Seputar Kaltim

    Pembangunan SNT di PPU Ditargetkan Mulai November, Anggaran Capai Rp250 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2026 pukul 12:51 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di Kecamatan Babulu, ditargetkan mulai berjalan pada November 2026. Anggaran pembangunan sekolah tersebut diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, tahapan persiapan pembangunan SNT kini telah berlanjut setelah pemerintah daerah menandatangani serah terima lahan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada akhir Juli lalu.

    "Sudah penandatanganan serah terima lahan. Pelaksanaan pembangunan menurut jadwal Kementerian di bulan 11, mudah-mudahan bisa berjalan lancar di tahun ini," kata Mudyat, Jumat (7/8/2026).

    Menurutnya, SNT di PPU diproyeksikan menjadi sekolah dengan standar internasional. Siswa utama SNT berasal dari Penajam, dengan sekitar 5.000 calon siswa yang akan mengikuti tes seleksi.

    "Anggarannya sekitar Rp250 miliar. Siswa utamanya dari Penajam. SNT ini kan mampu menampung sekitar 5.000 orang, standarnya internasional," ujar dia.

    Mudyat mengatakan, dari Kalimantan Timur terdapat dua daerah yang mendapat undangan terkait program SNT, yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan PPU.

    PPU, kata dia, menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong agar program tersebut hadir di daerah. 

    Upaya itu dilakukan karena pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting bagi PPU, terlebih sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Pertimbangan dibangun di PPU, karena kita lebih aktif melakukan lobi permohonan supaya apa yang menjadi cita-cita Presiden terkait pendidikan berkualitas tercapai. Kita agak ngebet karena PPU harus memacu SDM kita, harus berkualitas, maju dan unggul," katanya.

    Dia berharap keberadaan SNT dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di PPU sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi anak daerah memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan SNT di PPU Ditargetkan Mulai November, Anggaran Capai Rp250 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2026 pukul 12:51 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di Kecamatan Babulu, ditargetkan mulai berjalan pada November 2026. Anggaran pembangunan sekolah tersebut diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, tahapan persiapan pembangunan SNT kini telah berlanjut setelah pemerintah daerah menandatangani serah terima lahan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada akhir Juli lalu.

    "Sudah penandatanganan serah terima lahan. Pelaksanaan pembangunan menurut jadwal Kementerian di bulan 11, mudah-mudahan bisa berjalan lancar di tahun ini," kata Mudyat, Jumat (7/8/2026).

    Menurutnya, SNT di PPU diproyeksikan menjadi sekolah dengan standar internasional. Siswa utama SNT berasal dari Penajam, dengan sekitar 5.000 calon siswa yang akan mengikuti tes seleksi.

    "Anggarannya sekitar Rp250 miliar. Siswa utamanya dari Penajam. SNT ini kan mampu menampung sekitar 5.000 orang, standarnya internasional," ujar dia.

    Mudyat mengatakan, dari Kalimantan Timur terdapat dua daerah yang mendapat undangan terkait program SNT, yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan PPU.

    PPU, kata dia, menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong agar program tersebut hadir di daerah. 

    Upaya itu dilakukan karena pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting bagi PPU, terlebih sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Pertimbangan dibangun di PPU, karena kita lebih aktif melakukan lobi permohonan supaya apa yang menjadi cita-cita Presiden terkait pendidikan berkualitas tercapai. Kita agak ngebet karena PPU harus memacu SDM kita, harus berkualitas, maju dan unggul," katanya.

    Dia berharap keberadaan SNT dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di PPU sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi anak daerah memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah.

    (Sf/Rs)