Seputar Kaltim

    Pembangunan Pasar Pagi Sudah 23 Persen

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 September 2024 pukul 21:25 WITA

    Progres pembangunan Pasar Pagi, Kamis (12/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak hanya kunjungi Teras Samarinda, Wali kota Samarinda, Andi Harun juga melihat progres pembangunan Pasar Pagi, Kamis (12/9/2024). 

    Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda saat ini menunjukkan progres yang signifikan. Andi Harun menyatakan bahwa proses pembangunan itu telah mencapai sekitar 23 persen serta sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

    "Saya bersyukur karena progresnya sesuai dengan skedul dan target persentasenya sejauh ini tercapai," ujar Andi Harun.

    Selaras dengan yang dikatakan oleh wali kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, juga mengkonfirmasi bahwa proses pengerjaan pasar itu berjalan dengan baik.  

    Sesuai dengan kontrak yang ada, kata Desy, pasar itu nantinya dibangun enam lantai. Namun berjalannya waktu nanti akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan terkait dengan luas bangunan dan desain. 

    "Optimis terhadap kontrak, iya, berdasarkan kontrak enam lantai. Apakah itu kontraknya selesai pada rencana awal kan ada adendum, mungkin terhadap desain ada perubahan," jelas Desy. 

    Pantauan Seputar Fakta di lapangan, pondasi sudah terpasang, termasuk tiang. Menurutnya memang proses pemasangan dasar bangunan seperti pondasi membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan pengerjaan bagian lain. 

    "Kalau bangunan gedung pekerjaan yg paling sulit adalah pondasi, kemudian tiang. Ketika tiang dan balok sudah jadi itu bukan kerjaan sulit. Kenapa lama karena tidak mungkin menunggu pekerjaan bawah dipasang langsung bisa dipakai,
    punya kerja waktu lama dibandingkan kerjaan dinding, atap dan lainnya," bebernya. 

    Lebih lanjut ia juga membeberkan bahwa pada pembangunan itu tidak seperti Teras Samarinda yang mengambil material dari luar negeri. 

    "Luar daerah iya, dari Pulau Jawa mulai pancang hingga keramik karena tidak ada yang produksi material di sini dengan jenis itu dengan jumlah banyak, volumenya pun besar," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Pasar Pagi Sudah 23 Persen

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 September 2024 pukul 21:25 WITA

    Progres pembangunan Pasar Pagi, Kamis (12/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak hanya kunjungi Teras Samarinda, Wali kota Samarinda, Andi Harun juga melihat progres pembangunan Pasar Pagi, Kamis (12/9/2024). 

    Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda saat ini menunjukkan progres yang signifikan. Andi Harun menyatakan bahwa proses pembangunan itu telah mencapai sekitar 23 persen serta sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

    "Saya bersyukur karena progresnya sesuai dengan skedul dan target persentasenya sejauh ini tercapai," ujar Andi Harun.

    Selaras dengan yang dikatakan oleh wali kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, juga mengkonfirmasi bahwa proses pengerjaan pasar itu berjalan dengan baik.  

    Sesuai dengan kontrak yang ada, kata Desy, pasar itu nantinya dibangun enam lantai. Namun berjalannya waktu nanti akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan terkait dengan luas bangunan dan desain. 

    "Optimis terhadap kontrak, iya, berdasarkan kontrak enam lantai. Apakah itu kontraknya selesai pada rencana awal kan ada adendum, mungkin terhadap desain ada perubahan," jelas Desy. 

    Pantauan Seputar Fakta di lapangan, pondasi sudah terpasang, termasuk tiang. Menurutnya memang proses pemasangan dasar bangunan seperti pondasi membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan pengerjaan bagian lain. 

    "Kalau bangunan gedung pekerjaan yg paling sulit adalah pondasi, kemudian tiang. Ketika tiang dan balok sudah jadi itu bukan kerjaan sulit. Kenapa lama karena tidak mungkin menunggu pekerjaan bawah dipasang langsung bisa dipakai,
    punya kerja waktu lama dibandingkan kerjaan dinding, atap dan lainnya," bebernya. 

    Lebih lanjut ia juga membeberkan bahwa pada pembangunan itu tidak seperti Teras Samarinda yang mengambil material dari luar negeri. 

    "Luar daerah iya, dari Pulau Jawa mulai pancang hingga keramik karena tidak ada yang produksi material di sini dengan jenis itu dengan jumlah banyak, volumenya pun besar," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)