Seputar Kaltim

    Pembangunan Gedung Jantung Terpadu di Balikpapan Ditarget Rampung Tahun ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Mei 2024 pukul 17:03 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyebut pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan diharapkan selesai sesuai target pada tahun ini. 

    "Kami berharap pembangunan gedung ini dapat selesai dengan cepat dan selesai tahun ini," ujar Jaya.

    Proyek yang telah dimulai sejak 5 Juni 2023 ini merupakan inisiatif dari Gubernur Kaltim sebelumnya, Isran Noor. Tahapan awal pembangunan melibatkan Detail Engineering Design (DED) dengan kontrak senilai Rp825 juta, di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kanujoso Djatiwibowo pada Tahun Anggaran 2022.

    Pelaksanaan fisik proyek ini dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2023, dengan RELIS-BNB, KSO sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak mencapai Rp95 miliar.

    Namun, proyek ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan material yang disebabkan oleh pembangunan masif di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    "Kami berupaya mengatasi kelangkaan material yang banyak digunakan untuk pembangunan IKN, yang menyebabkan sedikit keterlambatan," tambah Jaya.

    Gedung yang sedang dibangun ini terletak di kompleks RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, di atas lahan seluas 3.833 m² milik pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gedung parkir yang terdiri dari tujuh lantai memiliki luas 1.018 m² per lantai, total 7.126 m², dengan kapasitas untuk 90 mobil dan 140 motor.

    Sementara itu, Gedung Jantung yang terdiri dari delapan lantai, memiliki luas 1.568 m² per lantai, dengan total keseluruhan 12.544 m². Gedung ini juga telah dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya yang memenuhi 50 persen dari kebutuhan listriknya. 

    Dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp357 miliar, tahap pertama pembangunan masih berfokus pada struktur hingga kolom di lantai enam, termasuk struktur gedung parkir, meninggalkan sisa anggaran sebesar Rp291 miliar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Gedung Jantung Terpadu di Balikpapan Ditarget Rampung Tahun ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Mei 2024 pukul 17:03 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyebut pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan diharapkan selesai sesuai target pada tahun ini. 

    "Kami berharap pembangunan gedung ini dapat selesai dengan cepat dan selesai tahun ini," ujar Jaya.

    Proyek yang telah dimulai sejak 5 Juni 2023 ini merupakan inisiatif dari Gubernur Kaltim sebelumnya, Isran Noor. Tahapan awal pembangunan melibatkan Detail Engineering Design (DED) dengan kontrak senilai Rp825 juta, di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kanujoso Djatiwibowo pada Tahun Anggaran 2022.

    Pelaksanaan fisik proyek ini dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2023, dengan RELIS-BNB, KSO sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak mencapai Rp95 miliar.

    Namun, proyek ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan material yang disebabkan oleh pembangunan masif di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    "Kami berupaya mengatasi kelangkaan material yang banyak digunakan untuk pembangunan IKN, yang menyebabkan sedikit keterlambatan," tambah Jaya.

    Gedung yang sedang dibangun ini terletak di kompleks RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, di atas lahan seluas 3.833 m² milik pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gedung parkir yang terdiri dari tujuh lantai memiliki luas 1.018 m² per lantai, total 7.126 m², dengan kapasitas untuk 90 mobil dan 140 motor.

    Sementara itu, Gedung Jantung yang terdiri dari delapan lantai, memiliki luas 1.568 m² per lantai, dengan total keseluruhan 12.544 m². Gedung ini juga telah dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya yang memenuhi 50 persen dari kebutuhan listriknya. 

    Dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp357 miliar, tahap pertama pembangunan masih berfokus pada struktur hingga kolom di lantai enam, termasuk struktur gedung parkir, meninggalkan sisa anggaran sebesar Rp291 miliar.

    (Sf/Rs)