Seputar Kaltim

    Pembangunan Bandar Udara Paser Masuk Tahap Penyusunan Rencana Induk

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    21 November 2024 pukul 18:54 WITA

    Lokasi pembangunan bandara di Kabupaten Paser. (Istimewa)

    Tanah Grogot - kelanjutan pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten Paser sudah masuk dalam tahap penyusunan rencana induk.

    Dalam penyusunannya beberapa waktu lalu telah dibahas dalam forum pertemuan pihak konsultan bersama Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, DPRD Paser dan Kepala Desa (Kades) Rantau Panjang.

    Dalam proses penyusunan rencana induk sudah dalam tahap penyelesaian yang dilakukan secara rinci di bidang fasilitas, telekomunikasi dan navigasi.

    Ketua Tim Tata Bandara Dirjen Perhubungan, Joko mengatakan ada empat poin yang perlu diperhatikan  untuk dilengkapi dan disempurnakan. "Perlu diperhatikan dari cakupan pelayanan, kebutuhan fasilitas, kebutuhan lahan dan tata letak untuk ditambahkan," kata Joko.

    Setelah dilengkapi, nantinya dalam kajian pada seminar akhir dapat disampaikan dengan matang di Kementerian Udara. "Dalam kajian untuk nantinya pada seminar akhir di kementerian udara dapat lebih siap lagi," tuturnya.

    Wakil Ketua DPRD Paser, Hendrawan Putra mengapresiasi upaya pemerintah untuk mewujudkan pembangunan bandara di Kabupaten Paser. Apalagi keberadaan bandara akan berdampak positif bagi masyarakat, apalagi Kabupaten Paser merupakan daerah penyangga Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

    "Keberadaan bandara ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat, mempercepat pembangunan daerah dan bentuk persiapan Kabupaten Paser sebagai daerah penyangga IKN," kata Hendrawan.

    Bandara ini sendiri telah dibangun sejak 2006 dan mangkrak pada 2014 karena tersandung kasus korupsi. Kini Pemkab Paser tengah melanjutkan kembali pembangunannya.

    Lokasi pembangunan bandara berada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot dengan luas 228 hekrare yang telah melewati pembebasan dan pematangan lahan.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pembangunan Bandar Udara Paser Masuk Tahap Penyusunan Rencana Induk

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    21 November 2024 pukul 18:54 WITA

    Lokasi pembangunan bandara di Kabupaten Paser. (Istimewa)

    Tanah Grogot - kelanjutan pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten Paser sudah masuk dalam tahap penyusunan rencana induk.

    Dalam penyusunannya beberapa waktu lalu telah dibahas dalam forum pertemuan pihak konsultan bersama Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, DPRD Paser dan Kepala Desa (Kades) Rantau Panjang.

    Dalam proses penyusunan rencana induk sudah dalam tahap penyelesaian yang dilakukan secara rinci di bidang fasilitas, telekomunikasi dan navigasi.

    Ketua Tim Tata Bandara Dirjen Perhubungan, Joko mengatakan ada empat poin yang perlu diperhatikan  untuk dilengkapi dan disempurnakan. "Perlu diperhatikan dari cakupan pelayanan, kebutuhan fasilitas, kebutuhan lahan dan tata letak untuk ditambahkan," kata Joko.

    Setelah dilengkapi, nantinya dalam kajian pada seminar akhir dapat disampaikan dengan matang di Kementerian Udara. "Dalam kajian untuk nantinya pada seminar akhir di kementerian udara dapat lebih siap lagi," tuturnya.

    Wakil Ketua DPRD Paser, Hendrawan Putra mengapresiasi upaya pemerintah untuk mewujudkan pembangunan bandara di Kabupaten Paser. Apalagi keberadaan bandara akan berdampak positif bagi masyarakat, apalagi Kabupaten Paser merupakan daerah penyangga Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

    "Keberadaan bandara ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat, mempercepat pembangunan daerah dan bentuk persiapan Kabupaten Paser sebagai daerah penyangga IKN," kata Hendrawan.

    Bandara ini sendiri telah dibangun sejak 2006 dan mangkrak pada 2014 karena tersandung kasus korupsi. Kini Pemkab Paser tengah melanjutkan kembali pembangunannya.

    Lokasi pembangunan bandara berada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot dengan luas 228 hekrare yang telah melewati pembebasan dan pematangan lahan.

    (Sf/By)