panjang. Karena itu, pengawasan dari masyarakat sangat penting agar pembangunan ini berjalan maksimal," tandasnya.

    (Sf/Rs)