Pembebasan Lahan Jadi Kunci Percepatan Penanganan Banjir di MT Haryono Balikpapan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 April 2026 10:45 WIB

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat penanganan banjir di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan dengan menjadikan pembebasan lahan sebagai langkah utama.

    Upaya ini difokuskan pada wilayah hilir yang kerap terdampak genangan, khususnya di sekitar Gang Musala.

    “Keberhasilan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sangat bergantung pada ketersediaan lahan,” ucap Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat dikonfirmasi awak media, Minggu (12/4/2026).

    Menurutnya pemerintah merencanakan pembangunan saluran primer yang akan menghubungkan area jembatan di ujung Jalan MT Haryono hingga ke rumah pompa. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai sistem terintegrasi untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.

    “Tanpa pembebasan lahan, konektivitas saluran tidak akan maksimal,” akunya.

    Ia menjelaskan integrasi antara saluran primer dan rumah pompa menjadi komponen penting dalam memperkuat sistem drainase. Dengan sistem yang saling terhubung, air dapat dialirkan lebih cepat sehingga potensi banjir dapat diminimalkan.

    Rencana pembebasan lahan tersebut sebenarnya telah masuk dalam master plan pengendalian banjir Kota Balikpapan.

    “Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama terkait kebutuhan anggaran yang besar serta proses administrasi yang kompleks,” lanjutnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Balikpapan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga membuka peluang dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Kaltim hingga pemerintah pusat melalui APBN.

    “Dukungan pembiayaan dari berbagai sumber sangat diperlukan karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

    Selain pembangunan saluran primer, pemerintah juga terus melanjutkan perbaikan dan revitalisasi drainase di sejumlah titik. Program ini dinilai telah memberikan dampak positif dalam mengurangi genangan, meski masih terdapat beberapa kawasan yang memerlukan penanganan lanjutan.

    Pemkot Balikpapan optimistis melalui pendekatan terpadu antara pembangunan infrastruktur dan pembebasan lahan, persoalan banjir di kawasan padat penduduk seperti MT Haryono dapat diatasi secara bertahap.

    “Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pembebasan Lahan Jadi Kunci Percepatan Penanganan Banjir di MT Haryono Balikpapan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 April 2026 10:45 WIB

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat penanganan banjir di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan dengan menjadikan pembebasan lahan sebagai langkah utama.

    Upaya ini difokuskan pada wilayah hilir yang kerap terdampak genangan, khususnya di sekitar Gang Musala.

    “Keberhasilan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sangat bergantung pada ketersediaan lahan,” ucap Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat dikonfirmasi awak media, Minggu (12/4/2026).

    Menurutnya pemerintah merencanakan pembangunan saluran primer yang akan menghubungkan area jembatan di ujung Jalan MT Haryono hingga ke rumah pompa. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai sistem terintegrasi untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.

    “Tanpa pembebasan lahan, konektivitas saluran tidak akan maksimal,” akunya.

    Ia menjelaskan integrasi antara saluran primer dan rumah pompa menjadi komponen penting dalam memperkuat sistem drainase. Dengan sistem yang saling terhubung, air dapat dialirkan lebih cepat sehingga potensi banjir dapat diminimalkan.

    Rencana pembebasan lahan tersebut sebenarnya telah masuk dalam master plan pengendalian banjir Kota Balikpapan.

    “Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama terkait kebutuhan anggaran yang besar serta proses administrasi yang kompleks,” lanjutnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Balikpapan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga membuka peluang dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Kaltim hingga pemerintah pusat melalui APBN.

    “Dukungan pembiayaan dari berbagai sumber sangat diperlukan karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

    Selain pembangunan saluran primer, pemerintah juga terus melanjutkan perbaikan dan revitalisasi drainase di sejumlah titik. Program ini dinilai telah memberikan dampak positif dalam mengurangi genangan, meski masih terdapat beberapa kawasan yang memerlukan penanganan lanjutan.

    Pemkot Balikpapan optimistis melalui pendekatan terpadu antara pembangunan infrastruktur dan pembebasan lahan, persoalan banjir di kawasan padat penduduk seperti MT Haryono dapat diatasi secara bertahap.

    “Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)