Seputar Kaltim

    Pembangunan Gedung DPRD Balikpapan Baru 30 Persen, Alwi Dorong Kontraktor Agar Bisa Mengejar Target 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Sementara DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri saat ditemui di BDCC Dome. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan gedung DPRD Kota Balikpapan sampai saat ini masih dalam proses pekerjaan. Sehingga beberapa rapat kerja DPRD harus dilakukan diluar kantor, contohnya rapat paripurna yang dilakukan di Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, kemarin (25/9/2024).

    Ditanya terkait dengan progres pembangunan, Ketua Sementara DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri mengatakan, proses pembangunan gedung DPRD masih dalam proses. Berdasarkan laporan yang diterima pada tiga pekan lalu, progres pembangunan baru mencapai 18 persen.

    "Mungkin sekarang (26/9/2024) progresnya sudah mencapai 20 sampai 30 persen. Nanti untuk pastinya saya panggil lagi Dinas PU, kontraktor, dan konsultan untuk tahu detail sejauh mana progres," ucap Alwi kepada media, Kamis (26/9). 

    Sementara untuk waktu pekerjaan hanya tersisa sekitar tiga bulan lagi. Maka diharapkan kontraktor dapat bekerja secra maksimal untuk mengejar progresnya hingga akhir Desember 2024 ini.

    “Semoga bisa terkejar, karena target Desember akhir harus sudah rampung," jelasnya.

    Alwi pun menyebut, bahwa progres itu masih terjauh dari target, seharusnya progres pekerjaan itu sudah lebih dari 50 persen, karena waktunya tinggal tiga bulan.

    Ia pun mendorong pihak kontraktor untuk bisa memiliki upaya untuk menyiasati ketertinggalan progres. Bisa mulai dari menambah alat, waktu kerja (lembur), hingga tenaga kerja.

    “Kalau hanya seperti biasa saja, saya jadi pesimis juga bisa rampung,” akunya.

    Lanjutnya, apabila sampai batas waktu pekerjaan belum selesai, maka nanti akan dilakukan evaluasi terhadap proyek tersebut. Misalnya apa bisa diberi penambahan waktu atau opsi lainnya.

    Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Sehingga rapat paripurna dalam beberapa bulan terakhir harus berjalan di luar kantor DPRD Balikpapan.

    Menurutnya ini semata-mata karena tidak ada tempat representatif selama masa pembangunan gedung.

    “Ini bukan maksud kami mau gaya-gayaan rapat di luar. Tapi kami sendiri juga kesulitan mencari tempat kosong. Hotel rata-rata sudah penuh. Jadi kami baru dapat tempat kemarin di Gedung Parkir," ungkapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Gedung DPRD Balikpapan Baru 30 Persen, Alwi Dorong Kontraktor Agar Bisa Mengejar Target 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Sementara DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri saat ditemui di BDCC Dome. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pembangunan gedung DPRD Kota Balikpapan sampai saat ini masih dalam proses pekerjaan. Sehingga beberapa rapat kerja DPRD harus dilakukan diluar kantor, contohnya rapat paripurna yang dilakukan di Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, kemarin (25/9/2024).

    Ditanya terkait dengan progres pembangunan, Ketua Sementara DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri mengatakan, proses pembangunan gedung DPRD masih dalam proses. Berdasarkan laporan yang diterima pada tiga pekan lalu, progres pembangunan baru mencapai 18 persen.

    "Mungkin sekarang (26/9/2024) progresnya sudah mencapai 20 sampai 30 persen. Nanti untuk pastinya saya panggil lagi Dinas PU, kontraktor, dan konsultan untuk tahu detail sejauh mana progres," ucap Alwi kepada media, Kamis (26/9). 

    Sementara untuk waktu pekerjaan hanya tersisa sekitar tiga bulan lagi. Maka diharapkan kontraktor dapat bekerja secra maksimal untuk mengejar progresnya hingga akhir Desember 2024 ini.

    “Semoga bisa terkejar, karena target Desember akhir harus sudah rampung," jelasnya.

    Alwi pun menyebut, bahwa progres itu masih terjauh dari target, seharusnya progres pekerjaan itu sudah lebih dari 50 persen, karena waktunya tinggal tiga bulan.

    Ia pun mendorong pihak kontraktor untuk bisa memiliki upaya untuk menyiasati ketertinggalan progres. Bisa mulai dari menambah alat, waktu kerja (lembur), hingga tenaga kerja.

    “Kalau hanya seperti biasa saja, saya jadi pesimis juga bisa rampung,” akunya.

    Lanjutnya, apabila sampai batas waktu pekerjaan belum selesai, maka nanti akan dilakukan evaluasi terhadap proyek tersebut. Misalnya apa bisa diberi penambahan waktu atau opsi lainnya.

    Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Sehingga rapat paripurna dalam beberapa bulan terakhir harus berjalan di luar kantor DPRD Balikpapan.

    Menurutnya ini semata-mata karena tidak ada tempat representatif selama masa pembangunan gedung.

    “Ini bukan maksud kami mau gaya-gayaan rapat di luar. Tapi kami sendiri juga kesulitan mencari tempat kosong. Hotel rata-rata sudah penuh. Jadi kami baru dapat tempat kemarin di Gedung Parkir," ungkapnya.

    (Sf/Rs)