Seputar Kaltim

    Pembangunan Perguruan Tinggi Unpar di PPU Rampung, Tawarkan 3 Program Studi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 Februari 2025 pukul 15:15 WITA

    Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono (Kiri) dan Sekda PPU, Tohar (kanan).(Istimewa)

    Penajam - Pembangunan Gedung Susteran Ursulin dan Aula Asrama Santa Ursula Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang terletak di Jalan Pipa Pertamina, Kelurahan Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinyatakan rampung.

    Bangunan yang telah diresmikan Pemerintah Daerah (Pemda) pada 15 Februari 2024 lalu ini menawarkan tiga Program Studi (Prodi), yakni Ilmu Administrasi Publik, Administrasi Bisnis dan Hukum.

    Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono menyatakan pemilihan tiga Prodi ini ditentukan berdasarkan kebutuhan daerah yang ingin menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal kompeten, sehingga masyarakat PPU mampu menghadapi perubahan status sebagai salah satu bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Untuk tahap awal, kita buka tiga Prodi, seperti Ilmu Administrasi Publik, Hukum dan Administrasi Bisnis. Ilmu-ilmu tersebut tentu sangat dibutuhkan masyarakat PPU untuk menyongsong kehadiran IKN,” ucap Tri Basuki.

    Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan kehadiran Unpar dinilai penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kualitas SDM lokal.

    Ini mengingat jumlah perguruan tinggi di daerah PPU masih tergolong sedikit, tercatat hanya ada satu kampus selain Unpar yang telah berdiri di Kabupaten PPU, yakni Universitas Gunadarma.

    “Kami bersyukur ada penambahan jumlah perguruan tinggi di PPU. Apalagi, visi dan misinya sejalan dengan Pemda, terutama dalam membangun kualitas pendidikan dan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat PPU,” ungkap Tohar.

    Tohar berharap Unpar yang memiliki reputasi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Indonesia dapat memberikan pendidikan berkualitas kepada masyarakat agar bisa menciptakan SDM lokal yang unggul dan berdaya saing.

    “Saya harap ini bisa dikampanyekan agar semakin banyak warga kita yang dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Perguruan Tinggi Unpar di PPU Rampung, Tawarkan 3 Program Studi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 Februari 2025 pukul 15:15 WITA

    Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono (Kiri) dan Sekda PPU, Tohar (kanan).(Istimewa)

    Penajam - Pembangunan Gedung Susteran Ursulin dan Aula Asrama Santa Ursula Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang terletak di Jalan Pipa Pertamina, Kelurahan Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinyatakan rampung.

    Bangunan yang telah diresmikan Pemerintah Daerah (Pemda) pada 15 Februari 2024 lalu ini menawarkan tiga Program Studi (Prodi), yakni Ilmu Administrasi Publik, Administrasi Bisnis dan Hukum.

    Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono menyatakan pemilihan tiga Prodi ini ditentukan berdasarkan kebutuhan daerah yang ingin menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal kompeten, sehingga masyarakat PPU mampu menghadapi perubahan status sebagai salah satu bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Untuk tahap awal, kita buka tiga Prodi, seperti Ilmu Administrasi Publik, Hukum dan Administrasi Bisnis. Ilmu-ilmu tersebut tentu sangat dibutuhkan masyarakat PPU untuk menyongsong kehadiran IKN,” ucap Tri Basuki.

    Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan kehadiran Unpar dinilai penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kualitas SDM lokal.

    Ini mengingat jumlah perguruan tinggi di daerah PPU masih tergolong sedikit, tercatat hanya ada satu kampus selain Unpar yang telah berdiri di Kabupaten PPU, yakni Universitas Gunadarma.

    “Kami bersyukur ada penambahan jumlah perguruan tinggi di PPU. Apalagi, visi dan misinya sejalan dengan Pemda, terutama dalam membangun kualitas pendidikan dan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat PPU,” ungkap Tohar.

    Tohar berharap Unpar yang memiliki reputasi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Indonesia dapat memberikan pendidikan berkualitas kepada masyarakat agar bisa menciptakan SDM lokal yang unggul dan berdaya saing.

    “Saya harap ini bisa dikampanyekan agar semakin banyak warga kita yang dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh,” tandasnya.

    (Sf/By)