Seputar Kaltim

    Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 10 hingga 11 Bulan di Tengah Ancaman El Nino

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 10:09 WITA

    Ilustrasi ( Generate Gemini AI )

    Samarinda - Pemerintah menyatakan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. 

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut ketersediaan pangan saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 -11 bulan ke depan.

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (19/6/2026). Dalam paparan itu, pemerintah menjelaskan stok beras nasional berada di kisaran 5,2 juta ton.

    “Stok kita per hari ini, ini bulan Juni, itu berada pada sekitar 5,2 juta ton, dan itu stok kita aman,” kata Andi.

    Selain stok beras, pemerintah juga menghitung total cadangan pangan nasional yang terdiri dari beberapa komponen. Di antaranya standing crop sekitar 10–11 juta ton serta cadangan beras yang berada di masyarakat, termasuk rumah tangga, hotel, dan restoran yang diperkirakan sekitar 12,5 juta ton. 

    Akumulasi tersebut disebut cukup untuk menopang kebutuhan nasional hingga 10–11 bulan ke depan, atau setidaknya sampai periode panen berikutnya pada Maret hingga April.

    Data tersebut juga sejalan dengan berbagai paparan resmi Kementerian Pertanian dan Kementerian Sekretariat Negara yang menyebut cadangan beras pemerintah berada pada level di atas 5 juta ton. 

    Dalam beberapa kesempatan resmi pemerintah, angka tersebut disebut menjadi salah satu penopang utama stabilitas pangan nasional dalam menghadapi potensi gangguan iklim.

    Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi di sektor pertanian. Program tersebut meliputi pembangunan embung, pengadaan sumur dalam, irigasi pompa, optimalisasi lahan rawa (Opla), hingga perluasan cetak sawah baru guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

    Pemerintah juga menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah perubahan iklim ekstrem.

    Di sektor peternakan, Kementerian Pertanian turut menyoroti penurunan harga ayam dan telur di pasar. Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan serapan konsumsi melalui program Makan Bergizi Gratis agar keseimbangan produksi dan permintaan tetap terjaga.

    Pemerintah menyatakan seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional agar tetap stabil meski menghadapi tekanan cuaca dan dinamika produksi pertanian.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 10 hingga 11 Bulan di Tengah Ancaman El Nino

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 10:09 WITA

    Ilustrasi ( Generate Gemini AI )

    Samarinda - Pemerintah menyatakan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. 

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut ketersediaan pangan saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 -11 bulan ke depan.

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (19/6/2026). Dalam paparan itu, pemerintah menjelaskan stok beras nasional berada di kisaran 5,2 juta ton.

    “Stok kita per hari ini, ini bulan Juni, itu berada pada sekitar 5,2 juta ton, dan itu stok kita aman,” kata Andi.

    Selain stok beras, pemerintah juga menghitung total cadangan pangan nasional yang terdiri dari beberapa komponen. Di antaranya standing crop sekitar 10–11 juta ton serta cadangan beras yang berada di masyarakat, termasuk rumah tangga, hotel, dan restoran yang diperkirakan sekitar 12,5 juta ton. 

    Akumulasi tersebut disebut cukup untuk menopang kebutuhan nasional hingga 10–11 bulan ke depan, atau setidaknya sampai periode panen berikutnya pada Maret hingga April.

    Data tersebut juga sejalan dengan berbagai paparan resmi Kementerian Pertanian dan Kementerian Sekretariat Negara yang menyebut cadangan beras pemerintah berada pada level di atas 5 juta ton. 

    Dalam beberapa kesempatan resmi pemerintah, angka tersebut disebut menjadi salah satu penopang utama stabilitas pangan nasional dalam menghadapi potensi gangguan iklim.

    Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi di sektor pertanian. Program tersebut meliputi pembangunan embung, pengadaan sumur dalam, irigasi pompa, optimalisasi lahan rawa (Opla), hingga perluasan cetak sawah baru guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

    Pemerintah juga menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah perubahan iklim ekstrem.

    Di sektor peternakan, Kementerian Pertanian turut menyoroti penurunan harga ayam dan telur di pasar. Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan serapan konsumsi melalui program Makan Bergizi Gratis agar keseimbangan produksi dan permintaan tetap terjaga.

    Pemerintah menyatakan seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional agar tetap stabil meski menghadapi tekanan cuaca dan dinamika produksi pertanian.

    (Sf/Rs)