Seputar Kaltim

    Pemerintah Sepakat Bangun Kolam Retensi untuk Atasi Banjir di Jalan Damanhuri

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    11 Januari 2025 pukul 15:56 WITA

    Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik (kanan), dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun (kiri) saat meninjau lokasi rencana pembangunan kolam retensi di kawasan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, Sabtu (11/1/2024) siang.

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik bersama Wali Kota Samarinda, Andi Harun meninjau lokasi rawan banjir di Gang Ogok, Jalan Damanhuri, Sungai Pinang, Sabtu (11/1/2024) siang.

    Kegiatan ini sekaligus untuk melihat lokasi rencana pembangunan kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir.  

    Andi Harun menjelaskan, penanganan banjir di kawasan tersebut akan menggunakan sistem kolam retensi. Pembangunan itu akan menjadi solusi jangka panjang dan dapat membantu mengatasi banjir di kawasan lain, seperti di kawasan Jalan DI Panjaitan, Samarinda Ulu. 

    "Kolam retensi ini akan menampung air saat hujan deras, sehingga tidak langsung mengalir ke saluran drainase. Setelah hujan reda, air secara perlahan dikeluarkan melalui sistem pompanisasi," jelas Andi Harun. 

    Kolam retensi tersebut direncanakan di kawasan hulu dan hilir Sungai Pinang akan mencakup area seluas 10 hingga 12 Hektare (Ha) dan diyakini mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan hingga ke kawasan DI Panjaitan.

    Selain itu, kata Andi Harun, akan dibangun juga kolam retensi tambahan di kawasan hilir dengan luas sekitar 3 Ha hingga 5 Ha untuk mengelola aliran air dari daerah hulu.  

    "Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penataan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan adanya kolam retensi ini, insyaallah banjir di Damanhuri, Gang Ogok, dan sekitarnya dapat diatasi," imbuhnya.  

    Akmal Malik pun mengapresiasi langkah cepat dan efektif yang dilakukan Wali Kota Samarinda dan menegaskan lahan seluas 12 Ha milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini memiliki potensi besar untuk pengendalian banjir.  

    "Kami sudah sepakat dengan Pak Wali, selain di lahan pemprov, akan dibangun juga kolam retensi di bawah untuk memastikan debit air bisa dikendalikan dengan baik," singkat Akmal.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Sepakat Bangun Kolam Retensi untuk Atasi Banjir di Jalan Damanhuri

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    11 Januari 2025 pukul 15:56 WITA

    Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik (kanan), dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun (kiri) saat meninjau lokasi rencana pembangunan kolam retensi di kawasan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, Sabtu (11/1/2024) siang.

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik bersama Wali Kota Samarinda, Andi Harun meninjau lokasi rawan banjir di Gang Ogok, Jalan Damanhuri, Sungai Pinang, Sabtu (11/1/2024) siang.

    Kegiatan ini sekaligus untuk melihat lokasi rencana pembangunan kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir.  

    Andi Harun menjelaskan, penanganan banjir di kawasan tersebut akan menggunakan sistem kolam retensi. Pembangunan itu akan menjadi solusi jangka panjang dan dapat membantu mengatasi banjir di kawasan lain, seperti di kawasan Jalan DI Panjaitan, Samarinda Ulu. 

    "Kolam retensi ini akan menampung air saat hujan deras, sehingga tidak langsung mengalir ke saluran drainase. Setelah hujan reda, air secara perlahan dikeluarkan melalui sistem pompanisasi," jelas Andi Harun. 

    Kolam retensi tersebut direncanakan di kawasan hulu dan hilir Sungai Pinang akan mencakup area seluas 10 hingga 12 Hektare (Ha) dan diyakini mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan hingga ke kawasan DI Panjaitan.

    Selain itu, kata Andi Harun, akan dibangun juga kolam retensi tambahan di kawasan hilir dengan luas sekitar 3 Ha hingga 5 Ha untuk mengelola aliran air dari daerah hulu.  

    "Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penataan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan adanya kolam retensi ini, insyaallah banjir di Damanhuri, Gang Ogok, dan sekitarnya dapat diatasi," imbuhnya.  

    Akmal Malik pun mengapresiasi langkah cepat dan efektif yang dilakukan Wali Kota Samarinda dan menegaskan lahan seluas 12 Ha milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini memiliki potensi besar untuk pengendalian banjir.  

    "Kami sudah sepakat dengan Pak Wali, selain di lahan pemprov, akan dibangun juga kolam retensi di bawah untuk memastikan debit air bisa dikendalikan dengan baik," singkat Akmal.

    (Sf/By)