Seputar Kaltim

    Pelican Crossing di Teras Samarinda Sudah Aktif, Dishub Minta Jangan Dibikin Mainan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Dishub telah aktifkan pelican crossing di kawasan Teras Samarinda, imbau masyarakat agar digunakan dengan semestinya, Kamis (19/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda resmi mengaktifkan pelican crossing di depan Teras Samarinda pada Kamis (19/12/2024). Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar kawasan tersebut.  

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa pelican crossing ini merupakan fasilitas tambahan untuk mendukung penggunaan zebra cross secara aman. "Kita sudah sediakan zebra cross dengan pelican crossing. Masyarakat yang punya kepentingan di Teras Samarinda sebaiknya menggunakan fasilitas ini," ujar Manalu.  

    Ia juga memaparkan cara penggunaan pelican crossing. "Pertama, tekan tombol hijau yang besar, lalu perhatikan lampu simbol pejalan kaki di seberangnya. Ketika lampu sudah berwarna hijau, masyarakat boleh menyebrang. Namun, perlu diperhatikan kecepatan berjalan agar tidak melewati waktu yang disediakan, yaitu sekitar 15 detik," jelasnya.  

    Ia juga mengingatkan pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas. Ketika lampu merah menyala, kendaraan harus berhenti. Ia menekankan bahwa dalam berlalu lintas, pejalan kaki menjadi prioritas utama.  

    Sebagai bagian dari tahap sosialisasi, petugas Dishub akan membantu mengatur lalu lintas di sekitar pelican crossing. Nantinya, kata Manalu, petugas akan memastikan kendaraan berhenti setiap kali ada bunyi dari pelican crossing. 

    Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PUPR untuk membuka pagar pembatas di Teras Samarinda agar memudahkan perjalanan pejalan kaki. Kemudian ia meminta masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut. 

    "Kami berharap pelican crossing ini tidak dijadikan mainan. Mari kita bersama-sama menjaga fasilitas pemerintah ini untuk keperluan menyebrang jalan," imbuhnya.  

    Manalu juga menginformasikan bahwa pelican crossing ini akan beroperasi selama 24 jam. Namun, ia mengakui bahwa lalu lintas di sekitar lokasi terlihat padat pada hari pertama pengoperasian. "Mungkin karena baru, banyak kendaraan yang seharusnya melintas malah berhenti untuk menonton. Ditambah adanya putaran balik di depan Kantor Gubernur, itu akan kami evaluasi," jelasnya.  

    Selain di Teras Samarinda, Dishub juga akan mengaktifkan pelican crossing di Taman Samarendah. 

    Salah seorang warga Jalan Suryanata, Yudi, mengatakan cukup terkesan dengan fasilitas penyeberangan ini. Ia mengaku dimudahkan dengan adanya fasilitas ini dibanding dengan sebelumnya. 

    "Biasanya kita tunggu lama dulu, sampai kendaraan sepi baru bisa nyebrang, sekarang hanya sebentar saja," kata Yudi. 

    Ia berharap dengan adanya fasilitas ini, pengguna kendaraan juga dapat tertib berlalu lintas, tidak menerobos jalan ketika ada pejalan kaki yang menyeberang. 

    "Kalau bisa dipasang juga di tempat-tempat lain," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pelican Crossing di Teras Samarinda Sudah Aktif, Dishub Minta Jangan Dibikin Mainan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Dishub telah aktifkan pelican crossing di kawasan Teras Samarinda, imbau masyarakat agar digunakan dengan semestinya, Kamis (19/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda resmi mengaktifkan pelican crossing di depan Teras Samarinda pada Kamis (19/12/2024). Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar kawasan tersebut.  

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa pelican crossing ini merupakan fasilitas tambahan untuk mendukung penggunaan zebra cross secara aman. "Kita sudah sediakan zebra cross dengan pelican crossing. Masyarakat yang punya kepentingan di Teras Samarinda sebaiknya menggunakan fasilitas ini," ujar Manalu.  

    Ia juga memaparkan cara penggunaan pelican crossing. "Pertama, tekan tombol hijau yang besar, lalu perhatikan lampu simbol pejalan kaki di seberangnya. Ketika lampu sudah berwarna hijau, masyarakat boleh menyebrang. Namun, perlu diperhatikan kecepatan berjalan agar tidak melewati waktu yang disediakan, yaitu sekitar 15 detik," jelasnya.  

    Ia juga mengingatkan pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas. Ketika lampu merah menyala, kendaraan harus berhenti. Ia menekankan bahwa dalam berlalu lintas, pejalan kaki menjadi prioritas utama.  

    Sebagai bagian dari tahap sosialisasi, petugas Dishub akan membantu mengatur lalu lintas di sekitar pelican crossing. Nantinya, kata Manalu, petugas akan memastikan kendaraan berhenti setiap kali ada bunyi dari pelican crossing. 

    Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PUPR untuk membuka pagar pembatas di Teras Samarinda agar memudahkan perjalanan pejalan kaki. Kemudian ia meminta masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut. 

    "Kami berharap pelican crossing ini tidak dijadikan mainan. Mari kita bersama-sama menjaga fasilitas pemerintah ini untuk keperluan menyebrang jalan," imbuhnya.  

    Manalu juga menginformasikan bahwa pelican crossing ini akan beroperasi selama 24 jam. Namun, ia mengakui bahwa lalu lintas di sekitar lokasi terlihat padat pada hari pertama pengoperasian. "Mungkin karena baru, banyak kendaraan yang seharusnya melintas malah berhenti untuk menonton. Ditambah adanya putaran balik di depan Kantor Gubernur, itu akan kami evaluasi," jelasnya.  

    Selain di Teras Samarinda, Dishub juga akan mengaktifkan pelican crossing di Taman Samarendah. 

    Salah seorang warga Jalan Suryanata, Yudi, mengatakan cukup terkesan dengan fasilitas penyeberangan ini. Ia mengaku dimudahkan dengan adanya fasilitas ini dibanding dengan sebelumnya. 

    "Biasanya kita tunggu lama dulu, sampai kendaraan sepi baru bisa nyebrang, sekarang hanya sebentar saja," kata Yudi. 

    Ia berharap dengan adanya fasilitas ini, pengguna kendaraan juga dapat tertib berlalu lintas, tidak menerobos jalan ketika ada pejalan kaki yang menyeberang. 

    "Kalau bisa dipasang juga di tempat-tempat lain," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)