Cari disini...
Seputar Kaltim
Tangkapan Layar Peluncuran Buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" dalam Youtube Pemerintah Kota Samarinda, Kamis (11/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda menyebut, menulis buku terutama dengan tema sejarah tidaklah mudah. Penulis haruslah memahami dan mematuhi setidaknya 4 hal penting. Mulai dari melakukan heuristik atau pengumpulan data, verifikasi dan kritik, interpretasi dari fakta apakah dari bahan yang ditemukan berhubungan dengan fakta satu dengan fakta lainnya, kemudian baru menulis.
Hal itu, disampaikan Andi dalam peluncuran buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" karya Syafruddin Pernyata, di Ruang Rapat Mangkupelas, Balaikota Samarinda, Kamis (11/1/2024).
Pria yang karib disapa AH tak menyebut secara pasti, buku berisi cerita-cerita tentang Samarinda di masa lalu itu ditulis berdasarkan 4 hal yang disebutkannya. Namun, ia mengaku bersyukur atas terbitnya buku ini.
"Ya, ini bisa jadi bahan bacaan, referensi, inspirasi serta membangun konektivitas, untuk aktivitas kita di masa kini dan yang akan datang," ungkap Andi Harun.
Ia membeber, segala sesuatu yang terbentuk hari ini dan yang akan datang tidak terlepas dari sejarah.
"Kata Bung Karno selalu terhubung dengan sejarah dengan istilah jangan lupakan sejarah," tukasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu juga menyampaikan, buku karya novelis Syafruddin Pernyata ini menginspirasi beberapa kegiatan yang dilakukan sekarang.
"Contoh, tahun ini akan membangun kampung tionghoa atau chines town di samarinda. Yang saya ketahui bahwa kampung tua kita ada kota samarinda seberang, tapi dari fakta-fakta tulisan, dan naskah yang saya liat, china town yang ada di kawasan mercure dan sekitarnya itu adalah kampung tertua yang ada di kota samarinda," jelasnya.
Ia mengaku sebagai penggemar buku yang ditulis oleh Syafruddin Pernyata karena gaya bahasa yang digunakan. Buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" yang baru diluncurkan ini telah ia baca meski belum semuanya.
"Jadi kaya (seperti) ngobrol sama beliau (Syafruddin Pernyata). Tidak terlalu akademis. Mulai halaman pertama hingga terakhir semua buku beliau ditulis dengan gaya bahasa bertutur. Seolah olah mendengar dongeng tentang samarinda pada masa dulu," akunya.
Sementara itu, Syafruddin Pernyata mengaku tak percaya, untuk pertama kalinya buku yang ia tulis diluncurkan oleh Pemerintah Kota.
"Tulisan yang berangkat dari keisengan ini bisa menjadi buku dan diapresiasi besar oleh Pemerintah Kota," tandasnya.
Dalam acara itu terlihat hadir di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda, Forkopimda, dan mantan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tangkapan Layar Peluncuran Buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" dalam Youtube Pemerintah Kota Samarinda, Kamis (11/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda menyebut, menulis buku terutama dengan tema sejarah tidaklah mudah. Penulis haruslah memahami dan mematuhi setidaknya 4 hal penting. Mulai dari melakukan heuristik atau pengumpulan data, verifikasi dan kritik, interpretasi dari fakta apakah dari bahan yang ditemukan berhubungan dengan fakta satu dengan fakta lainnya, kemudian baru menulis.
Hal itu, disampaikan Andi dalam peluncuran buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" karya Syafruddin Pernyata, di Ruang Rapat Mangkupelas, Balaikota Samarinda, Kamis (11/1/2024).
Pria yang karib disapa AH tak menyebut secara pasti, buku berisi cerita-cerita tentang Samarinda di masa lalu itu ditulis berdasarkan 4 hal yang disebutkannya. Namun, ia mengaku bersyukur atas terbitnya buku ini.
"Ya, ini bisa jadi bahan bacaan, referensi, inspirasi serta membangun konektivitas, untuk aktivitas kita di masa kini dan yang akan datang," ungkap Andi Harun.
Ia membeber, segala sesuatu yang terbentuk hari ini dan yang akan datang tidak terlepas dari sejarah.
"Kata Bung Karno selalu terhubung dengan sejarah dengan istilah jangan lupakan sejarah," tukasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu juga menyampaikan, buku karya novelis Syafruddin Pernyata ini menginspirasi beberapa kegiatan yang dilakukan sekarang.
"Contoh, tahun ini akan membangun kampung tionghoa atau chines town di samarinda. Yang saya ketahui bahwa kampung tua kita ada kota samarinda seberang, tapi dari fakta-fakta tulisan, dan naskah yang saya liat, china town yang ada di kawasan mercure dan sekitarnya itu adalah kampung tertua yang ada di kota samarinda," jelasnya.
Ia mengaku sebagai penggemar buku yang ditulis oleh Syafruddin Pernyata karena gaya bahasa yang digunakan. Buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" yang baru diluncurkan ini telah ia baca meski belum semuanya.
"Jadi kaya (seperti) ngobrol sama beliau (Syafruddin Pernyata). Tidak terlalu akademis. Mulai halaman pertama hingga terakhir semua buku beliau ditulis dengan gaya bahasa bertutur. Seolah olah mendengar dongeng tentang samarinda pada masa dulu," akunya.
Sementara itu, Syafruddin Pernyata mengaku tak percaya, untuk pertama kalinya buku yang ia tulis diluncurkan oleh Pemerintah Kota.
"Tulisan yang berangkat dari keisengan ini bisa menjadi buku dan diapresiasi besar oleh Pemerintah Kota," tandasnya.
Dalam acara itu terlihat hadir di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda, Forkopimda, dan mantan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.
(Sf/Rs)