Pemkab Berau Diminta Tanggap Abrasi dan Koneksi Jaringan di Pulau Maratua

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    15 November 2025 07:59 WIB

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Salah satu destinasi wisata unggulan di Bumi Batiwakkal, yakni Pulau Maratua kembali menjadi sorotan. Pulau yang di kenal dengan keindahan wisata baharinya itu kini dihadapkan pada tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

    Abrasi yang terus menggerus bibir pantai dan masalah koneksi jaringan telekomunikasi yang lemah menjadi isu yang mendesak untuk segera ditangani agar keberlanjutan sektor pariwisata dan kehidupan masyarakat lokal tetap terjaga.

    Salah satu warga lokal, Tarisno, mengatakan bahwa abrasi tersebut semakin parah terutama saat angin selatan bertiup kencang antara November hingga Desember.

    "Dulu air laut belum pernah sampai ke jalan. Sekarang, setiap musim angin selatan pasti ada abrasi. Dalam setahun bisa bergeser sekitar satu meter," ungkap Tarisno.

    Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Berau periode 2019-2024, Madri Pani turut menyuarakan pentingnya langkah cepat dari Pemkab Berau untuk mengatasi abrasi yang semakin merusak ekosistem pantai, sekaligus mengancam keberadaan UMKM yang bergantung pada sektor wisata.

    "Pemerintah harus segera menangani abrasi ini. Salah satu solusinya adalah pemerintah bisa membuat pemecah ombak. Akan sangat disayangkan kalau keindahan pantai di Pulau Maratua ini hilang karena abrasi. UMKM di sepanjang pantai juga bisa tergeser," ujar Madri Pani.

    Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya jaringan komunikasi di Maratua yang hingga kini masih menjadi kendala bagi masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, pemerintah harus proaktif memperjuangkan pembangunan tower jaringan di wilayah pulau. Dimana, saat ini, sinyal yang ada di pulau tersebut bergantung pada jaringan dari Tanjung Batu yang sering kali terganggu, terutama saat musim liburan.

    "Kalau wisatawan ramai, jaringan langsung down. Padahal jaringan kuat penting, bukan hanya untuk komunikasi darurat, tapi juga agar wisatawan bisa mempromosikan Maratua lewat media sosial. Ini penting agar Maratua bisa semakin dikenal dan menarik lebih banyak pengunjung," tambahnya.

    Dirinya pun menegaskan bahwa konektivitas jaringan yang baik sangat penting bukan hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk pendidikan dan pelayanan administrasi publik di tingkat kampung.

    "Jaringan yang tidak stabil akan memengaruhi proses belajar anak-anak di sini. Jika jaringan tidak stabil, anak-anak kesulitan untuk mengakses pembelajaran online. Begitu juga pemerintahan kampung yang kesulitan melakukan pelaporan secara real-time," ungkapnya.

    Terakhir, Madri pun berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat Pulau Maratua seperti melakukan perbaikan infrastruktur, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat dan alam setempat.

    "Masyarakat Pulau Maratua luar biasa. Mereka bertahan dengan segala keterbatasan, tetapi tetap menjaga keindahan alam dan potensi wisata mereka. Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat di sini," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkab Berau Diminta Tanggap Abrasi dan Koneksi Jaringan di Pulau Maratua

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    15 November 2025 07:59 WIB

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Salah satu destinasi wisata unggulan di Bumi Batiwakkal, yakni Pulau Maratua kembali menjadi sorotan. Pulau yang di kenal dengan keindahan wisata baharinya itu kini dihadapkan pada tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

    Abrasi yang terus menggerus bibir pantai dan masalah koneksi jaringan telekomunikasi yang lemah menjadi isu yang mendesak untuk segera ditangani agar keberlanjutan sektor pariwisata dan kehidupan masyarakat lokal tetap terjaga.

    Salah satu warga lokal, Tarisno, mengatakan bahwa abrasi tersebut semakin parah terutama saat angin selatan bertiup kencang antara November hingga Desember.

    "Dulu air laut belum pernah sampai ke jalan. Sekarang, setiap musim angin selatan pasti ada abrasi. Dalam setahun bisa bergeser sekitar satu meter," ungkap Tarisno.

    Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Berau periode 2019-2024, Madri Pani turut menyuarakan pentingnya langkah cepat dari Pemkab Berau untuk mengatasi abrasi yang semakin merusak ekosistem pantai, sekaligus mengancam keberadaan UMKM yang bergantung pada sektor wisata.

    "Pemerintah harus segera menangani abrasi ini. Salah satu solusinya adalah pemerintah bisa membuat pemecah ombak. Akan sangat disayangkan kalau keindahan pantai di Pulau Maratua ini hilang karena abrasi. UMKM di sepanjang pantai juga bisa tergeser," ujar Madri Pani.

    Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya jaringan komunikasi di Maratua yang hingga kini masih menjadi kendala bagi masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, pemerintah harus proaktif memperjuangkan pembangunan tower jaringan di wilayah pulau. Dimana, saat ini, sinyal yang ada di pulau tersebut bergantung pada jaringan dari Tanjung Batu yang sering kali terganggu, terutama saat musim liburan.

    "Kalau wisatawan ramai, jaringan langsung down. Padahal jaringan kuat penting, bukan hanya untuk komunikasi darurat, tapi juga agar wisatawan bisa mempromosikan Maratua lewat media sosial. Ini penting agar Maratua bisa semakin dikenal dan menarik lebih banyak pengunjung," tambahnya.

    Dirinya pun menegaskan bahwa konektivitas jaringan yang baik sangat penting bukan hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk pendidikan dan pelayanan administrasi publik di tingkat kampung.

    "Jaringan yang tidak stabil akan memengaruhi proses belajar anak-anak di sini. Jika jaringan tidak stabil, anak-anak kesulitan untuk mengakses pembelajaran online. Begitu juga pemerintahan kampung yang kesulitan melakukan pelaporan secara real-time," ungkapnya.

    Terakhir, Madri pun berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat Pulau Maratua seperti melakukan perbaikan infrastruktur, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat dan alam setempat.

    "Masyarakat Pulau Maratua luar biasa. Mereka bertahan dengan segala keterbatasan, tetapi tetap menjaga keindahan alam dan potensi wisata mereka. Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat di sini," pungkasnya.

    (Sf/Rs)