Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman (foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memangkas anggaran perjalanan dinas dan bimbingan teknis (bimtek) hingga 50 persen. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut imbauan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan langkah ini diambil agar kegiatan pemerintahan, termasuk perjalanan dinas dan bimtek, bisa lebih efektif dan efisien.
“Bimtek itu hukumnya wajib, tetapi jangan sampai pesertanya 10 orang, panitianya 20. Itu tidak efisien dan tidak efektif,” ujar Ardiansyah, Senin (14/4/2025).
Dari hasil efisiensi tersebut, Pemkab Kutim berhasil mengumpulkan anggaran sebesar Rp63 miliar. Dana itu saat ini tengah dibahas dalam Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD).
“Sekarang sedang digodok di PAPBD. Masih dalam proses pembahasan atau penyusunan,” tambahnya.
Ia berharap penggunaan dana efisiensi tersebut bisa segera ditetapkan. “Finalnya Rp63 miliar akan digunakan bulan ini, insyaallah. Saya masih menunggu informasi dari Pak Sekda selaku Ketua PAPBD,” terangnya.
Kebijakan efisiensi ini diharapkan mampu memperkuat fokus pembangunan di Kutim, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman (foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memangkas anggaran perjalanan dinas dan bimbingan teknis (bimtek) hingga 50 persen. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut imbauan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan langkah ini diambil agar kegiatan pemerintahan, termasuk perjalanan dinas dan bimtek, bisa lebih efektif dan efisien.
“Bimtek itu hukumnya wajib, tetapi jangan sampai pesertanya 10 orang, panitianya 20. Itu tidak efisien dan tidak efektif,” ujar Ardiansyah, Senin (14/4/2025).
Dari hasil efisiensi tersebut, Pemkab Kutim berhasil mengumpulkan anggaran sebesar Rp63 miliar. Dana itu saat ini tengah dibahas dalam Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD).
“Sekarang sedang digodok di PAPBD. Masih dalam proses pembahasan atau penyusunan,” tambahnya.
Ia berharap penggunaan dana efisiensi tersebut bisa segera ditetapkan. “Finalnya Rp63 miliar akan digunakan bulan ini, insyaallah. Saya masih menunggu informasi dari Pak Sekda selaku Ketua PAPBD,” terangnya.
Kebijakan efisiensi ini diharapkan mampu memperkuat fokus pembangunan di Kutim, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
(Sf/Rs)