Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Bawaslu Kukar, Teguh wibowo. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Tengggarong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memulai langkah maraton menyambut pesta demokrasi 2029.
Melalui kegiatan bertajuk Konsolidasi Demokrasi, bawaslu mengunjungi berbagai mitra strategis, termasuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kukar.
Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo mengatakan meskipun Pemilu 2029 masih beberapa tahun ke depan, tahapan awal sudah harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar tidak terjadi kendala saat proses berjalan.
“Kami ingin berdiskusi bagaimana kesiapan teman-teman partai politik berkaitan dengan verifikasi partai politik yang nanti akan dilaksanakan di tahun 2027,” ujar Teguh, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, konsolidasi ini tidak hanya membahas kesiapan administratif partai, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi terkait sejumlah isu strategis dalam sistem kepemiluan.
Beberapa isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain parliamentary threshold dan presidential threshold, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap dinamika politik dan partisipasi partai dalam pemilu.
"Kami mendiskusikan isu parliamentary threshold, presidential threshold. Kesiapan teman-teman partai politik berkaitan dengan verifikasi partai politik yang nanti akan dilaksanakan di tahun 2027," tambahnya.
Bawaslu menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai regulasi dan prinsip demokrasi yang adil.
Selain itu, pendekatan komunikasi langsung ke partai politik juga diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran sejak tahap awal, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap aturan yang berlaku.
“Masukannya, untuk bisa melakukan verifikasi internal supaya pengurus atau kader-kader teman-teman partai itu tidak ter-double. Supaya nanti dalam verifikasi partai politik oleh teman-teman penyelenggara sudah betul-betul klir,” tegasnya.
Di sisi lain, partai politik menyambut baik langkah konsolidasi tersebut sebagai bentuk keterbukaan bawaslu dalam membangun komunikasi yang konstruktif menjelang agenda demokrasi mendatang.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Bawaslu Kukar, Teguh wibowo. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Tengggarong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memulai langkah maraton menyambut pesta demokrasi 2029.
Melalui kegiatan bertajuk Konsolidasi Demokrasi, bawaslu mengunjungi berbagai mitra strategis, termasuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kukar.
Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo mengatakan meskipun Pemilu 2029 masih beberapa tahun ke depan, tahapan awal sudah harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar tidak terjadi kendala saat proses berjalan.
“Kami ingin berdiskusi bagaimana kesiapan teman-teman partai politik berkaitan dengan verifikasi partai politik yang nanti akan dilaksanakan di tahun 2027,” ujar Teguh, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, konsolidasi ini tidak hanya membahas kesiapan administratif partai, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi terkait sejumlah isu strategis dalam sistem kepemiluan.
Beberapa isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain parliamentary threshold dan presidential threshold, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap dinamika politik dan partisipasi partai dalam pemilu.
"Kami mendiskusikan isu parliamentary threshold, presidential threshold. Kesiapan teman-teman partai politik berkaitan dengan verifikasi partai politik yang nanti akan dilaksanakan di tahun 2027," tambahnya.
Bawaslu menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai regulasi dan prinsip demokrasi yang adil.
Selain itu, pendekatan komunikasi langsung ke partai politik juga diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran sejak tahap awal, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap aturan yang berlaku.
“Masukannya, untuk bisa melakukan verifikasi internal supaya pengurus atau kader-kader teman-teman partai itu tidak ter-double. Supaya nanti dalam verifikasi partai politik oleh teman-teman penyelenggara sudah betul-betul klir,” tegasnya.
Di sisi lain, partai politik menyambut baik langkah konsolidasi tersebut sebagai bentuk keterbukaan bawaslu dalam membangun komunikasi yang konstruktif menjelang agenda demokrasi mendatang.
(Sf/Lo)