Seputar Kaltim

    Pemeliharaan Jembatan Achmad Amins akan Dimulai 6 Juni, Masyarakat Diminta Cari Jalur Alternatif

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2024 pukul 19:11 WITA

    Salah satu titik kerusakan aspal di Jembatan Achmad Amins Samarinda, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rezky Samudra Apilyan mengumumkan akan melakukan pemeliharaan terhadap Jembatan Achmad Amins yang menghubungkan Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan dengan Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.

    Pekerjaan pemeliharaan tersebut melibatkan pengaspalan ulang jalan sepanjang jembatan yang sudah banyak mengalami kerusakan dan berlubang.

    Rezky menyatakan bahwa hasil koordinasi dengan Satlantas menyepakati agar proses pemeliharaan tetap memungkinkan arus lalu lintas berjalan dengan sistem buka-tutup, namun tidak dilakukan pada jam-jam sibuk. 

    Jam sibuk yang dimaksud adalah antara pukul 07.00-09.00 WITA dan 16.00-18.00 WITA.

    “Untuk mengurangi gangguan lalu lintas, rambu peringatan akan dipasang minimal 200 meter sebelum area pengerjaan. Saat pengerjaan di satu sisi jembatan, sisi lainnya akan ditutup dan sebaliknya,” jelas Rezky, Selasa (4/6/2024).

    Pekerjaan pemeliharaan yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 27 Juli 2024 ini mencakup pengaspalan sepanjang 1,3 kilometer. 

    Menurut Rezky, pekerjaan pengaspalan itu sendiri akan memakan waktu singkat, namun proses pengupasan aspal lama yang membutuhkan waktu lebih lama.

    Oleh karena itu, ada kemungkinan pekerjaan dilakukan pada malam hingga pagi hari untuk mengurangi gangguan lalu lintas.

    Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sekitar 4,3 miliar rupiah dan akan dikerjakan oleh pihak ketiga. 

    Rezky juga mengimbau kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan selama proses pemeliharaan berlangsung.

    “Pekerjaan ini kami lakukan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kami mohon pengertian dan kerjasamanya dari seluruh masyarakat,” tutup Rezky.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemeliharaan Jembatan Achmad Amins akan Dimulai 6 Juni, Masyarakat Diminta Cari Jalur Alternatif

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2024 pukul 19:11 WITA

    Salah satu titik kerusakan aspal di Jembatan Achmad Amins Samarinda, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rezky Samudra Apilyan mengumumkan akan melakukan pemeliharaan terhadap Jembatan Achmad Amins yang menghubungkan Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan dengan Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.

    Pekerjaan pemeliharaan tersebut melibatkan pengaspalan ulang jalan sepanjang jembatan yang sudah banyak mengalami kerusakan dan berlubang.

    Rezky menyatakan bahwa hasil koordinasi dengan Satlantas menyepakati agar proses pemeliharaan tetap memungkinkan arus lalu lintas berjalan dengan sistem buka-tutup, namun tidak dilakukan pada jam-jam sibuk. 

    Jam sibuk yang dimaksud adalah antara pukul 07.00-09.00 WITA dan 16.00-18.00 WITA.

    “Untuk mengurangi gangguan lalu lintas, rambu peringatan akan dipasang minimal 200 meter sebelum area pengerjaan. Saat pengerjaan di satu sisi jembatan, sisi lainnya akan ditutup dan sebaliknya,” jelas Rezky, Selasa (4/6/2024).

    Pekerjaan pemeliharaan yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 27 Juli 2024 ini mencakup pengaspalan sepanjang 1,3 kilometer. 

    Menurut Rezky, pekerjaan pengaspalan itu sendiri akan memakan waktu singkat, namun proses pengupasan aspal lama yang membutuhkan waktu lebih lama.

    Oleh karena itu, ada kemungkinan pekerjaan dilakukan pada malam hingga pagi hari untuk mengurangi gangguan lalu lintas.

    Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sekitar 4,3 miliar rupiah dan akan dikerjakan oleh pihak ketiga. 

    Rezky juga mengimbau kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan selama proses pemeliharaan berlangsung.

    “Pekerjaan ini kami lakukan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kami mohon pengertian dan kerjasamanya dari seluruh masyarakat,” tutup Rezky.

    (Sf/Rs)