Seputar Kaltim

    Pemerintah Daerah Tak Diwajibkan Sediakan Anggaran MBG, Dananya Bakal Dialihkan untuk Perbaikan Sekolah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 17:18 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa berdasarkan arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, daerah tidak lagi diwajibkan mengalokasikan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui APBD. 

    Hal ini, kata dia, dikarenakan anggaran program tersebut telah dialokasikan dari hasil efisiensi anggaran pemerintah pusat.  Sebelumnya Andi Harun menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan dana sebesar 6 sampai 6,5 persen untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program MBG. 

    "Beliau bahkan mengarahkan agar alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk MBG dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perbaikan sekolah," ujar Andi Harun.  

    Ia pun mengakui bahwa di Samarinda masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan. Karenanya ia pun terus melakukan perbaikan sekolah secara bertahap setiap tahunnya, baik untuk bangunan kayu maupun yang memerlukan renovasi lebih besar.  

    Ia menargetkan di tahun 2029 seluruh sekolah di Samarinda infrastrukturnya sudah dalam kondisi baik. 

    "Sejalan dengan tata kelola pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan, kita akan tegak lurus dengan visi misi pemerintah pusat," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Daerah Tak Diwajibkan Sediakan Anggaran MBG, Dananya Bakal Dialihkan untuk Perbaikan Sekolah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 17:18 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa berdasarkan arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, daerah tidak lagi diwajibkan mengalokasikan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui APBD. 

    Hal ini, kata dia, dikarenakan anggaran program tersebut telah dialokasikan dari hasil efisiensi anggaran pemerintah pusat.  Sebelumnya Andi Harun menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan dana sebesar 6 sampai 6,5 persen untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program MBG. 

    "Beliau bahkan mengarahkan agar alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk MBG dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perbaikan sekolah," ujar Andi Harun.  

    Ia pun mengakui bahwa di Samarinda masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan. Karenanya ia pun terus melakukan perbaikan sekolah secara bertahap setiap tahunnya, baik untuk bangunan kayu maupun yang memerlukan renovasi lebih besar.  

    Ia menargetkan di tahun 2029 seluruh sekolah di Samarinda infrastrukturnya sudah dalam kondisi baik. 

    "Sejalan dengan tata kelola pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan, kita akan tegak lurus dengan visi misi pemerintah pusat," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)