Cari disini...
Seputar Kaltim
Kantor pengelola Teras Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Meski Teras Samarinda telah menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, fasilitas yang ada masih sering mendapat keluhan terkait pemeliharaan. Koordinasi antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) pengelolaan taman ini dinilai masih belum optimal. Salah satu contoh nyata adalah lambatnya penanganan masalah air di toilet publik, yang baru dilaporkan dua hari setelah keluhan muncul.
Hal itu diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Basuni, yang memimpin Satgas bahwa dalam perjalannya memang terdapat kendala komunikasi di lapangan.
Seperti kerusakan toilet yang diberitakan media ini sebelumnya pada Selasa (15/10/2024), pihaknya baru menerima laporan dari petugas di lapangan dua hari kemudian.
“Memang benar, laporan yang kami terima agak terlambat. Setelah mendapat laporan pada 15 Oktober, kami langsung menurunkan armada DLH dengan tangki air berkapasitas 5 ribu liter untuk memasok kebutuhan air di toilet. Namun, kami juga menerima informasi dari Perumdam Tirta Kencana bahwa aliran air kini sudah kembali normal,” jelas Basuni.
Meski tangki air segera dikerahkan, laporan lambat dari pihak keamanan memperpanjang ketidaknyamanan pengunjung. Ia menyayangkan kondisi yang membuat pengunjung kurang nyaman ini terjadi.
Di masa transisi ini, peran OPD sangat krusial sebelum pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada Perumda Varia Niaga, terlebih yang berada di lapangan. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar tetap pada bagaimana komunikasi dan tanggung jawab antar OPD bisa lebih cepat dan efisien untuk menjaga fasilitas yang ada di Teras Samarinda tetap berfungsi dengan baik.
Satgas ini, kata Basuni akan tetap bekerja mengelola Teras Samarinda hingga akhir tahun sebelum diserahkan kepada Varia Niaga yang nantinya akan mengelola termasuk memelihara segala fasilitas yang ada seperti taman, toilet, dan parkir.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kantor pengelola Teras Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Meski Teras Samarinda telah menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, fasilitas yang ada masih sering mendapat keluhan terkait pemeliharaan. Koordinasi antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) pengelolaan taman ini dinilai masih belum optimal. Salah satu contoh nyata adalah lambatnya penanganan masalah air di toilet publik, yang baru dilaporkan dua hari setelah keluhan muncul.
Hal itu diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Basuni, yang memimpin Satgas bahwa dalam perjalannya memang terdapat kendala komunikasi di lapangan.
Seperti kerusakan toilet yang diberitakan media ini sebelumnya pada Selasa (15/10/2024), pihaknya baru menerima laporan dari petugas di lapangan dua hari kemudian.
“Memang benar, laporan yang kami terima agak terlambat. Setelah mendapat laporan pada 15 Oktober, kami langsung menurunkan armada DLH dengan tangki air berkapasitas 5 ribu liter untuk memasok kebutuhan air di toilet. Namun, kami juga menerima informasi dari Perumdam Tirta Kencana bahwa aliran air kini sudah kembali normal,” jelas Basuni.
Meski tangki air segera dikerahkan, laporan lambat dari pihak keamanan memperpanjang ketidaknyamanan pengunjung. Ia menyayangkan kondisi yang membuat pengunjung kurang nyaman ini terjadi.
Di masa transisi ini, peran OPD sangat krusial sebelum pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada Perumda Varia Niaga, terlebih yang berada di lapangan. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar tetap pada bagaimana komunikasi dan tanggung jawab antar OPD bisa lebih cepat dan efisien untuk menjaga fasilitas yang ada di Teras Samarinda tetap berfungsi dengan baik.
Satgas ini, kata Basuni akan tetap bekerja mengelola Teras Samarinda hingga akhir tahun sebelum diserahkan kepada Varia Niaga yang nantinya akan mengelola termasuk memelihara segala fasilitas yang ada seperti taman, toilet, dan parkir.
(Sf/Rs)