Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo optimistis pembangunan SMPN 29 Balikpapan Utara dapat diselesaikan tepat waktu. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29 yang berlokasi di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, terus berjalan sesuai target.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 39 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari pemenuhan fasilitas umum di kawasan perumahan. Lahan pembangunan SMPN 29 merupakan hibah dari pihak pengembang Grand City sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat.
“Pengembang memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lahan fasilitas umum, salah satunya sekolah. Karena itu, pembangunan SMPN 29 dapat direalisasikan di kawasan Grand City,” ucap Bagus kepada awak media, Selasa (28/7/2026).
SMPN 29 dirancang memiliki 12 ruang kelas, dilengkapi aula yang juga dapat
dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan upacara. Proyek ini mulai dikerjakan pada Mei 2026 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2026.
Bagus optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, struktur utama bangunan telah dikerjakan hampir 90 persen, sehingga pekerjaan yang tersisa lebih banyak pada tahap penyelesaian akhir (finishing).
“Kalau saya lihat, proyek ini bisa selesai sesuai target. Struktur bangunan hampir selesai, tinggal pekerjaan kerapian dan kebersihan lokasi. Saya selalu mengingatkan penyedia jasa agar memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Health, Safety and Environment (HSE). Kalau lokasi proyek tertata rapi, material tidak banyak terbuang sehingga pekerjaan lebih efisien dan kualitas hasilnya juga lebih baik,” katanya.
Selain aspek keselamatan kerja, ia juga menyoroti pentingnya kelancaran akses logistik menuju lokasi proyek. Kata dia, kondisi jalan menuju area pembangunan perlu diperkuat agar distribusi material tidak terganggu, terutama saat hujan.
“Saya menyarankan agar akses jalan diperkeras menggunakan laterit atau sirtu. Dengan begitu, setelah hujan pekerjaan tidak perlu dihentikan karena kendaraan pengangkut material tetap bisa masuk ke lokasi,” jelasnya.
Pembangunan SMPN 29 menelan anggaran sebesar Rp18.473.083.455 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Norma Noor.
Sementara itu, perwakilan kontraktor PT Norma Noor, Ahmad Hamid Basri menambahkan, pekerjaan berlangsung setiap hari sejak Mei 2026. Aktivitas konstruksi dilakukan mulai pagi hingga pukul 22.00 WITA untuk mempercepat penyelesaian proyek.
“Selama dua bulan terakhir pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami mempercepat pekerjaan agar target penyelesaian bisa tercapai,” tambahnya.
Ia menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang terlibat menyesuaikan tahapan pekerjaan. Pada awal proyek terdapat sekitar 60 hingga 80 pekerja, sedangkan saat ini sebanyak 70 pekerja masih aktif di lapangan.
Menurut Ahmad, progres pembangunan telah melampaui target yang ditetapkan. Jika berdasarkan jadwal seharusnya progres baru sekitar 12 persen, kini realisasi pekerjaan telah mendekati 40 persen.
“Material seluruhnya sudah tersedia di lokasi maupun gudang, sehingga tidak ada kendala pasokan. Karena itu kami optimistis pekerjaan dapat selesai lebih cepat,” terangnya.
Bahkan, pihak kontraktor menargetkan pembangunan dapat dirampungkan lebih awal, yakni sekitar Oktober atau November 2026, sebelum batas akhir kontrak pada Desember.
Selain membangun gedung sekolah, proyek ini juga mencakup pembangunan lapangan serta area parkir. Disampaikan, material kayu bekisting yang masih berada di lokasi akan dibersihkan secara bertahap setelah proses pengecoran lantai dua selesai.
“Sekitar dua minggu setelah pengecoran kami akan membongkar seluruh bekisting dan memindahkannya ke workshop. Area proyek akan menjadi lebih bersih sehingga pekerjaan finishing dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo optimistis pembangunan SMPN 29 Balikpapan Utara dapat diselesaikan tepat waktu. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29 yang berlokasi di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, terus berjalan sesuai target.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 39 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari pemenuhan fasilitas umum di kawasan perumahan. Lahan pembangunan SMPN 29 merupakan hibah dari pihak pengembang Grand City sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat.
“Pengembang memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lahan fasilitas umum, salah satunya sekolah. Karena itu, pembangunan SMPN 29 dapat direalisasikan di kawasan Grand City,” ucap Bagus kepada awak media, Selasa (28/7/2026).
SMPN 29 dirancang memiliki 12 ruang kelas, dilengkapi aula yang juga dapat
dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan upacara. Proyek ini mulai dikerjakan pada Mei 2026 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2026.
Bagus optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, struktur utama bangunan telah dikerjakan hampir 90 persen, sehingga pekerjaan yang tersisa lebih banyak pada tahap penyelesaian akhir (finishing).
“Kalau saya lihat, proyek ini bisa selesai sesuai target. Struktur bangunan hampir selesai, tinggal pekerjaan kerapian dan kebersihan lokasi. Saya selalu mengingatkan penyedia jasa agar memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Health, Safety and Environment (HSE). Kalau lokasi proyek tertata rapi, material tidak banyak terbuang sehingga pekerjaan lebih efisien dan kualitas hasilnya juga lebih baik,” katanya.
Selain aspek keselamatan kerja, ia juga menyoroti pentingnya kelancaran akses logistik menuju lokasi proyek. Kata dia, kondisi jalan menuju area pembangunan perlu diperkuat agar distribusi material tidak terganggu, terutama saat hujan.
“Saya menyarankan agar akses jalan diperkeras menggunakan laterit atau sirtu. Dengan begitu, setelah hujan pekerjaan tidak perlu dihentikan karena kendaraan pengangkut material tetap bisa masuk ke lokasi,” jelasnya.
Pembangunan SMPN 29 menelan anggaran sebesar Rp18.473.083.455 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Norma Noor.
Sementara itu, perwakilan kontraktor PT Norma Noor, Ahmad Hamid Basri menambahkan, pekerjaan berlangsung setiap hari sejak Mei 2026. Aktivitas konstruksi dilakukan mulai pagi hingga pukul 22.00 WITA untuk mempercepat penyelesaian proyek.
“Selama dua bulan terakhir pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami mempercepat pekerjaan agar target penyelesaian bisa tercapai,” tambahnya.
Ia menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang terlibat menyesuaikan tahapan pekerjaan. Pada awal proyek terdapat sekitar 60 hingga 80 pekerja, sedangkan saat ini sebanyak 70 pekerja masih aktif di lapangan.
Menurut Ahmad, progres pembangunan telah melampaui target yang ditetapkan. Jika berdasarkan jadwal seharusnya progres baru sekitar 12 persen, kini realisasi pekerjaan telah mendekati 40 persen.
“Material seluruhnya sudah tersedia di lokasi maupun gudang, sehingga tidak ada kendala pasokan. Karena itu kami optimistis pekerjaan dapat selesai lebih cepat,” terangnya.
Bahkan, pihak kontraktor menargetkan pembangunan dapat dirampungkan lebih awal, yakni sekitar Oktober atau November 2026, sebelum batas akhir kontrak pada Desember.
Selain membangun gedung sekolah, proyek ini juga mencakup pembangunan lapangan serta area parkir. Disampaikan, material kayu bekisting yang masih berada di lokasi akan dibersihkan secara bertahap setelah proses pengecoran lantai dua selesai.
“Sekitar dua minggu setelah pengecoran kami akan membongkar seluruh bekisting dan memindahkannya ke workshop. Area proyek akan menjadi lebih bersih sehingga pekerjaan finishing dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya.
(Sf/Rs)