Seputar Kaltim

    Pembangunan Kopdes Merah Putih di PPU Dikebut, Belasan Desa Masih Cari Lahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2026 pukul 16:24 WITA

    Kepala Dinas KUKMPerindag PPU, Muhammad Yusuf Basra. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dikebut. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 37 koperasi berada dalam tahap pembangunan, sedangkan 17 desa dan kelurahan lainnya masih terkendala lahan.

    Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Muhammad Yusuf Basra mengatakan desa dan kelurahan yang belum memulai pembangunan masih mengupayakan ketersediaan lahan sesuai syarat pembangunan gerai koperasi.

    "Kendalanya di lahan. Ada syarat tertentu terkait luasan. Kalau pemda punya aset yang bisa dipakai, itu memungkinkan," ujar Yusuf Basra yang akrab disapa Yuba, saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

    Dia menyebut, pemerintah daerah sebelumnya telah mengikuti peresmian gerai KDMP secara nasional yang dipusatkan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Peresmian itu sebagai simbol dimulainya pengembangan puluhan koperasi desa di wilayah PPU.

    Menurutnya, keberadaan koperasi desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga melalui UMKM hingga pembukaan lapangan kerja.

    Usai diresmikan, manajemen koperasi disebut sudah dapat menjalankan unit usaha masing-masing sesuai skema bisnis yang telah ditentukan.

    Di PPU, tiga koperasi desa tercatat mulai beroperasi, yakni Kopdes Sidorejo, Kopdes Telemow dan Kopdes Girimukti.

    "Tiga sudah beroperasi. Dari 37 yang tahap pembangunan, 13 sudah berdiri, 24 lainnya masih progres, sedangkan 17 belum ada lahan," katanya.

    Yuba mengatakan, koperasi desa tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen, melainkan turut melibatkan warga lokal sebagai pemasok komoditas yang dijual.

    Koperasi desa telah mendapat pendampingan dari asisten bisnis terkait akses dan manajemen usaha. Lanjut Yuba, meski peluang kerja sama dengan pihak ritel terbuka, koperasi diharapkan tidak mematikan usaha masyarakat yang sudah berjalan.

    "Kalau suplai dari ritel dan sebagainya, sejauh ini belum ada informasi. Kalaupun ada, jangan sampai mematikan usaha lain," ujarnya.

    Dia menambahkan, hasil pertanian masyarakat juga dapat dipasarkan melalui koperasi desa sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

    "Kopdes di PPU ada yang sudah kerja sama dengan Bulog untuk suplai beras. Hasil tani masyarakat bisa juga dijual lewat koperasi. Kembali lagi melihat kebutuhan pasar," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Kopdes Merah Putih di PPU Dikebut, Belasan Desa Masih Cari Lahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2026 pukul 16:24 WITA

    Kepala Dinas KUKMPerindag PPU, Muhammad Yusuf Basra. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dikebut. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 37 koperasi berada dalam tahap pembangunan, sedangkan 17 desa dan kelurahan lainnya masih terkendala lahan.

    Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Muhammad Yusuf Basra mengatakan desa dan kelurahan yang belum memulai pembangunan masih mengupayakan ketersediaan lahan sesuai syarat pembangunan gerai koperasi.

    "Kendalanya di lahan. Ada syarat tertentu terkait luasan. Kalau pemda punya aset yang bisa dipakai, itu memungkinkan," ujar Yusuf Basra yang akrab disapa Yuba, saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

    Dia menyebut, pemerintah daerah sebelumnya telah mengikuti peresmian gerai KDMP secara nasional yang dipusatkan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Peresmian itu sebagai simbol dimulainya pengembangan puluhan koperasi desa di wilayah PPU.

    Menurutnya, keberadaan koperasi desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga melalui UMKM hingga pembukaan lapangan kerja.

    Usai diresmikan, manajemen koperasi disebut sudah dapat menjalankan unit usaha masing-masing sesuai skema bisnis yang telah ditentukan.

    Di PPU, tiga koperasi desa tercatat mulai beroperasi, yakni Kopdes Sidorejo, Kopdes Telemow dan Kopdes Girimukti.

    "Tiga sudah beroperasi. Dari 37 yang tahap pembangunan, 13 sudah berdiri, 24 lainnya masih progres, sedangkan 17 belum ada lahan," katanya.

    Yuba mengatakan, koperasi desa tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen, melainkan turut melibatkan warga lokal sebagai pemasok komoditas yang dijual.

    Koperasi desa telah mendapat pendampingan dari asisten bisnis terkait akses dan manajemen usaha. Lanjut Yuba, meski peluang kerja sama dengan pihak ritel terbuka, koperasi diharapkan tidak mematikan usaha masyarakat yang sudah berjalan.

    "Kalau suplai dari ritel dan sebagainya, sejauh ini belum ada informasi. Kalaupun ada, jangan sampai mematikan usaha lain," ujarnya.

    Dia menambahkan, hasil pertanian masyarakat juga dapat dipasarkan melalui koperasi desa sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

    "Kopdes di PPU ada yang sudah kerja sama dengan Bulog untuk suplai beras. Hasil tani masyarakat bisa juga dijual lewat koperasi. Kembali lagi melihat kebutuhan pasar," tandasnya.

    (Sf/Lo)