Seputar Kaltim

    Pemerintah Bakal Berikan Pendampingan Mental Health Bagi Anak Asrama Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    17 Maret 2025 pukul 20:33 WITA

    Kunjungan Wali Kota Bontang, ke Asrama Putri 1 Kapasisbon. (Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moernieni mengunjungi Asrama Putri 1 Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kota Bontang (Kapasisbon) di Jalan Markisa, Kota Samarinda, Minggu (16/3/2025).

    Ini lakukan sebagai salah satu target pendampingan untuk mengatasi permasalahan mental health atau kesehatan mental bagi remaja dan mahasiswa yang merupakan bagian dari target program 100 hari kerjanya.

    “Saya punya program 100 hari kerja untuk penanganan mental health bagi remaja,“ ujarnya Senin (17/3/2025).

    Program tersebut menjadi salah satu prioritasnya akibat banyaknya kasus penyimpangan pada remaja dan mahasiswa. Seperti penggunaan narkoba, seks bebas hingga tindakan bunuh diri. 

    Langkah utama yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yakni mengeluarkan Surat Keterangan (SK) penanganan kesehatan mental untuk mendampingi para remaja dan mahasiswa.

    “Sekarang banyak kasus remaja yang pacaran di hotel, hingga maraknya kasus bunuh diri, kita tidak ingin ini terus berulang” lanjut dia.

    Nantinya, semua asrama-asrama Bontang, baik di Samarinda, Balikpapan, Jogja dan lainnya. Akan diberikan pendampingan, kesehatan mental, untuk membangun karakter yang baik.

    “Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten di bidang ini, agar mereka tidak terjerumus kepada perilaku menyimpang,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Bakal Berikan Pendampingan Mental Health Bagi Anak Asrama Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    17 Maret 2025 pukul 20:33 WITA

    Kunjungan Wali Kota Bontang, ke Asrama Putri 1 Kapasisbon. (Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moernieni mengunjungi Asrama Putri 1 Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kota Bontang (Kapasisbon) di Jalan Markisa, Kota Samarinda, Minggu (16/3/2025).

    Ini lakukan sebagai salah satu target pendampingan untuk mengatasi permasalahan mental health atau kesehatan mental bagi remaja dan mahasiswa yang merupakan bagian dari target program 100 hari kerjanya.

    “Saya punya program 100 hari kerja untuk penanganan mental health bagi remaja,“ ujarnya Senin (17/3/2025).

    Program tersebut menjadi salah satu prioritasnya akibat banyaknya kasus penyimpangan pada remaja dan mahasiswa. Seperti penggunaan narkoba, seks bebas hingga tindakan bunuh diri. 

    Langkah utama yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yakni mengeluarkan Surat Keterangan (SK) penanganan kesehatan mental untuk mendampingi para remaja dan mahasiswa.

    “Sekarang banyak kasus remaja yang pacaran di hotel, hingga maraknya kasus bunuh diri, kita tidak ingin ini terus berulang” lanjut dia.

    Nantinya, semua asrama-asrama Bontang, baik di Samarinda, Balikpapan, Jogja dan lainnya. Akan diberikan pendampingan, kesehatan mental, untuk membangun karakter yang baik.

    “Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten di bidang ini, agar mereka tidak terjerumus kepada perilaku menyimpang,” pungkasnya.

    (Sf/By)