Seputar Kaltim

    Pemerintah Ajak Pelaku Ekraf Balikpapan Buka Data Demi Pembangunan Daerah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 12:17 WITA

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satunya datang dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan yang mengajak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ikut berpartisipasi aktif dalam pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

    Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma menilai keterlibatan pelaku usaha penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan sesuai kondisi lapangan. 

    “Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang,” ucap Ratih kepada media, Jumat (15/5/2026).

    Lanjutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi riil dunia usaha dan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata serta ekonomi kreatif untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang sesuai kondisi sebenarnya.

    Ratih mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama ini memberi kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan.

    “Karena itu, hasil sensus diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan program yang lebih tepat sasaran, mulai dari pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM kreatif, hingga peningkatan daya saing industri jasa,” terangnya.

    Dirinya menegaskan, Sensus Ekonomi bukan hanya kegiatan pendataan rutin, tetapi juga langkah strategis untuk melihat potensi dan tantangan ekonomi daerah secara lebih terukur. Dengan data yang lengkap dan valid, pemerintah dinilai dapat menyusun kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

    “Mari bersama-sama sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan perekonomian yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” terangnya.

    Sensus Ekonomi 2026 sendiri mengusung slogan Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia. Pendataan akan menyasar berbagai sektor usaha, mulai dari usaha besar dan menengah hingga pelaku usaha kecil dan mikro di seluruh wilayah Kota Balikpapan.

    Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar proses pendataan berjalan lancar.

    “Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat basis data ekonomi daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang lebih tangguh di masa mendatang,” harapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemerintah Ajak Pelaku Ekraf Balikpapan Buka Data Demi Pembangunan Daerah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 12:17 WITA

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satunya datang dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan yang mengajak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ikut berpartisipasi aktif dalam pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

    Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma menilai keterlibatan pelaku usaha penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan sesuai kondisi lapangan. 

    “Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang,” ucap Ratih kepada media, Jumat (15/5/2026).

    Lanjutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi riil dunia usaha dan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata serta ekonomi kreatif untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang sesuai kondisi sebenarnya.

    Ratih mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama ini memberi kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan.

    “Karena itu, hasil sensus diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan program yang lebih tepat sasaran, mulai dari pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM kreatif, hingga peningkatan daya saing industri jasa,” terangnya.

    Dirinya menegaskan, Sensus Ekonomi bukan hanya kegiatan pendataan rutin, tetapi juga langkah strategis untuk melihat potensi dan tantangan ekonomi daerah secara lebih terukur. Dengan data yang lengkap dan valid, pemerintah dinilai dapat menyusun kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

    “Mari bersama-sama sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan perekonomian yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” terangnya.

    Sensus Ekonomi 2026 sendiri mengusung slogan Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia. Pendataan akan menyasar berbagai sektor usaha, mulai dari usaha besar dan menengah hingga pelaku usaha kecil dan mikro di seluruh wilayah Kota Balikpapan.

    Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar proses pendataan berjalan lancar.

    “Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat basis data ekonomi daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang lebih tangguh di masa mendatang,” harapnya.

    (Sf/Rs)