Pembangunan Ditunda, Perencanaan Pasar Inpres Kebun Sayur Tetap Berjalan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    11 Desember 2025 07:55 WIB

    Rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat di tahun 2026 ditunda. Namun penyusunan Detail Engineering Design (DED) terus berlanjut. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Penundaan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat hingga 2026 tidak menghentikan persiapan teknis yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Meski anggaran dipangkas, proses perencanaan tetap dipacu agar proyek bisa langsung dikerjakan saat pendanaan kembali tersedia.

    Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan memastikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terus berlanjut. Kepala Disdag, Haemusri, mengungkapkan bahwa dokumen teknis tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari para pedagang calon penghuni pasar.

    “DED Pasar Inpres sudah rampung dan pedagang menyetujuinya. Walaupun pembangunan dibatalkan karena pemangkasan anggaran, DED tetap kami sampaikan,” ucap Haemusri kepada awak media, Kamis (11/12/2025).

    Menurutnya, penyelesaian DED merupakan langkah strategis agar pembangunan tidak kembali tertunda ketika anggaran tersedia. Dengan dokumen yang sudah lengkap, pemerintah tidak perlu mengulang proses teknis yang memakan waktu.

    “Kalau nanti anggaran sudah ada, pekerjaan fisik bisa langsung berjalan karena dasar perencanaannya sudah siap,” jelasnya.

    Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi salah satu proyek prioritas daerah mengingat kondisi pasar yang tidak lagi memadai dan perlunya penataan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.

    Selain itu, Disdag juga terus mendampingi proses penyelesaian status lahan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 5,5, Balikpapan Utara.

    “Upaya ini dilakukan bersama BPKAD guna memastikan legalitas lahan tuntas sebelum pembangunan dimulai,” terangnya.

    Haemusri menegaskan, penyempurnaan dokumen teknis dan penuntasan persoalan lahan merupakan bagian dari kesiapan pemerintah menghadapi pemulihan fiskal.

    “Kami ingin ketika kondisi anggaran membaik, dua proyek penting ini bisa langsung direalisasikan tanpa hambatan tambahan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pembangunan Ditunda, Perencanaan Pasar Inpres Kebun Sayur Tetap Berjalan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    11 Desember 2025 07:55 WIB

    Rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat di tahun 2026 ditunda. Namun penyusunan Detail Engineering Design (DED) terus berlanjut. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Penundaan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat hingga 2026 tidak menghentikan persiapan teknis yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Meski anggaran dipangkas, proses perencanaan tetap dipacu agar proyek bisa langsung dikerjakan saat pendanaan kembali tersedia.

    Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan memastikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terus berlanjut. Kepala Disdag, Haemusri, mengungkapkan bahwa dokumen teknis tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari para pedagang calon penghuni pasar.

    “DED Pasar Inpres sudah rampung dan pedagang menyetujuinya. Walaupun pembangunan dibatalkan karena pemangkasan anggaran, DED tetap kami sampaikan,” ucap Haemusri kepada awak media, Kamis (11/12/2025).

    Menurutnya, penyelesaian DED merupakan langkah strategis agar pembangunan tidak kembali tertunda ketika anggaran tersedia. Dengan dokumen yang sudah lengkap, pemerintah tidak perlu mengulang proses teknis yang memakan waktu.

    “Kalau nanti anggaran sudah ada, pekerjaan fisik bisa langsung berjalan karena dasar perencanaannya sudah siap,” jelasnya.

    Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi salah satu proyek prioritas daerah mengingat kondisi pasar yang tidak lagi memadai dan perlunya penataan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.

    Selain itu, Disdag juga terus mendampingi proses penyelesaian status lahan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 5,5, Balikpapan Utara.

    “Upaya ini dilakukan bersama BPKAD guna memastikan legalitas lahan tuntas sebelum pembangunan dimulai,” terangnya.

    Haemusri menegaskan, penyempurnaan dokumen teknis dan penuntasan persoalan lahan merupakan bagian dari kesiapan pemerintah menghadapi pemulihan fiskal.

    “Kami ingin ketika kondisi anggaran membaik, dua proyek penting ini bisa langsung direalisasikan tanpa hambatan tambahan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)