Seputar Kaltim

    Pemerintah Provinsi Kaltim Berangkatkan 211 Marbut Masjid untuk Umrah Gratis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2025 pukul 13:53 WITA

    Pelepasan marbot masjid untuk berangkat Umroh Gratis, salah satu program bagian dari gratispol. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menepati janji kampanyenya dengan memberangkatkan 211 marbut masjid untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. 

    Pelepasan kloter pertama ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di halaman Kantor Gubernur pada Selasa (26/8/2025) pagi.

    Dalam wawancaranya, Seno Aji menjelaskan bahwa ini merupakan kloter perdana dari total 880 orang yang akan diberangkatkan pada tahun ini. 

    Program ini, kata Seno Aji, akan dilaksanakan secara bertahap hingga lima tahun ke depan, dengan target total 3.000 lebih marbut yang terdata.

    "Ini adalah keberangkatan perdana. Insyaallah, seminggu lagi akan ada kloter selanjutnya," ujar Seno Aji.

    Selain marbut masjid, Pemprov Kaltim juga mengakomodasi perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah agama non-muslim. 

    Menurut Seno Aji, sebanyak 196 pemuka agama non-muslim juga akan diberangkatkan secara bertahap. Keberangkatan mereka dijadwalkan pada bulan September 2025.

    "Mereka (non-muslim) ada yang ke Roma, Yerusalem, termasuk juga ada yang meminta ke Borobudur saat perayaan agama. Kami tetap akomodir," jelasnya.

    Untuk kelancaran program ini, Pemprov Kaltim menunjuk 11 biro perjalanan (travel) lokal yang berdomisili di Kaltim. 

    Tujuannya tidak lain untuk membangkitkan semangat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha lokal. Setiap travel akan memberangkatkan sekitar 70-80 jemaah. 

    Para peserta program ini berasal dari sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim.

    Salah satu peserta perempuan umrah gratis, Hidayati yang berusia 43 tahun ini mengaku sangat bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci. 

    Perempuan yang sehari-hari menjadi marbut Masjid Baitul Munawaroh di Muara Jawa, Kutai Barat ini, tidak pernah menyangka bisa menunaikan ibadah umrah.

    "Saya bersyukur dan terima kasih atas program dari gubernur ini sehingga saya bisa sampai ke Tanah Suci. Mudah-mudahan apa yang telah diperjuangkan oleh bapak gubernur bisa membawa berkah," ujar Hidayati yang telah menjadi marbut sejak 2012 dan juga memiliki tugas fardu kifayah memandikan jenazah perempuan.

    Hidayati menyebut, ini adalah pengalaman pertamanya ke Mekkah. Ia berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya para penjaga rumah ibadah yang telah mengabdikan diri.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Provinsi Kaltim Berangkatkan 211 Marbut Masjid untuk Umrah Gratis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2025 pukul 13:53 WITA

    Pelepasan marbot masjid untuk berangkat Umroh Gratis, salah satu program bagian dari gratispol. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menepati janji kampanyenya dengan memberangkatkan 211 marbut masjid untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. 

    Pelepasan kloter pertama ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di halaman Kantor Gubernur pada Selasa (26/8/2025) pagi.

    Dalam wawancaranya, Seno Aji menjelaskan bahwa ini merupakan kloter perdana dari total 880 orang yang akan diberangkatkan pada tahun ini. 

    Program ini, kata Seno Aji, akan dilaksanakan secara bertahap hingga lima tahun ke depan, dengan target total 3.000 lebih marbut yang terdata.

    "Ini adalah keberangkatan perdana. Insyaallah, seminggu lagi akan ada kloter selanjutnya," ujar Seno Aji.

    Selain marbut masjid, Pemprov Kaltim juga mengakomodasi perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah agama non-muslim. 

    Menurut Seno Aji, sebanyak 196 pemuka agama non-muslim juga akan diberangkatkan secara bertahap. Keberangkatan mereka dijadwalkan pada bulan September 2025.

    "Mereka (non-muslim) ada yang ke Roma, Yerusalem, termasuk juga ada yang meminta ke Borobudur saat perayaan agama. Kami tetap akomodir," jelasnya.

    Untuk kelancaran program ini, Pemprov Kaltim menunjuk 11 biro perjalanan (travel) lokal yang berdomisili di Kaltim. 

    Tujuannya tidak lain untuk membangkitkan semangat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha lokal. Setiap travel akan memberangkatkan sekitar 70-80 jemaah. 

    Para peserta program ini berasal dari sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim.

    Salah satu peserta perempuan umrah gratis, Hidayati yang berusia 43 tahun ini mengaku sangat bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci. 

    Perempuan yang sehari-hari menjadi marbut Masjid Baitul Munawaroh di Muara Jawa, Kutai Barat ini, tidak pernah menyangka bisa menunaikan ibadah umrah.

    "Saya bersyukur dan terima kasih atas program dari gubernur ini sehingga saya bisa sampai ke Tanah Suci. Mudah-mudahan apa yang telah diperjuangkan oleh bapak gubernur bisa membawa berkah," ujar Hidayati yang telah menjadi marbut sejak 2012 dan juga memiliki tugas fardu kifayah memandikan jenazah perempuan.

    Hidayati menyebut, ini adalah pengalaman pertamanya ke Mekkah. Ia berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya para penjaga rumah ibadah yang telah mengabdikan diri.

    (Sf/Rs)