Pemasangan SR Air Bersih untuk MBR di PPU Belum Berjalan 

    Seputarfakta.com - Cindy -

    Seputar Kaltim

    12 Juni 2026 10:55 WIB

    Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten PPU, Jimmy Julianto. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Program pemasangan Sambungan Rumah (SR) air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Penajam Paser Utara (PPU) belum berjalan. 

    Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU masih menunggu kepastian pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran daerah.

    Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR PPU, Jimmy Julianto mengatakan, Pemkab PPU telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pemasangan sambungan rumah dan meter air bagi masyarakat yang masuk kategori penerima bantuan.

    "Anggaran itu memang disiapkan untuk membantu pemasangan sambungan rumah water meter kepada MBR," kata Jimmy, Rabu (10/6/2026).

    Program tersebut belum dapat direalisasikan lantaran adanya kebijakan penundaan sementara kegiatan yang bersumber dari APBD.

    Jimmy mengatakan, titik penerima bantuan sudah ditentukan. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan agar pemasangan dapat dilaksanakan.

    "Lokasinya sudah ditentukan, tinggal menunggu arahan untuk pelaksanaannya," ujarnya.

    Bantuan itu, lanjut Jimmy, diberikan untuk meringankan biaya pemasangan sambungan air bersih yang biasanya menjadi tanggungan pelanggan.

    "Biasanya ada biaya pemasangan sambungan rumah. Ini dibantu pemerintah agar masyarakat tertentu bisa mendapat pemasangan tanpa biaya," jelasnya.

    Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DPUPR akan melakukan penyaringan ulang terhadap data calon penerima yang berasal dari daftar calon pelanggan Perumda Air Minum Danum Taka.

    "Data akan kami lihat lagi. Kalau misalnya rumah kontrakan dan digunakan untuk usaha, tentu perlu dicek karena ada kriteria penerima," katanya.

    Dari pendataan sementara, pemasangan diperkirakan mencapai sekitar 600 sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid mengatakan data calon penerima bantuan telah disiapkan berbasis by name by address sebagai dasar pelaksanaan pemasangan sambungan rumah.

    Menurutnya, tambahan sambungan tersebut mendukung target perluasan jaringan air bersih PPU yang ditargetkan mencapai 2.000 sambungan per tahun.

    "Target kami 2.000 sambungan per tahun. Selain dari anggaran pemda, ada juga dukungan dari OIKN untuk pemasangan SR," katanya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemasangan SR Air Bersih untuk MBR di PPU Belum Berjalan 

    Seputarfakta.com - Cindy -

    Seputar Kaltim

    12 Juni 2026 10:55 WIB

    Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten PPU, Jimmy Julianto. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Program pemasangan Sambungan Rumah (SR) air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Penajam Paser Utara (PPU) belum berjalan. 

    Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU masih menunggu kepastian pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran daerah.

    Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR PPU, Jimmy Julianto mengatakan, Pemkab PPU telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pemasangan sambungan rumah dan meter air bagi masyarakat yang masuk kategori penerima bantuan.

    "Anggaran itu memang disiapkan untuk membantu pemasangan sambungan rumah water meter kepada MBR," kata Jimmy, Rabu (10/6/2026).

    Program tersebut belum dapat direalisasikan lantaran adanya kebijakan penundaan sementara kegiatan yang bersumber dari APBD.

    Jimmy mengatakan, titik penerima bantuan sudah ditentukan. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan agar pemasangan dapat dilaksanakan.

    "Lokasinya sudah ditentukan, tinggal menunggu arahan untuk pelaksanaannya," ujarnya.

    Bantuan itu, lanjut Jimmy, diberikan untuk meringankan biaya pemasangan sambungan air bersih yang biasanya menjadi tanggungan pelanggan.

    "Biasanya ada biaya pemasangan sambungan rumah. Ini dibantu pemerintah agar masyarakat tertentu bisa mendapat pemasangan tanpa biaya," jelasnya.

    Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DPUPR akan melakukan penyaringan ulang terhadap data calon penerima yang berasal dari daftar calon pelanggan Perumda Air Minum Danum Taka.

    "Data akan kami lihat lagi. Kalau misalnya rumah kontrakan dan digunakan untuk usaha, tentu perlu dicek karena ada kriteria penerima," katanya.

    Dari pendataan sementara, pemasangan diperkirakan mencapai sekitar 600 sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid mengatakan data calon penerima bantuan telah disiapkan berbasis by name by address sebagai dasar pelaksanaan pemasangan sambungan rumah.

    Menurutnya, tambahan sambungan tersebut mendukung target perluasan jaringan air bersih PPU yang ditargetkan mencapai 2.000 sambungan per tahun.

    "Target kami 2.000 sambungan per tahun. Selain dari anggaran pemda, ada juga dukungan dari OIKN untuk pemasangan SR," katanya.

    (Sf/Lo)