Seputar Kaltim

    Pembangunan Rumah Adat Kuta PPU Tak Kunjung Rampung, Diperkirakan Perlu Rp20 Miliar lagi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    11 November 2025 pukul 13:39 WITA

    Potret Rumah Adat Kuta Rekan Tatau PPU saat Festival Nondoi berlangsung (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) tidak kunjung rampung.

    Infrastruktur yang dibangun sejak 2018 lalu itu progres pembangunannya kini baru bekisar 25-30 persen.

    Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Musa mengatakan pembangunan rumah adat tersebut masih membutuhkan banyak pekerjaan lanjutan.

    Ia memperkirakan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur strategis itu dibutuhkan dana sekitar Rp20 miliar.

    “Posisinya baru kaki lima, badannya belum. Luasan lahannya dua Ha dan panjangnya 40x90 meter. Masih butuh pembangunan banyak, termasuk badan bangunannya, diperkirakan butuh Rp20 miliar lagi,” ujar Musa, Selasa (11/11/2025).

    Berdasarkan perencanaan yang dibuat, total kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah Adat Kuta Rekan Tatau mencapai Rp25 miliar, sementara dana yang terserap baru Rp4 miliar.

    Musa menyampaikan sempat mengusulkan pengalokasian anggaran ke pemerintah daerah agar dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut.

    Namun anggaran untuk melanjutkan pembangunan tidak dialokasikan pada tahun ini karena terhalang kebijakan efisiensi anggaran, sehingga dialihkan untuk program skala prioritas.

    “Bantuan di tahun ini untuk rumah adat tidak ada,” terang Musa.

    Guna memastikan pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau berlanjut, pemerintah daerah berusaha mengusulkan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat karena mengingat kondisi anggaran daerah terbatas.

    “Rumah adat itu penting sekali karena menjadi rumah sanggar seni di PPU,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Rumah Adat Kuta PPU Tak Kunjung Rampung, Diperkirakan Perlu Rp20 Miliar lagi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    11 November 2025 pukul 13:39 WITA

    Potret Rumah Adat Kuta Rekan Tatau PPU saat Festival Nondoi berlangsung (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) tidak kunjung rampung.

    Infrastruktur yang dibangun sejak 2018 lalu itu progres pembangunannya kini baru bekisar 25-30 persen.

    Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Musa mengatakan pembangunan rumah adat tersebut masih membutuhkan banyak pekerjaan lanjutan.

    Ia memperkirakan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur strategis itu dibutuhkan dana sekitar Rp20 miliar.

    “Posisinya baru kaki lima, badannya belum. Luasan lahannya dua Ha dan panjangnya 40x90 meter. Masih butuh pembangunan banyak, termasuk badan bangunannya, diperkirakan butuh Rp20 miliar lagi,” ujar Musa, Selasa (11/11/2025).

    Berdasarkan perencanaan yang dibuat, total kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah Adat Kuta Rekan Tatau mencapai Rp25 miliar, sementara dana yang terserap baru Rp4 miliar.

    Musa menyampaikan sempat mengusulkan pengalokasian anggaran ke pemerintah daerah agar dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut.

    Namun anggaran untuk melanjutkan pembangunan tidak dialokasikan pada tahun ini karena terhalang kebijakan efisiensi anggaran, sehingga dialihkan untuk program skala prioritas.

    “Bantuan di tahun ini untuk rumah adat tidak ada,” terang Musa.

    Guna memastikan pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau berlanjut, pemerintah daerah berusaha mengusulkan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat karena mengingat kondisi anggaran daerah terbatas.

    “Rumah adat itu penting sekali karena menjadi rumah sanggar seni di PPU,” tandasnya.

    (Sf/Rs)