Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mendorong pembangunan Kolam Retensi Pampang sebagai langkah pengendalian banjir di Kota Samarinda.
Deni menyebutkan jika sesuai jadwal, kolam retensi tersebut akan rampung pada akhir tahun 2025 ini.
Oleh karena itu, ia terus menekankan agar kontraktor bekerja lebih efektif dalam proses pengerjaan proyek yang berada di area seluas 70 hektare sesuai target yang telah ditentukan.
"Total lahan yang disiapkan untuk pembanguanan kolam retensi ada 70 hektare. Pengerjaannya secara bertahap," ujar Deni, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, ia juga menjelaskan, kolam retensi ini dibangun untuk mengendalikan banjir dan mengantisipasi limpasan air yang berasal dari sungai kawasan Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya.
"Untuk mengantisipasi limpasan air dari Kukar terutama bandara dan Sungai Siring. Ini langkah pengendalian banjir yang kerap menggenang Samarinda," jelasnya.
Namun demikian, ia menekankan pembangunan kolam retensi perlu koordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar berfungsi optimal kedepannya.
"Artinya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kota dalam mitigasi bencana banjir di Samarinda," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, agar kolam retensi dapat bekerja secara optimal.
"Dengan kolam retensi ini kita berharap dampak banjir dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan banjir lebih terjamin," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mendorong pembangunan Kolam Retensi Pampang sebagai langkah pengendalian banjir di Kota Samarinda.
Deni menyebutkan jika sesuai jadwal, kolam retensi tersebut akan rampung pada akhir tahun 2025 ini.
Oleh karena itu, ia terus menekankan agar kontraktor bekerja lebih efektif dalam proses pengerjaan proyek yang berada di area seluas 70 hektare sesuai target yang telah ditentukan.
"Total lahan yang disiapkan untuk pembanguanan kolam retensi ada 70 hektare. Pengerjaannya secara bertahap," ujar Deni, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, ia juga menjelaskan, kolam retensi ini dibangun untuk mengendalikan banjir dan mengantisipasi limpasan air yang berasal dari sungai kawasan Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya.
"Untuk mengantisipasi limpasan air dari Kukar terutama bandara dan Sungai Siring. Ini langkah pengendalian banjir yang kerap menggenang Samarinda," jelasnya.
Namun demikian, ia menekankan pembangunan kolam retensi perlu koordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar berfungsi optimal kedepannya.
"Artinya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kota dalam mitigasi bencana banjir di Samarinda," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, agar kolam retensi dapat bekerja secara optimal.
"Dengan kolam retensi ini kita berharap dampak banjir dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan banjir lebih terjamin," pungkasnya.
(Sf/Rs)