Pembangunan Terowongan Samarinda Sudah 40 Persen,  Ketua TWAP Optimis Akhir 2024 Diresmikan

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    27 Februari 2024 11:19 WIB

    Tinjauan lapangan proyek terowongan di sisi Jalan Kakap oleh TWAP, Selasa (27/2/2024). (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Syaparudin lakukan tinjauan lapangan proyek terowongan. 

    Syaparudin mengunjungi proyek terowongan untuk melihat sejauh mana progres pengerjaan di lokasi pembangunan. 

    “Alhamdulillah proyek berjalan lancar sesuai dengan rencana, progresnya sudah 39,7 persen,” tutur Syaparudin, Selasa (27/2/2024).

    Pria itu yakin, dengan progres yang sudah dikerjakan sepanjang 143 meter dari sisi Sultan Alimuddin ini diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober atau November, dan dapat diresmikan Desember 2024. 

    Kemudian dari sisi kakap sedang dalam proses penataan tebing untuk memastikan kekuatan dan sedang dibangun jalan di hadapan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Nusantara. 

    Syaparudin juga mengatakan, masyarakat nampaknya menerima proyek itu dengan baik. Pemerintah juga sudah memfasilitasi masyarakat dengan membangun jalan, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dengan adanya proyek terowongan itu. 

    Ia mengharapkan dukungan dari masyarakat agar proyek ini dapat terus dikerjakan, sehingga di akhir tahun sudah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

    Ia mengatakan, dalam jangka panjang proyek ini juga sangat penting, terutama soal arus lalu lintas yang sering terganggu di Gunung Manggah. 

    Teknik Jalan dan Ahli Pratama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rezky Samudra Apriliyan juga mempunyai harapan yang sama dalam proses pengerjaan. 

    Ia menjelaskan, pihaknya menggunakan teknik galian mekanis dengan beberapa alat seperti eksavator atau biasa disebut dengan New Austrian Tunneling Method (NATM)

    “Kita tidak menggunakan alat bor gitu, jadi hanya menggunakan galian mekanis karena dari segi ukuran tunnel yang masih pendek jadi belum dianjurkan menggunakan Tunnel Boring Machine (TBM),” jelasnya. 

    Rezky bilang, tunnel dengan trase sepanjang 700 meter dan panjang struktur tunnel inti 400 meter masih termasuk pendek. Jadi dianjurkan untuk menggunakan teknik galian mekanis.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pembangunan Terowongan Samarinda Sudah 40 Persen,  Ketua TWAP Optimis Akhir 2024 Diresmikan

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    27 Februari 2024 11:19 WIB

    Tinjauan lapangan proyek terowongan di sisi Jalan Kakap oleh TWAP, Selasa (27/2/2024). (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Syaparudin lakukan tinjauan lapangan proyek terowongan. 

    Syaparudin mengunjungi proyek terowongan untuk melihat sejauh mana progres pengerjaan di lokasi pembangunan. 

    “Alhamdulillah proyek berjalan lancar sesuai dengan rencana, progresnya sudah 39,7 persen,” tutur Syaparudin, Selasa (27/2/2024).

    Pria itu yakin, dengan progres yang sudah dikerjakan sepanjang 143 meter dari sisi Sultan Alimuddin ini diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober atau November, dan dapat diresmikan Desember 2024. 

    Kemudian dari sisi kakap sedang dalam proses penataan tebing untuk memastikan kekuatan dan sedang dibangun jalan di hadapan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Nusantara. 

    Syaparudin juga mengatakan, masyarakat nampaknya menerima proyek itu dengan baik. Pemerintah juga sudah memfasilitasi masyarakat dengan membangun jalan, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dengan adanya proyek terowongan itu. 

    Ia mengharapkan dukungan dari masyarakat agar proyek ini dapat terus dikerjakan, sehingga di akhir tahun sudah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

    Ia mengatakan, dalam jangka panjang proyek ini juga sangat penting, terutama soal arus lalu lintas yang sering terganggu di Gunung Manggah. 

    Teknik Jalan dan Ahli Pratama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rezky Samudra Apriliyan juga mempunyai harapan yang sama dalam proses pengerjaan. 

    Ia menjelaskan, pihaknya menggunakan teknik galian mekanis dengan beberapa alat seperti eksavator atau biasa disebut dengan New Austrian Tunneling Method (NATM)

    “Kita tidak menggunakan alat bor gitu, jadi hanya menggunakan galian mekanis karena dari segi ukuran tunnel yang masih pendek jadi belum dianjurkan menggunakan Tunnel Boring Machine (TBM),” jelasnya. 

    Rezky bilang, tunnel dengan trase sepanjang 700 meter dan panjang struktur tunnel inti 400 meter masih termasuk pendek. Jadi dianjurkan untuk menggunakan teknik galian mekanis.

    (Sf/Rs)