Seputar Kaltim

    Pemantauan Hilal 1 Ramadan Dilakukan 10 Maret, Serentak se-Indonesia

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    01 Maret 2024 pukul 19:57 WITA

    Kepala Kemenag Kukar, H Nasrun. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kementerian Agama (Kemenag) di seluruh Indonesia secara serentak akan melakukan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan 1445 Hijriah.

    Kepala Kemenag Kukar, H Nasrun mengatakan pemantauan rukyatul atau penglihatan hilal akan dilakukan pada Minggu (10/3/24) mendatang.

    “Kami akan melakukan pemantauan hilal bersama stakeholder terkait dilakukan secara nasional,” kata Nasrun,Jumat (1/3/2024).

    Ia mengaku berdasarkan kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), dalam metode Rukyatul Hilal menetapkan kriteria tinggi hilal minimum dua derajat.

    Menurut perhitungan hisab falakiyah, diperkirakan posisi hilal sekitar nol (0) derajat 2 menit 81 detik. “Kalau Rukyatul Hilal dalam posisi 0 derajat, maka kemungkinan dengan alat apapun hilal tidak akan terlihat di seluruh Indonesia,” jelasnya.

    Jika itu terjadi, kata dia, maka pelaksanaan Salat Tarawih baru bisa dilaksanakan pada Senin (11/3/24) malam dan 1 Ramadan pada Selasa (12/3/24) subuh.

    "Ini berarti akan kembali menghadapi perbedaan dengan Muhammadiah dalam mengawali 1 Ramadhan 1445 Hijriah," sebutnya.

    Ia menyebutkan, Muhammadiyah secara khusus menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Sedangkan pemerintah dan Nadhatul Ulama (Nu) menggunakan metode Hisab Rukyatul Hilal disertai sidang isbat.

    Penggunaan metode perhitungan yang berbeda, terkadang menyebabkan perbedaan dalam menetapkan 1 Ramadan. “Apapun hasilnya nanti kami tetap menunggu keputusannya dari pemerintah, khususnya Kemenag RI yang akan menetapkan 1 Ramadan melalui sidang ishbat,” jelasnya.

    Nasrun mengimbau seluruh masyarakat Kukar untuk tidak risau kalau terjadi perbedaan dalam mengawali 1 Ramadan 1445 Hijriah. 

    "Seluruh umat muslim harus saling menghargai, hidup rukun, serta jangan sampai terpecah belah," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemantauan Hilal 1 Ramadan Dilakukan 10 Maret, Serentak se-Indonesia

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    01 Maret 2024 pukul 19:57 WITA

    Kepala Kemenag Kukar, H Nasrun. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kementerian Agama (Kemenag) di seluruh Indonesia secara serentak akan melakukan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan 1445 Hijriah.

    Kepala Kemenag Kukar, H Nasrun mengatakan pemantauan rukyatul atau penglihatan hilal akan dilakukan pada Minggu (10/3/24) mendatang.

    “Kami akan melakukan pemantauan hilal bersama stakeholder terkait dilakukan secara nasional,” kata Nasrun,Jumat (1/3/2024).

    Ia mengaku berdasarkan kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), dalam metode Rukyatul Hilal menetapkan kriteria tinggi hilal minimum dua derajat.

    Menurut perhitungan hisab falakiyah, diperkirakan posisi hilal sekitar nol (0) derajat 2 menit 81 detik. “Kalau Rukyatul Hilal dalam posisi 0 derajat, maka kemungkinan dengan alat apapun hilal tidak akan terlihat di seluruh Indonesia,” jelasnya.

    Jika itu terjadi, kata dia, maka pelaksanaan Salat Tarawih baru bisa dilaksanakan pada Senin (11/3/24) malam dan 1 Ramadan pada Selasa (12/3/24) subuh.

    "Ini berarti akan kembali menghadapi perbedaan dengan Muhammadiah dalam mengawali 1 Ramadhan 1445 Hijriah," sebutnya.

    Ia menyebutkan, Muhammadiyah secara khusus menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Sedangkan pemerintah dan Nadhatul Ulama (Nu) menggunakan metode Hisab Rukyatul Hilal disertai sidang isbat.

    Penggunaan metode perhitungan yang berbeda, terkadang menyebabkan perbedaan dalam menetapkan 1 Ramadan. “Apapun hasilnya nanti kami tetap menunggu keputusannya dari pemerintah, khususnya Kemenag RI yang akan menetapkan 1 Ramadan melalui sidang ishbat,” jelasnya.

    Nasrun mengimbau seluruh masyarakat Kukar untuk tidak risau kalau terjadi perbedaan dalam mengawali 1 Ramadan 1445 Hijriah. 

    "Seluruh umat muslim harus saling menghargai, hidup rukun, serta jangan sampai terpecah belah," tutupnya.

    (Sf/By)