Seputar Kaltim

    Pembangunan Bendungan Telake Ditunda, Tunggu Kepastian Pemerintah Baru

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Agustus 2024 pukul 10:52 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pembangunan Bendungan Telake di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kembali mengalami kendala. Proyek strategis nasional (PSN) yang sudah mulai digarap sejak 2021 ini terpaksa ditunda menyusul pergantian kepemimpinan di tingkat pusat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, Rabu (14/8), menjelaskan bahwa penundaan ini semata-mata karena adanya pergantian periode pemerintahan.

    "Karena periode pemerintah pusat tahun ini berakhir, maka pembangunan Bendungan Telake akan dibahas perencanaan ulangnya di tahun depan," kata Sri Wahyuni.

    Sri Wahyuni menegaskan, penundaan ini bersifat sementara dan bukan berarti proyek dihentikan. Ia menekankan pentingnya Bendungan Telake bagi sektor pertanian di Kabupaten Paser dan sekitarnya.

    "Keberadaan Bendungan Telake pastinya akan mendukung sentral-sentral pertanian yang ada di Kabupaten Paser dan sekitarnya," ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Kaltim masih terus berupaya untuk meningkatkan sektor pertanian, salah satunya dengan membangun infrastruktur yang memadai.

    "Maka dari itu kita terus mendukung baik melalui program nasional, regional, atau daerah," katanya.

    Sri Wahyuni mengakui bahwa hingga saat ini, kabupaten/kota di Kaltim belum sepenuhnya swasembada beras. Namun, pemerintah daerah terus berupaya untuk mengoptimalkan potensi daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas.

    "Daerah-daerah yang berpotensi menjadi lumbung padi terus kita optimalkan kebutuhannya, dengan memenuhi penunjang infrastrukturnya," jelasnya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni juga menyoroti pentingnya pembangunan Bendungan Telake dalam konteks pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Kami tengah menyusun peta besar transformasi ekonomi di kawasan seputar IKN, salah satunya untuk menopang pengembangan sektor pertanian di seputar IKN," tambahnya. 

    Sri Wahyuni berharap, pembangunan Bendungan Telake dapat segera dilanjutkan pada tahun depan. 

    "Tentu kami optimistis bendungan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk pertanian," demikian Sri Wahyuni. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Bendungan Telake Ditunda, Tunggu Kepastian Pemerintah Baru

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Agustus 2024 pukul 10:52 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pembangunan Bendungan Telake di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kembali mengalami kendala. Proyek strategis nasional (PSN) yang sudah mulai digarap sejak 2021 ini terpaksa ditunda menyusul pergantian kepemimpinan di tingkat pusat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, Rabu (14/8), menjelaskan bahwa penundaan ini semata-mata karena adanya pergantian periode pemerintahan.

    "Karena periode pemerintah pusat tahun ini berakhir, maka pembangunan Bendungan Telake akan dibahas perencanaan ulangnya di tahun depan," kata Sri Wahyuni.

    Sri Wahyuni menegaskan, penundaan ini bersifat sementara dan bukan berarti proyek dihentikan. Ia menekankan pentingnya Bendungan Telake bagi sektor pertanian di Kabupaten Paser dan sekitarnya.

    "Keberadaan Bendungan Telake pastinya akan mendukung sentral-sentral pertanian yang ada di Kabupaten Paser dan sekitarnya," ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Kaltim masih terus berupaya untuk meningkatkan sektor pertanian, salah satunya dengan membangun infrastruktur yang memadai.

    "Maka dari itu kita terus mendukung baik melalui program nasional, regional, atau daerah," katanya.

    Sri Wahyuni mengakui bahwa hingga saat ini, kabupaten/kota di Kaltim belum sepenuhnya swasembada beras. Namun, pemerintah daerah terus berupaya untuk mengoptimalkan potensi daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas.

    "Daerah-daerah yang berpotensi menjadi lumbung padi terus kita optimalkan kebutuhannya, dengan memenuhi penunjang infrastrukturnya," jelasnya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni juga menyoroti pentingnya pembangunan Bendungan Telake dalam konteks pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Kami tengah menyusun peta besar transformasi ekonomi di kawasan seputar IKN, salah satunya untuk menopang pengembangan sektor pertanian di seputar IKN," tambahnya. 

    Sri Wahyuni berharap, pembangunan Bendungan Telake dapat segera dilanjutkan pada tahun depan. 

    "Tentu kami optimistis bendungan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk pertanian," demikian Sri Wahyuni. 

    (Sf/Rs)