Cari disini...
Seputar Kaltim
Konferensi pers penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah yang disiarkan langsung oleh Kementerian Agama RI, Sabtu (29/3/2025) malam. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kementerian Agama RI/Seputarfakta.com)
Samarinda – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hilal di 33 titik di seluruh Indonesia, hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh Kementerian Agama RI, disebutkan hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar antara -3 derajat 15 menit 47 detik hingga -1 derajat, serta elongasi 1 derajat 12 menit 89 detik
"Ini belum memenuhi kriteria," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers, Sabtu (29/3/2025) malam.
Dengan demikian, petugas rukyat dari seluruh wilayah Indonesia melaporkan bahwa hilal tidak terlihat.
Berdasarkan hasil ini lanjutnya, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
"Artinya, Ramadan tahun ini disempurnakan menjadi 30 hari dan malam ini masih melaksanakan salat tarawih," ucapnya.
Dengan keputusan ini ia berharap seluruh umat islam dapat menyambut Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat toleransi serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kita patut bersyukur karena tahun ini Indonesia memulai ramadan dan syawal secara bersamaan. Semoga keputusan ini menjadi sarana bagi umat islam untuk tetap menjaga persatuan dan harmoni dalam menjalankan ibadah serta kehidupan sosial," imbuhnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Konferensi pers penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah yang disiarkan langsung oleh Kementerian Agama RI, Sabtu (29/3/2025) malam. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kementerian Agama RI/Seputarfakta.com)
Samarinda – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hilal di 33 titik di seluruh Indonesia, hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh Kementerian Agama RI, disebutkan hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar antara -3 derajat 15 menit 47 detik hingga -1 derajat, serta elongasi 1 derajat 12 menit 89 detik
"Ini belum memenuhi kriteria," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers, Sabtu (29/3/2025) malam.
Dengan demikian, petugas rukyat dari seluruh wilayah Indonesia melaporkan bahwa hilal tidak terlihat.
Berdasarkan hasil ini lanjutnya, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
"Artinya, Ramadan tahun ini disempurnakan menjadi 30 hari dan malam ini masih melaksanakan salat tarawih," ucapnya.
Dengan keputusan ini ia berharap seluruh umat islam dapat menyambut Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat toleransi serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kita patut bersyukur karena tahun ini Indonesia memulai ramadan dan syawal secara bersamaan. Semoga keputusan ini menjadi sarana bagi umat islam untuk tetap menjaga persatuan dan harmoni dalam menjalankan ibadah serta kehidupan sosial," imbuhnya.
(Sf/By)