Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) menolak usulan penundaan relokasi pedagang Pasar Tangga Arung ke Lapangan Pemuda.
Awalnya rencana relokasi pasar tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pedagang. Mereka mengirimkan surat ke bupati untuk menunda relokasi sampai akhir Idulfitri 1445 Hijriyah.
"Pedagang beralasan relokasi ini ditakutkan akan mengurangi omzet selama Ramadan dan Idulfitri. Mereka takut lokasi itu tidak akan ramai seperti pasar Tangga Arung," kata Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, Senin (19/2/2024).
Sayid mengatakan relokasi pasar merupakan bagian dari pembangunan yang sudah dijadwalkan, sehingga pemerintah juga meminta pengertian dari pedagang.
"Kami tidak bisa menunda relokasi karena akan menghambat pembangunan Pasar Tangga Arung. Kami harap pedagang bisa mengerti dan mendukung kebijakan ini,” ucapnya.
Kata dia, pasar baru di Lapangan Pemuda sudah siap untuk ditempati pedagang. Pasar tersebut juga sudah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, seperti mushola, toilet, air, listrik dan tempat sampah.
“Ada sekitar 358 petak untuk pedagang, termasuk yang berjualan di pinggir jalan. Kami juga tidak akan menarik retribusi di tempat itu, tapi yakin pasar baru akan ramai karena masyarakat penasaran untuk melihatnya,” jelasnya.
Sayid mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan pengundian petak pasar sebelum relokasi dilakukan.
"Saya berharap pedagang bisa bekerja sama dengan pemerintah. Pedagang jangan khawatir jualannya tidak laku di pasar baru. Namanya rezeki itu ada saja. Yang penting kita berusaha,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) menolak usulan penundaan relokasi pedagang Pasar Tangga Arung ke Lapangan Pemuda.
Awalnya rencana relokasi pasar tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pedagang. Mereka mengirimkan surat ke bupati untuk menunda relokasi sampai akhir Idulfitri 1445 Hijriyah.
"Pedagang beralasan relokasi ini ditakutkan akan mengurangi omzet selama Ramadan dan Idulfitri. Mereka takut lokasi itu tidak akan ramai seperti pasar Tangga Arung," kata Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, Senin (19/2/2024).
Sayid mengatakan relokasi pasar merupakan bagian dari pembangunan yang sudah dijadwalkan, sehingga pemerintah juga meminta pengertian dari pedagang.
"Kami tidak bisa menunda relokasi karena akan menghambat pembangunan Pasar Tangga Arung. Kami harap pedagang bisa mengerti dan mendukung kebijakan ini,” ucapnya.
Kata dia, pasar baru di Lapangan Pemuda sudah siap untuk ditempati pedagang. Pasar tersebut juga sudah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, seperti mushola, toilet, air, listrik dan tempat sampah.
“Ada sekitar 358 petak untuk pedagang, termasuk yang berjualan di pinggir jalan. Kami juga tidak akan menarik retribusi di tempat itu, tapi yakin pasar baru akan ramai karena masyarakat penasaran untuk melihatnya,” jelasnya.
Sayid mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan pengundian petak pasar sebelum relokasi dilakukan.
"Saya berharap pedagang bisa bekerja sama dengan pemerintah. Pedagang jangan khawatir jualannya tidak laku di pasar baru. Namanya rezeki itu ada saja. Yang penting kita berusaha,” pungkasnya.
(Sf/By)