Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi pohon aren.(Istimewa)
Penajam – Pemerintah Desa (Pemdes) Api-api belum lama ini menerima dana hibah senilai Rp200 juta dari Bank Dunia karena berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Kini, Desa Api-api yang terletak di Kecamatan Waru ini ditetapkan sebagai salah satu desa penghasil karbon terbanyak di Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Masyarakat Pemdes Api-api, Muhammad Rizky mengatakan bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mensejahterakan para petani lewat pengembangan budidaya pohon aren.
Pihaknya mendatangkan 600 bibit pohon arena untuk dibudidayakan dan dikelola secara mandiri oleh para petani.
“Tentu bantuan berupa uang tunai itu kita gunakan untuk mendukung dan mendorong perekonomian masyarakat, terutama petani dengan memberikan bibit untuk dibudidayakan secara mandiri. Meski awalnya kita yang ngerawat, tapi setelah itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ucap Rizky, Sabtu (4/1/2025).
Pembudidayaan pohon aren di Desa Api-api terbilang cukup mudah. Ini dikarenakan kondisi tanah di wilayah tersebut sangat subur, sehingga peluang ini menjadi salah satu kesempatan bagi petani untuk menambah penghasilan baru.
“Desa Api-api memiliki lahan subur seluas 10 Hektare (Ha), kesempatan ini langsung kita manfaatkan dengan pohon aren tadi,” ungkapnya.
Rizky mengaku membudidayakan pohon aren bakal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang tahu bagaimana cara mengelolanya.
“Airnya terkadang dimanfaatkan orang untuk membuat pohon aren, tidak hanya itu buahnya pun sering dijadikan bahan es campur. Bahkan, akarnya bagus untuk kesehatan karena mampu mengatasi berbagai penyakit, seperti batu ginjal, ruam kulit, penyakit paru-paru dan lainnya,” jelasnya.
Rizky berharap langkah ini dapat mempertahankan status Desa Api-api sebagai salah satu desa penghasil karbon terbanyak di PPU, dengan cara membudidayakan pohon aren yang merupakan tanaman penghasil karbon, sekaligus memberikan peluang kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan memanfaatkan hasil dari pohon aren.“Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” tandasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi pohon aren.(Istimewa)
Penajam – Pemerintah Desa (Pemdes) Api-api belum lama ini menerima dana hibah senilai Rp200 juta dari Bank Dunia karena berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Kini, Desa Api-api yang terletak di Kecamatan Waru ini ditetapkan sebagai salah satu desa penghasil karbon terbanyak di Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Masyarakat Pemdes Api-api, Muhammad Rizky mengatakan bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mensejahterakan para petani lewat pengembangan budidaya pohon aren.
Pihaknya mendatangkan 600 bibit pohon arena untuk dibudidayakan dan dikelola secara mandiri oleh para petani.
“Tentu bantuan berupa uang tunai itu kita gunakan untuk mendukung dan mendorong perekonomian masyarakat, terutama petani dengan memberikan bibit untuk dibudidayakan secara mandiri. Meski awalnya kita yang ngerawat, tapi setelah itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ucap Rizky, Sabtu (4/1/2025).
Pembudidayaan pohon aren di Desa Api-api terbilang cukup mudah. Ini dikarenakan kondisi tanah di wilayah tersebut sangat subur, sehingga peluang ini menjadi salah satu kesempatan bagi petani untuk menambah penghasilan baru.
“Desa Api-api memiliki lahan subur seluas 10 Hektare (Ha), kesempatan ini langsung kita manfaatkan dengan pohon aren tadi,” ungkapnya.
Rizky mengaku membudidayakan pohon aren bakal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang tahu bagaimana cara mengelolanya.
“Airnya terkadang dimanfaatkan orang untuk membuat pohon aren, tidak hanya itu buahnya pun sering dijadikan bahan es campur. Bahkan, akarnya bagus untuk kesehatan karena mampu mengatasi berbagai penyakit, seperti batu ginjal, ruam kulit, penyakit paru-paru dan lainnya,” jelasnya.
Rizky berharap langkah ini dapat mempertahankan status Desa Api-api sebagai salah satu desa penghasil karbon terbanyak di PPU, dengan cara membudidayakan pohon aren yang merupakan tanaman penghasil karbon, sekaligus memberikan peluang kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan memanfaatkan hasil dari pohon aren.“Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” tandasnya.
(Sf/By)