Seputar Kaltim

    Pembangunan KNMP Nenang-Tanjung Tengah Direalisasikan, Permudah Catat Tangkapan Nelayan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 10:53 WITA

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera direalisasikan. Dua lokasi, yakni Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah, disiapkan dengan total anggaran mencapai Rp14 miliar.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan kedua pembangunan tersebut sudah berkontrak dan tinggal menunggu pelaksanaan fisik di lapangan.

    "Tahun ini dibangun dan sudah berkontrak. Kami tinggal menunggu realisasi fisiknya," kata Andi, Kamis (1/10/2026).

    Menurut Andi, pembangunan KNMP tidak sebatas menyediakan kawasan bagi nelayan. Sejumlah fasilitas akan disiapkan untuk menunjang aktivitas dari pendaratan kapal hingga penanganan hasil tangkapan.

    Fasilitas yang disiapkan mencakup docking, tempat pendaratan kapal, tempat pelelangan ikan, pabrik es hingga perbengkelan.

    Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat proses sandar kapal, bongkar muat dan penanganan ikan lebih tertata. Ketersediaan pabrik es juga menjadi bagian penting untuk menjaga hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

    "Jangan hanya melihat KNMP untuk kebutuhan saat ini. Ke depan manfaatnya akan lebih besar. Ada docking, pendaratan kapal, tempat pelelangan ikan dan pabrik es," ujarnya.

    Dinas Perikanan PPU juga akan memanfaatkan kawasan tersebut untuk memperbaiki pencatatan hasil tangkapan nelayan. Produksi perikanan diharapkan dapat terdata lebih terpusat sehingga gambaran hasil tangkap nelayan di kawasan tersebut lebih jelas.

    "Bagi kami di pemerintahan, tentu juga memudahkan dalam melakukan pencatatan hasil tangkapan," katanya.

    Andi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat sebelum pembangunan berjalan. Dukungan masyarakat dinilai penting karena fasilitas KNMP akan digunakan untuk menunjang aktivitas nelayan di sekitarnya.

    "Daerah menyiapkan lahannya, termasuk memastikan status lahan serta melihat persentase masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan," katanya.

    Ia memastikan lahan yang digunakan untuk pembangunan telah berstatus clean and clear. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan kebutuhan administrasi yang menjadi bagian dari persiapan pembangunan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan KNMP Nenang-Tanjung Tengah Direalisasikan, Permudah Catat Tangkapan Nelayan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 10:53 WITA

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera direalisasikan. Dua lokasi, yakni Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah, disiapkan dengan total anggaran mencapai Rp14 miliar.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan kedua pembangunan tersebut sudah berkontrak dan tinggal menunggu pelaksanaan fisik di lapangan.

    "Tahun ini dibangun dan sudah berkontrak. Kami tinggal menunggu realisasi fisiknya," kata Andi, Kamis (1/10/2026).

    Menurut Andi, pembangunan KNMP tidak sebatas menyediakan kawasan bagi nelayan. Sejumlah fasilitas akan disiapkan untuk menunjang aktivitas dari pendaratan kapal hingga penanganan hasil tangkapan.

    Fasilitas yang disiapkan mencakup docking, tempat pendaratan kapal, tempat pelelangan ikan, pabrik es hingga perbengkelan.

    Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat proses sandar kapal, bongkar muat dan penanganan ikan lebih tertata. Ketersediaan pabrik es juga menjadi bagian penting untuk menjaga hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

    "Jangan hanya melihat KNMP untuk kebutuhan saat ini. Ke depan manfaatnya akan lebih besar. Ada docking, pendaratan kapal, tempat pelelangan ikan dan pabrik es," ujarnya.

    Dinas Perikanan PPU juga akan memanfaatkan kawasan tersebut untuk memperbaiki pencatatan hasil tangkapan nelayan. Produksi perikanan diharapkan dapat terdata lebih terpusat sehingga gambaran hasil tangkap nelayan di kawasan tersebut lebih jelas.

    "Bagi kami di pemerintahan, tentu juga memudahkan dalam melakukan pencatatan hasil tangkapan," katanya.

    Andi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat sebelum pembangunan berjalan. Dukungan masyarakat dinilai penting karena fasilitas KNMP akan digunakan untuk menunjang aktivitas nelayan di sekitarnya.

    "Daerah menyiapkan lahannya, termasuk memastikan status lahan serta melihat persentase masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan," katanya.

    Ia memastikan lahan yang digunakan untuk pembangunan telah berstatus clean and clear. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan kebutuhan administrasi yang menjadi bagian dari persiapan pembangunan.

    (Sf/Lo)