Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas, Koperasi, dan UMKM dan Perindustrian(DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan upaya Dinas, Koperasi, UMKM dan Perindustrian( DKUMKMP) Balikpapan dalam menjaga keberlangsungan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Meski anggaran 2026 dipangkas hingga 60 persen, koperasi justru didorong lebih mandiri melalui penguatan usaha dan kemitraan.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya menyebut kemitraan menjadi kunci agar koperasi tetap berjalan dan menarik minat warga untuk bergabung. Menurutnya koperasi yang aktif berusaha cenderung mengalami pertumbuhan anggota secara alami.
“Kalau koperasi hidup dan usahanya jalan karena bermitra, biasanya anggota ikut bertambah dengan sendirinya,” ucap Heru, Kamis (8/1/2026).
Sejumlah KKMP di Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Bulog untuk penyediaan kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng. Ada pula kemitraan dengan Pertamina Niaga dalam pengelolaan tabung non-fungsi.
“Selain sektor perdagangan, koperasi juga mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital, guna mempermudah transaksi dan meningkatkan daya tarik layanan bagi masyarakat,” jelasnya.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar koperasi tetap relevan dan diminati meskipun dukungan anggaran dari pemerintah daerah mengalami penurunan signifikan.
DKUMKMP mengakui hingga kini belum memiliki data terbaru mengenai perkembangan jumlah anggota KKMP sepanjang 2025. Pembaruan data keanggotaan masih belum dilakukan.
Untuk 2026, DKUMKMP Balikpapan hanya mengelola anggaran sekitar Rp13 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pemangkasan sudah terjadi sejak 2025, ketika anggaran berkurang sekitar 40 persen sehingga tidak semua program dapat dijalankan dan sekitar 10 sub kegiatan terpaksa dihapus,” terangnya.
Kendati demikian, DKUMKMP menegaskan program yang bersentuhan langsung dengan koperasi dan UMKM tetap menjadi prioritas. Pembinaan, pendampingan, perizinan, serta pengurusan legalitas usaha dipastikan tetap berjalan.
“Pemangkasan anggaran lebih banyak menyasar kegiatan administrasi perkantoran dan kepegawaian, bukan program pengembangan koperasi,” lanjutnya.
Sebagai upaya penguatan di lapangan, DKUMKMP juga berencana menambah sembilan tenaga pendamping koperasi pada 2026. Pendamping ini akan membantu pengelolaan usaha koperasi di tingkat kelurahan agar lebih tertata dan berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih tetap menjadi fokus kami. Dengan tambahan pendamping, kami berharap usaha koperasi bisa semakin kuat,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas, Koperasi, dan UMKM dan Perindustrian(DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan upaya Dinas, Koperasi, UMKM dan Perindustrian( DKUMKMP) Balikpapan dalam menjaga keberlangsungan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Meski anggaran 2026 dipangkas hingga 60 persen, koperasi justru didorong lebih mandiri melalui penguatan usaha dan kemitraan.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya menyebut kemitraan menjadi kunci agar koperasi tetap berjalan dan menarik minat warga untuk bergabung. Menurutnya koperasi yang aktif berusaha cenderung mengalami pertumbuhan anggota secara alami.
“Kalau koperasi hidup dan usahanya jalan karena bermitra, biasanya anggota ikut bertambah dengan sendirinya,” ucap Heru, Kamis (8/1/2026).
Sejumlah KKMP di Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Bulog untuk penyediaan kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng. Ada pula kemitraan dengan Pertamina Niaga dalam pengelolaan tabung non-fungsi.
“Selain sektor perdagangan, koperasi juga mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital, guna mempermudah transaksi dan meningkatkan daya tarik layanan bagi masyarakat,” jelasnya.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar koperasi tetap relevan dan diminati meskipun dukungan anggaran dari pemerintah daerah mengalami penurunan signifikan.
DKUMKMP mengakui hingga kini belum memiliki data terbaru mengenai perkembangan jumlah anggota KKMP sepanjang 2025. Pembaruan data keanggotaan masih belum dilakukan.
Untuk 2026, DKUMKMP Balikpapan hanya mengelola anggaran sekitar Rp13 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pemangkasan sudah terjadi sejak 2025, ketika anggaran berkurang sekitar 40 persen sehingga tidak semua program dapat dijalankan dan sekitar 10 sub kegiatan terpaksa dihapus,” terangnya.
Kendati demikian, DKUMKMP menegaskan program yang bersentuhan langsung dengan koperasi dan UMKM tetap menjadi prioritas. Pembinaan, pendampingan, perizinan, serta pengurusan legalitas usaha dipastikan tetap berjalan.
“Pemangkasan anggaran lebih banyak menyasar kegiatan administrasi perkantoran dan kepegawaian, bukan program pengembangan koperasi,” lanjutnya.
Sebagai upaya penguatan di lapangan, DKUMKMP juga berencana menambah sembilan tenaga pendamping koperasi pada 2026. Pendamping ini akan membantu pengelolaan usaha koperasi di tingkat kelurahan agar lebih tertata dan berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih tetap menjadi fokus kami. Dengan tambahan pendamping, kami berharap usaha koperasi bisa semakin kuat,” tutupnya.
(Sf/Lo)