Cari disini...
Seputar Kaltim
Bangunan Pasar Pagi sebelum dibongkar untuk revitalisasi bangunan dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (26/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan Pasar Pagi di Kota Samarinda kini memasuki tahap pengerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyatakan bahwa proses lelang telah selesai dan pekerjaan fisik sudah dimulai.
"Lelang sudah selesai, pekerjaan sudah dimulai. Mereka sudah mulai mengangkat bahan-bahan," ujar Desy pada Minggu (19/5/2024).
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa progres pengerjaan masih belum signifikan. Puing-puing bangunan lama masih berserakan di area proyek, mengindikasikan bahwa pengerjaan awal belum sepenuhnya rampung.
Menurut Desy, bahan bangunan yang besar memerlukan proses pengangkutan bertahap, terutama pancang beton yang panjangnya mencapai sekitar 15-20 meter.
Desy menjelaskan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan dengan pusat dalam waktu dekat untuk membahas detail lebih lanjut terkait proyek ini. Penempatan pancang ini akan menjadi salah satu topik utama dalam rapat dengan pusat.
"Kami akan rapatkan ini dengan pusat dulu untuk menentukan posisi peletakan pancang-pancang tersebut," lanjutnya.
Selain itu, Desy menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur untuk meminta izin terkait pengerjaan yang mungkin menyebabkan penyempitan Jalan Gajah Mada, yang merupakan lokasi proyek Pasar Pagi.
"Karena Jalan Gajah Mada ini jalan nasional, kita perlu koordinasi dengan BPJN," bebernya.
Mengenai anggaran proyek, Desy memastikan bahwa tidak akan ada penambahan biaya sementara ini. Ia juga optimis bahwa pembangunan Pasar Pagi akan selesai sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
Dengan demikian, para pedagang bisa kembali menempati Pasar Pagi sebelum masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda berakhir, sesuai dengan kontrak kerja, Pasar Pagi harus selesai pada Desember 2024 dan mulai beroperasi pada Januari 2025.
Proyek pembangunan Pasar Pagi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pasar tersebut.
Dengan dimulainya tahap pengerjaan ini, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti, sehingga target penyelesaian pada akhir tahun 2024 dapat tercapai.
Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya untuk memastikan segala proses dan tahapan pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai jadwal serta spesifikasi yang telah direncanakan.
"Pekerjaan harus selesai di Desember 2024 sesuai kontrak," pungkas Desy.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bangunan Pasar Pagi sebelum dibongkar untuk revitalisasi bangunan dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (26/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan Pasar Pagi di Kota Samarinda kini memasuki tahap pengerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyatakan bahwa proses lelang telah selesai dan pekerjaan fisik sudah dimulai.
"Lelang sudah selesai, pekerjaan sudah dimulai. Mereka sudah mulai mengangkat bahan-bahan," ujar Desy pada Minggu (19/5/2024).
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa progres pengerjaan masih belum signifikan. Puing-puing bangunan lama masih berserakan di area proyek, mengindikasikan bahwa pengerjaan awal belum sepenuhnya rampung.
Menurut Desy, bahan bangunan yang besar memerlukan proses pengangkutan bertahap, terutama pancang beton yang panjangnya mencapai sekitar 15-20 meter.
Desy menjelaskan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan dengan pusat dalam waktu dekat untuk membahas detail lebih lanjut terkait proyek ini. Penempatan pancang ini akan menjadi salah satu topik utama dalam rapat dengan pusat.
"Kami akan rapatkan ini dengan pusat dulu untuk menentukan posisi peletakan pancang-pancang tersebut," lanjutnya.
Selain itu, Desy menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur untuk meminta izin terkait pengerjaan yang mungkin menyebabkan penyempitan Jalan Gajah Mada, yang merupakan lokasi proyek Pasar Pagi.
"Karena Jalan Gajah Mada ini jalan nasional, kita perlu koordinasi dengan BPJN," bebernya.
Mengenai anggaran proyek, Desy memastikan bahwa tidak akan ada penambahan biaya sementara ini. Ia juga optimis bahwa pembangunan Pasar Pagi akan selesai sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
Dengan demikian, para pedagang bisa kembali menempati Pasar Pagi sebelum masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda berakhir, sesuai dengan kontrak kerja, Pasar Pagi harus selesai pada Desember 2024 dan mulai beroperasi pada Januari 2025.
Proyek pembangunan Pasar Pagi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pasar tersebut.
Dengan dimulainya tahap pengerjaan ini, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti, sehingga target penyelesaian pada akhir tahun 2024 dapat tercapai.
Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya untuk memastikan segala proses dan tahapan pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai jadwal serta spesifikasi yang telah direncanakan.
"Pekerjaan harus selesai di Desember 2024 sesuai kontrak," pungkas Desy.
(Sf/Rs)