Cari disini...
Seputar Kaltim
Peninjauan proyek Ruang Terbuka Publik Berketahanan Iklim di kawasan Pasar Segiri, Kamis (20/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan ruang terbuka publik (RTP) berketahanan iklim yang terletak di sebelah Jembatan Nibung dan di belakang Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Plt Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa progress pembangunan saat ini baru mencapai 16 persen, padahal seharusnya sudah mencapai 20 persen.
"Masih dalam toleransi meskipun belum ada bangunan yang selesai. Kita berharap sesuai target di September bisa selesai," ujar Marnabas saat meninjau proyek tersebut, Kamis (20/6/2024).
Proyek RTP ini dieksekusi oleh Tim Centre for Climate and Urban Resilience (CeCUR) Untag Surabaya.
Di lapangan, terlihat sudah ada pengerjaan bangunan meski masih jauh dari kata sempurna.
Nantinya RTP berketahanan iklim itu akan bersanding dengan lahan parkir yang juga akan dibangun di belakang Pasar Segiri.
Tahun ini, kata Marnabas, Pemkot Samarinda akan meluncurkan dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan lahan parkir dan ruang terbuka hijau (RTH) lainnya di kawasan tersebut.
Fasilitas parkir tersebut nantinya akan mampu menampung 330 motor dan 78 mobil, serta dilengkapi dengan area bersantai.
"Kita akan membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga. Kita juga minta ada pengelola khusus, karena tanpa pengelola bisa saja nanti terbengkalai dan tidak terawat. Apalagi ada sungai-sungai kecil di sana. Kita berharap ini bisa jadi ikon baru Samarinda," jelas Marnabas.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan itu menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan bisa menjadi kebanggaan warga Samarinda.
Ia meminta bantuan dari pemerintah setempat seperti camat dan lurah agar bisa bersama-sama mengawasi pengerjaan proyek ini.
"Kita minta kepada teman-teman untuk selalu bersinergi karena ruang publik ini akan menjadi kebanggaan bagi kita nanti, tempat untuk orang beristirahat dan bersantai," tambahnya.
Selain itu, ia menuturkan bawa Wali Kota Samarinda telah memerintahkan untuk membuat lebih banyak tempat serupa di masa depan.
Ia juga mengajak Tim CeCUR untuk terus mengembangkan proyek serupa di beberapa lokasi lain di Samarinda.
"Kita akan dukung penuh," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peninjauan proyek Ruang Terbuka Publik Berketahanan Iklim di kawasan Pasar Segiri, Kamis (20/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan ruang terbuka publik (RTP) berketahanan iklim yang terletak di sebelah Jembatan Nibung dan di belakang Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Plt Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa progress pembangunan saat ini baru mencapai 16 persen, padahal seharusnya sudah mencapai 20 persen.
"Masih dalam toleransi meskipun belum ada bangunan yang selesai. Kita berharap sesuai target di September bisa selesai," ujar Marnabas saat meninjau proyek tersebut, Kamis (20/6/2024).
Proyek RTP ini dieksekusi oleh Tim Centre for Climate and Urban Resilience (CeCUR) Untag Surabaya.
Di lapangan, terlihat sudah ada pengerjaan bangunan meski masih jauh dari kata sempurna.
Nantinya RTP berketahanan iklim itu akan bersanding dengan lahan parkir yang juga akan dibangun di belakang Pasar Segiri.
Tahun ini, kata Marnabas, Pemkot Samarinda akan meluncurkan dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan lahan parkir dan ruang terbuka hijau (RTH) lainnya di kawasan tersebut.
Fasilitas parkir tersebut nantinya akan mampu menampung 330 motor dan 78 mobil, serta dilengkapi dengan area bersantai.
"Kita akan membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga. Kita juga minta ada pengelola khusus, karena tanpa pengelola bisa saja nanti terbengkalai dan tidak terawat. Apalagi ada sungai-sungai kecil di sana. Kita berharap ini bisa jadi ikon baru Samarinda," jelas Marnabas.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan itu menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan bisa menjadi kebanggaan warga Samarinda.
Ia meminta bantuan dari pemerintah setempat seperti camat dan lurah agar bisa bersama-sama mengawasi pengerjaan proyek ini.
"Kita minta kepada teman-teman untuk selalu bersinergi karena ruang publik ini akan menjadi kebanggaan bagi kita nanti, tempat untuk orang beristirahat dan bersantai," tambahnya.
Selain itu, ia menuturkan bawa Wali Kota Samarinda telah memerintahkan untuk membuat lebih banyak tempat serupa di masa depan.
Ia juga mengajak Tim CeCUR untuk terus mengembangkan proyek serupa di beberapa lokasi lain di Samarinda.
"Kita akan dukung penuh," pungkasnya.
(Sf/Rs)